Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Permintaan Melinda


__ADS_3

Julian yang tak ingin ada keributan di antara mereka pun mulai mengambil sebuah tindakan


"Kalau kamu merasa kurang nyaman di sini, apa kita pindah tempat aja?" bisik Julian kepada Dinda


Bisikan dari Julian seperti mengembalikan semua kesadaran Dinda yang sempat menghilang entah kemana, Julian hanya berniat membawa Dinda pergi dari tempat itu untuk menghindari permasalahan. Tetapi bisikan dari Julian seperti menjadi sebuah peringatan bagi Dinda


"Kenapa aku yang harus pindah tempat karena merasa ga nyaman? yang saat ini menjadi istri kak Alex kan aku, kenapa aku yang harus menghindar?"


Tanpa rasa ragu sama sekali Dinda mulai melangkahkan kakinya ke arah meja di mana Alex berada, sedangkan Julian hanya bisa pasrah dan mengikuti langkah kaki Dinda dari belakang. Saat tiba di meja itu Dinda pun langsung memberikan senyuman terbaik yang dia punya


"Kamu kenapa bisa ada di sini sayang?" tanya Dinda dengan manja


Sontak saja hal tersebut membuat Alex terkejut bukan main, sedangkan Melinda hanya bersikap biasa saja sambil tersenyum. Alex pun langsung bangkit dari duduknya dengan wajah panik


"Kamu kok ada di sini sayang?"


"Aku tadi datang ke sini bareng kak Julian, rencananya sih habis dari sini aku mau ke kantor kamu sayang tapi ternyata kamu ada di sini. Kamu sendiri kenapa ada di sini sayang?"


"Akh!! kenapa Dinda bisa ada di sini? apa tadi dia sempat dengar sesuatu?" batin Alex dengan wajah panik


"Apa kami boleh ikut gabung di meja kalian?" tanya Dinda sambil tersenyum


Dinda memang menampilkan sebuah senyuman tetapi senyuman tersebut terlihat sangat menakutkan bagi Alex


"Boleh kok sayang," jawab Alex dengan cepat


Melinda yang melihat bahwa dia tak bisa lagi melanjutkan rencananya langsung mengambil amplop coklat yang sempat dia tunjukkan ke Alex


"Sebaiknya saya pamit undur diri, saya tunggu kabar baik dari pak Alex untuk pengajuan yang saya berikan." ucap Melinda dengan sopan


Tanpa rasa bersalah sama sekali Melinda pergi begitu saja meninggalkan mereka bertiga di tempat itu, Dinda mendudukkan tubuhnya sambil menatap tajam ke arah Alex. Dengan perasaan takut Alex pun ikut mendudukkan tubuhnya di samping Dinda, sedangkan Julian terpaksa pasrah dengan keadaan yang ada


Dinda berusaha membuang jauh beban pikirannya pada saat itu, dia pun kembali membahas hal-hal yang di butuhkan bersama Julian. Sedangkan Alex hanya bisa berdiam diri dan tetap di tempat itu menemani Dinda


Setelah merasa cukup Dinda pun langsung bangkit dari duduknya dan membuat Alex secara spontan ikut bangkit dari duduknya, hal tersebut membuat Dinda langsung menatap ke arah Alex dengan tajam


"Kamu mau ke mana kak?" tanya Dinda dengan wajah tak bersahabat

__ADS_1


"Aku mau antar kamu sayang"


"Sebaiknya kamu duduk lagi kak," ucap Dinda penuh penekanan


Dengan bodohnya Alex mendudukkan tubuhnya di tempat semula


"Tadi aku ke sini ga di jemput sama kamu kak jadi sebaiknya aku pulang juga ga perlu di antar sama kamu, lagi pula kan bukan aku yang janjian sama kamu tadi di sini." ucap Dinda penuh penekanan


Dinda pun langsung meninggalkan tempat itu begitu saja meninggalkan Alex yang terlihat kebingungan, Alex pun mulai tersadar saat Julian tertawa lepas


"Kenapa lu ketawa?" tanya Alex sambil menatap tajam ke arah Julian


"Lu yang kenapa Lex? kenapa lu malah duduk lagi?"


Julian pun kembali tertawa lepas


"Jadi gw harus gimana?" tanya Alex dengan wajah bingung


"Ya seharusnya lu kejar dia lah, apa lu ga tau kalau perempuan yang lagi cemburu itu mengerikan?" ucap Julian dengan senyuman mengejek


Alex yang tersadar pun langsung bangkit dari duduknya dan berlari keluar dari tempat itu, Alex berusaha mencari keberadaan Dinda pada saat itu tetapi Dinda sudah menghilang entah kemana


FLASH BACK


Alex yang sedang di sibukkan dengan segudang pekerjaan harus menghentikan semua yang sedang dia lakukan karena dia membaca sebuah pesan yang di kirim oleh Melinda


"Menurut kamu bagaimana reaksi perempuan kamu itu saat dia tau dalang utama dari kecelakaan yang terjadi kepada orang tua dia?"


"Apa dia tau sesuatu tentang kecelakaan itu?" batin Alex sambil mengeraskan rahangnya


Tanpa menunda waktu Alex pun segera menghubungi Melinda


"Apa maksud pesan kamu?"


"Apa kamu penasaran sayang? Kalau kamu memang penasaran dengan pesan yang aku kirim, sebaiknya kamu temui aku di cafe dekat kantor kamu. Dan ingat sayang aku ga suka saat harus menunggu terlalu lama"


Tanpa menunda waktu Alex segera menemui Melinda di tempat yang di tentukan, dan kini Alex pun sudah duduk di hadapan Melinda dengan wajah tak bersahabat

__ADS_1


"Apa maksud pesan kamu?" tanya Alex dengan dingin


"Kamu benar-benar tidak tau atau hanya berpura-pura tidak tau?" tanya Melinda lalu tersenyum tipis


Alex hanya terdiam dan berusaha untuk mengendalikan perasaan yang sedang dia rasakan


"Sejauh apa perempuan ular ini mengetahui rahasia keluarga kami?" batin Alex


Tiba-tiba saja Melinda pun tertawa dan membuat Alex langsung menatap ke arah dirinya dengan tajam


"Menurut dugaan aku sebenarnya kamu sudah tau semuanya, tapi karena kamu sudah tau aku jadi penasaran akan sesuatu sayang..."


Melinda sengaja menggantung ucapannya agar bisa merasa puas mempermainkan Alex


"Apa perempuan itu juga tau masalah ini?" tanya Melinda lalu tersenyum tipis


Alex hanya bisa terdiam sambil mengeraskan rahangnya dan Melinda pun mengeluarkan sebuah amplop berwarna coklat dan meletakkan amplop tersebut di atas meja


"Di dalam situ ada semua bukti yang di butuhkan untuk menentukan siapa dalang utamanya"


Alex hanya bisa terdiam sambil menatap tajam


"Aku ga bisa membayangkan bagaimana perasaan perempuan itu kalau dia sampai tau, bahwa laki-laki yang berada di samping dia saat ini adalah anak dari sang dalang utama"


"Apa mau kamu?" tanya Alex penuh penekanan


"Aku cuma mau perempuan itu merasakan hal yang sama seperti aku, aku mau kamu tinggalkan perempuan itu dan menikahi aku." ucap Melinda dengan serius


"Apa kamu sudah gila?"


Melinda pun tertawa lepas dan langsung menatap serius ke arah Alex


"Ya aku memang sudah gila, dan kalian berdua yang membuat aku menjadi seperti ini." ucap Melinda sambil menggenggam tangan Alex


Alex pun langsung menepis tangan Melinda yang sedang menggenggam tangannya, Alex berusaha sekuat tenaga untuk menahan amarahnya. Tetapi sesuatu yang tak terduga pun terjadi karena tiba-tiba saja Dinda berada tepat di samping meja mereka


FLASH OFF

__ADS_1


Saat itu Alex hanya bisa terdiam dan membeku, hatinya di kuasai oleh perasaan takut yang teramat besar. Dia benar-benar takut bila Dinda akan meninggalkan dirinya untuk selamanya


__ADS_2