
Alex mengeluarkan aura dingin yang sangat mematikan pada saat itu, tetapi gadis yang berada di hadapannya seakan tak perduli dan tak merasa takut sama sekali
"Sepertinya yang saya sampaikan sebelumnya, saya mau kamu menikahi saya." ucap Melinda dengan sombongnya
"Secepatnya saya akan segera mengurus pernikahan kita, kapan kamu akan menyerahkan bukti-bukti itu ke saya?"
Melinda pun tersenyum tipis
"Apa kamu pikir aku adalah perempuan bodoh Alexander Wijaya? kalau aku berikan semua bukti-bukti itu ke kamu sekarang, itu sama dengan aku memberikan kamu kesempatan untuk melawan aku." batin Melinda
"Saya akan memberikan bukti-bukti itu setelah kita menikah, tapi ada sebuah syarat yang harus kamu penuhi." ucap Melinda dengan serius
"Apalagi yang sekarang sedang kamu rencanakan?" tanya Alex dengan tatapan mata yang tajam
"Saya cuma mau kamu memberikan saya sebuah jaminan sebelum kita menikah"
Alex mengerutkan keningnya tanda dia meminta sebuah penjelasan yang lebih jauh
"Saya mau kita membuat perjanjian pra nikah," ucap Melinda dengan tegas
Jauh di dalam lubuk hati Alex dirinya merasa muak melihat sikap Melinda yang benar-benar terlihat sombong, bahkan gadis tersebut sekarang berani untuk mengajukan perjanjian pra nikah kepada dirinya
"Apa maksud kamu?" tanya Alex dingin
"Saya hanya mau sebuah jaminan bahwa kamu tidak akan menceraikan saya dengan mudah setelah kamu menikahi saya," ucap Melinda dengan tegas lalu tersenyum tipis
"Apa yang akan mau kamu minta dari saya?"
"Saya mau kamu menyerahkan setengah dari aset pribadi kamu jika kamu sampai menceraikan saya," ucap Melinda penuh keyakinan
Alex pun tertawa lepas karena hatinya benar-benar merasa terhibur akan sikap sombong Melinda, sedangkan Melinda merasa bingung dengan sikap yang Alex tunjukkan pada saat itu
__ADS_1
"Dengan cara apapun kamu mengancam saya, kamu tidak bisa mendapatkan itu semua?" ucap Alex dengan dingin
"Apa maksud kamu?"
"Mungkin kamu belum mengetahui bahwa semua aset pribadi saya sudah berpindah tangan menjadi milik Dinda, dan satu-satunya yang saya miliki saat ini hanya saham di perusahaan ini." ucap Alex dengan penuh keyakinan
Melinda hanya bisa terdiam dan membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna
"Itu pun terjadi karena saya tidak bisa melakukan itu, bukan karena saya tidak ingin memberikan perusahaan ini kepada Dinda." ucap Alex sambil tersenyum mengejek
Melinda pun langsung memasang wajah serius, dia tak mungkin bisa mempercayai hal tersebut begitu saja
"Apa kamu sedang mempermainkan saya tuan Alexander Wijaya? apa kamu pikir saya tidak berani menyebarkan kesalahan orang tua kamu?" ucap Melinda penuh penekanan
Alex pun tersenyum dingin
"Silahkan lakukan apapun yang kamu mau karena saat ini tidak ada lagi saya takutkan, apa kamu sudah lupa akan sesuatu?"
Melinda hanya terdiam dan menatap Alex dengan tajam
Melinda pun langsung meninggalkan ruangan Alex begitu saja, hatinya benar-benar terbakar api amarah yang teramat besar kepada Dinda. Sesampainya dia di dalam mobilnya dia berusaha untuk menghubungi Dinda, dan saat itu Dinda sudah tidak lagi menghidupkan ponselnya
"Dasar perempuan kurang ajar!! bahkan di saat kamu sudah pergi dan menghilang sekalipun kamu masih tetap meninggalkan masalah untuk saya!!"
Melinda tak mau mempercayai ucapan Alex begitu saja, dia pun segera mengirimkan orang untuk mencari tau tentang itu semua. Dan jiwanya semakin terpukul saat mendengar kabar bahwa itu semua benar adanya, Alex melakukan hal tersebut tak lama setelah mereka membatalkan pertunangan mereka
"Saya pikir kamu perempuan polos ternyata kamu hanya perempuan ular, kamu bahkan berhasil merampas semuanya dari Alex dalam waktu secepat ini!!"
Melinda yang terbakar api amarah pun langsung menemui sang papa dan menceritakan semua yang telah di ketahui, dia berharap sang papa akan berpihak kepada dirinya dan membatalkan semua rencana mereka untuk memiliki Alex
"Apa tujuan kamu menceritakan ini semua sama papa?"
__ADS_1
"Imel mau kita menghentikan semuanya pah, untuk apa lagi Imel berjuang sesuatu yang tidak ada artinya sama sekali?" ucap Melinda penuh keyakinan
Melinda hanya ingin menghentikan itu semua dan meminta sang papa untuk menjadi pendukung, hatinya sudah terlalu lelah untuk memperjuangkan keinginan besar sang papa. Tetapi yang dia dapatkan jauh berbeda dengan apa yang dia harapkan
"Kamu memang anak kandung papa tapi ternyata kamu benar-benar bodoh," ucap sang papa dengan senyuman meremehkan
"Maksud papa?"
"Apa menurut kamu hal terpenting dari Alex adalah aset pribadinya?"
"Tapi kan pah..."
"Kamu boleh saja menilai Alex seperti sebuah cangkang yang kosong saat ini, tapi yang paling berarti dari seorang Alexander Wijaya adalah perusahaan dan nama besarnya." ucap sang papa dengan tegas
"Tapi dengan begini sama aja aku kalau sama perempuan itu pah, dan aku hanya bisa memiliki sisa dari perempuan itu"
"Berhenti untuk mengacau Mel, saat ini jalan untuk kamu sudah terbuka dengan lebar. Papa minta kamu secepatnya untuk menikah dengan Alex," ucap sang papa dengan tegas
Melinda hanya bisa mengikuti keinginan sang papa tanpa berani untuk memberikan perlawanan apapun, dia hanya bisa mengutuk dirinya sendiri di dalam hati karena ketidakberdayaannya
Melinda kini berada di sebuah persimpangan jalan, di satu sisi dia merasa harga dirinya hancur tak tersisa bila dia melanjutkan itu semua. Tetapi di sisi lain sang papa semakin memberikan dia penekanan
Dengan berat hati Melinda hanya bisa menyampaikan kepada Alex bahwa mereka harus segera menikah tanpa perlu ada acara pertunangan, dan sudah pasti Alex mengabulkan semua keinginan gadis tersebut tanpa ada perlawanan sama sekali
Alex dan Melinda melakukan perjanjian pra nikah sesuai dengan keinginan Melinda, di perjanjian tersebut tertulis bahwa Alex akan kehilangan setengah dari saham perusahaan yang dia miliki jika dia menceraikan Melinda setelah mereka menikah
Alex juga menambahkan sebuah poin di dalam perjanjian tersebut, poin tersebut berisi di mana Alex bisa menceraikan Melinda jika terjadi perselingkuhan yang di lakukan oleh Melinda setelah mereka menikah. Dan jika hal tersebut terjadi Alex tak perlu memberikan kompensasi apapun kepada Melinda
Sudah pasti Melinda menanda tangani perjanjian tersebut tanpa rasa ragu sama sekali, karena dia tak pernah berpikir untuk melakukan perselingkuhan setelah dia menikah. Dan Alex hanya tersenyum di dalam hatinya mengikuti semua itu
Waktu pun terus berlalu dan sesuatu yang aneh Melinda rasakan pada saat itu, karena kini Alex terlihat aktif untuk mengurus semua keperluan untuk rencana tersebut. Alex benar-benar menjadi sosok yang berbeda dengan sosok Alex saat mereka mempersiapkan acara pertunangan mereka
__ADS_1
Saat itu hati kecil Melinda sudah merasa aneh dengan itu semua, tetapi sudah pasti gadis tersebut tidak bisa berbuat apapun karena sang papa menunjukkan perasaan bahagia karena keberhasilan dirinya
Tidak ada satupun orang yang tau yang tau dilema yang di rasakan oleh Melinda pada saat itu, ada sebuah perasaan mengganjal di dalam hatinya yang tak bisa dia ungkapkan kepada siapapun. Karena dia yakin apapun yang dia katakan tak akan membuat sang papa merubah jalan pikirannya