Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Curahan Hati Alex


__ADS_3

Hari itu Alex hanya ingin menghabiskan waktu berdua bersama Dinda sehingga dia tak menggunakan jasa supir, dan dia pun mengendarai mobilnya sendiri. Di sepanjang perjalanan Alex terus menggenggam tangan Dinda, seolah dia tak akan mau melepaskan tangan itu walaupun hanya sesaat


Saat melihat sebuah toko bunga Dinda pun meminta Alex untuk menghentikan mobilnya, dan sudah pasti Alex mengikuti keinginan Dinda walaupun dia belum mengetahui tujuan Dinda pada saat itu


"Kenapa berhenti di sini sayang?"


"Kamu tunggu sebentar ya kak," ucap Dinda sambil tersenyum


Dinda pun segera turun dari mobil Alex dan membeli sebuket bunga mawar merah, hal tersebut dia lakukan karena dia tau bahwa sang nyonya besar menyukai bunga mawar merah semasa hidupnya


Dinda pun segera kembali ke mobil Alex setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, sedangkan Alex hanya bisa tersenyum melihat itu semua


"Apa kamu beli itu untuk mama?"


Dinda pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum


"Mama lihat kan mah? pilihan Alex sudah tepat"


"Ayo kak"


Alex pun melanjutkan kembali perjalanan mereka, dan akhirnya mereka pun tiba di sebuah area pemakaman di mana kedua orang tua Alex beristirahat dengan tenang di tempat itu


Alex langsung menggenggam tangan Dinda saat mereka turun dari mobil, hal itu dia lakukan agar bisa memberikan Dinda kekuatan di dalam hatinya. Hingga mereka tiba di makam kedua orang tua Alex yang berdampingan


Dinda pun langsung meletakkan buket mawar merah yang sudah dia siapkan di atas makam sang nyonya besar dan segera kembali ke sisi Alex, Alex pun menggenggam kembali tangan Dinda


"Mah, pah aku datang bersama istri aku. Kami datang ke sini untuk meminta restu dari kalian"


Dinda hanya bisa terdiam dan menatap ke arah Alex dengan tatapan mata yang mulai berkaca-kaca


"Aku memang pernah berharap untuk bisa berdiri di samping kamu sebagai pendamping hidup kamu kak, tapi aku ga pernah menyangka kalau ini benar-benar terjadi setelah semua yang kita lalui"

__ADS_1


Alex pun terlihat memandang makam sang papa dengan tatapan mata yang sulit untuk di artikan


"Alex harus meminta maaf karena Alex ga bisa menjadi anak yang membanggakan seperti yang papa inginkan, Alex juga meminta maaf karena Alex tetap memilih Dinda untuk menjadi wanita pendamping hidup Alex. Alex sudah bertekad membuat Dinda bahagia untuk menebus semua kesalahan yang sudah papa lakukan kepada Dinda dan keluarganya"


FLASH BACK


Alex bangkit dari duduknya dan mulai melangkahkan kakinya dengan pasti ke arah pintu, dan sontak saja hal tersebut membuat Alexa menjadi panik


"Kamu mau ngapain kak?"


"Kak Alex sudah memutuskan untuk memperjuangkan cinta kak Alex, dan itu semua harus di mulai dari membatalkan acara ini." ucap Alex penuh keyakinan


Alexa pun bangkit dari duduknya dengan wajah yang semakin panik


"Kenapa kak Alex harus keras kepala sih? apa susahnya kak Alex melepaskan Dinda? aku yakin Dinda bisa menemukan kebahagiaan dia di luar sana, dan akan ada seribu perempuan yang bersedia untuk menjadi pengganti Dinda!!" ucap Alexa dengan sedikit berteriak


Alex pun langsung menatap ke arah Alexa dengan tatapan mata yang tajam


Alexa pun langsung menundukkan kepalanya dengan wajah tertekan


"Aku mohon sama kamu kak, jangan buat aku harus mengatakan yang satu itu kak. Aku yakin kamu akan semakin merasa menyesal kak," batin Alexa


Alex pun melangkahkan kakinya kembali ke arah Alexa


"Apa lagi yang belum ceritakan ke kak Alex?" tanya Alex penuh penekanan


Alexa pun mulai menatap ke arah Alex dengan wajah penuh penyesalan


"Tolong kak, jangan paksa aku lagi. Kamu cukup lepaskan Dinda kak, kalau kalian tetap bersama kalian akan sulit menemukan kebahagiaan"


"Kalau kamu tetap ga mau bilang, ga masalah. Sekarang juga kak Alex akan keluar dan membatalkan acara ini, kak Alex akan langsung mencari Dinda dan membawa dia pulang." ucap Alex dengan tegas

__ADS_1


"Papa adalah dalang utama di kecelakaan malam itu kak," ucap Alexa lirih


Alex yang mendengar hal tersebut pun langsung mengeraskan rahangnya


"Bilang yang jelas Alexa!! apa belum cukup selama ini kalian semua mempermainkan kak Alex?!!"


Alex berteriak sekuat yang dia bisa untuk meluapkan segala beban yang ada di dalam hatinya pada saat itu


"Papa memerintahkan orang untuk menyingkirkan Dinda pada malam itu kak, tapi ternyata orang tua Dinda yang harus menjadi korban di malam itu." ucap Alexa lirih


"Astaga!! kenapa jalan yang aku tempuh harus seberat ini? aku sendiri ga yakin apa Dinda akan memaafkan kesalahan papa yang satu ini?" batin Alex sambil menutup kedua bola matanya


"Sekarang kamu ngerti maksud aku kan kak? jalan terbaik yang ada untuk saat ini cuma kamu melepaskan Dinda kak, dengan begitu dia ga perlu tau semua tentang ini"


Alex pun menatap ke arah Alexa dengan tatapan mata penuh rasa bersalah


"Kak Alex memang ga akan tau keputusan akhir Dinda, tapi setidaknya kak Alex harus memperjuangkan cinta kami dulu." ucap Alex dengan lirih sambil tersenyum getir


"Apa kamu yakin kak? kalau Dinda tetap memilih untuk pergi, kamu cuma akan merasakan sakit kak"


"Kak Alex akan anggap itu sebagai hukuman yang harus kak Alex terima untuk menebus kesalahan papa dan keluarga kita di masa lalu"


Alexa pun tak bisa lagi menghalangi pilihan Alex pada saat itu, dengan langkah kaki yang pasti Alex keluar dari ruangan tersebut dan mengumumkan bahwa dia akan membatalkan acara tersebut


Sudah pasti keadaan di sana menjadi riuh akibat pengumuman yang Alex lakukan, keluarga besar Melinda pun langsung meminta penjelasan untuk itu semua. Dengan dingin Alex mengingatkan tentang perjanjian awal mereka, dan keluarga besar Melinda pun tak bisa berbuat lebih jauh lagi


FLASH OFF


Alex pun melemparkan sebuah senyuman yang terlihat hangat kepada Dinda dan Dinda hanya bisa membalas dengan senyuman


"Maafin aku ya Din, karena aku cuma laki-laki pengecut yang bahkan ga memiliki keberanian untuk mengungkap semua rahasia keluarga aku. Aku juga minta maaf karena aku menjadi laki-laki yang ga tau diri dengan meminta kamu untuk tetap ada di samping aku, padahal kesalahan yang sudah di lakukan papa aku terlalu besar terhadap kamu"

__ADS_1


Selama di tempat itu Dinda tak memiliki keinginan untuk mengganggu Alex sama sekali, dia yakin saat itu Alex sedang mencurahkan isi hatinya di depan makam kedua orang tuanya. Sedangkan dia hanya berbicara dalam hati untuk merestui hubungan dirinya dan Alex


__ADS_2