Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Menata Hati


__ADS_3

Dinda membuang nafasnya dengan kasar saya mengetahui siapa yang sedang menghubungi dirinya, beban hatinya sudah terlalu banyak pada saat itu dia tak ingin menambah lagi beban hati yang sudah ada


"Maaf tuan tapi saya rasa ucapan saya waktu itu sudah jelas, saya rasa kita tidak perlu lagi bertemu karena tidak ada lagi yang perlu kita bahas di antara kita." ucap Dinda dengan tegas


"Sepertinya kamu salah mengerti dengan tujuan saya meminta kamu untuk menemui saya, saya ingin bertemu dengan kamu bukan untuk membahas masalah di antara kita. Saya perlu membahas masalah yang terjadi antara kamu, Alex dan Melinda"


"Kenapa dia bisa sebut nama mbak Melinda? apa dia tau sesuatu?" batin Dinda sambil mengerutkan keningnya


"Apa maksud anda tuan?" tanya Dinda penuh penekanan


"Kalau memang ingin tau maksud saya temui saya sekarang juga, saya yakin saat ini kamu sedang menghadapi sebuah masalah. Saya harap saya bisa memberikan kamu sedikit bantuan"


Tanpa menunggu jawaban dari Dinda terlebih dahulu pria tersebut sudah memutuskan sambungan teleponnya, dan mengirimkan sebuah pesan tentang alamat sebuah tempat


"Ini tempat umum dia ga mungkin berbuat sesuatu yang aneh di tempat umum, ga ada salahnya aku temui dia dulu. Sepertinya dia mengetahui sesuatu yang telah terjadi di antara kami bertiga," gumam Dinda


Dinda pun segera menuju ke tempat yang telah di tentukan, dan kini Dinda pun sudah duduk berhadapan dengan pria yang pernah menghabiskan malam bersama dirinya


"Mengapa tuan ingin bertemu dengan saya?" tanya Dinda dengan wajah serius


Pria tersebut mulai menatap Dinda dengan lekat


"Pertama hentikan memanggil saya dengan sebutan tuan, karena saya tidak suka dengan panggilan seperti itu. Kamu bisa memanggil saya dengan nama saya Irwan," ucap pria tersebut dengan tegas


"Saya rasa kurang pantas jika saya memanggil anda dengan nama anda karena kita tidak terlalu akrab"


"Terserah kamu memanggil saya dengan sebutan apa, tetapi hentikan memanggil saya dengan sebutan tuan." ucap pria tersebut penuh penekanan


Dinda hanya menganggukkan sedikit kepalanya tanda mengerti


"Apa kamu tau alasan saya meminta kamu menemui saya?"

__ADS_1


Dinda hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya, tiba-tiba saja ponsel Irwan pun berdering dan sesuatu yang sedang dia harapkan terjadi tepat pada waktunya


"Ini alasan saya meminta kamu untuk menemui saya," ucap Irwan sambil menunjukkan nama yang tertera di ponselnya


"Mbak Melinda? ternyata mereka saling kenal dan saling berkomunikasi," batin Dinda sambil menatap tajam


Untuk sesaat Dinda sudah berpikir yang tidak-tidak tentang niat Irwan yang sesungguhnya, sedangkan laki-laki tersebut hanya tersenyum tipis melihat sikap Dinda yang seperti itu


Irwan meletakkan jari telunjuknya di bibir tanda dia meminta Dinda tak mengeluarkan suara sama sekali, dia pun menjawab panggilan telepon Melinda dengan pengeras suara


"Halo"


"Waktu yang saya berikan kepada Alex tinggal tiga hari lagi, jadi apa keputusan anda?"


Dinda pun hanya bisa terdiam sambil mengerutkan keningnya karena dia semakin yakin orang yang menghubungi laki-laki di hadapannya adalah Melinda


"Masih ada waktu, beri saya satu hari lagi untuk membuat keputusan. Tapi kamu tenang saja saya sudah berada di kota ini karena ada pekerjaan"


Melinda sempat terdiam untuk sesaat seperti dia sedang memikirkan sesuatu, sedangkan baik Dinda maupun Irwan merasa sedikit takut jika Melinda menyadari sesuatu


"Saya mengerti, tapi jika saya bergabung bukankah lebih menjanjikan untuk kamu?"


"Tapi anda pun akan mendapatkan yang anda inginkan," ucap Melinda dengan sombongnya


"Bagaimana pun juga saat ini kita berada di perahu yang sama, apa saya bisa menanyakan sesuatu kepada kamu?"


"Apa yang ingin anda ketahui?"


"Seandainya perempuan itu memaafkan semua yang telah terjadi, langkah apa yang akan kamu ambil?" tanya Irwan dengan serius


Dinda yang mendengar hal tersebut langsung menatap Irwan dengan serius

__ADS_1


"Apa dia juga tau tentang masalah itu?" batin Dinda


"Mudah saja, saya akan membuat seluruh dunia mengetahui perbuatan orang tua Alex di masa lalu." ucap Melinda dengan penuh keyakinan


Hati Dinda semakin tak menentu mendengar jawaban Melinda saat itu, rasanya dia ingin berteriak dan memaki-maki Melinda saat itu juga. Tetapi Irwan memberikan tanda dengan tangannya tanda meminta Dinda untuk lebih tenang


"Tapi itu artinya kamu menghancurkan Alex, bila seperti itu keuntungan apa yang bisa kamu dapatkan?"


"Setidaknya saya bisa melihat kehancuran Alex dan perempuan itu, mereka ga berhak tertawa bahagia di atas penderitaan saya. Jika saya tidak bisa mendapatkan Alex maka saya akan menghancurkan Alex," ucap Melinda dengan serius


Irwan menatap ke arah Dinda yang saat itu hanya bisa terdiam sambil menahan air matanya yang akan terjatuh


"Tapi anda tenang saja tuan, karena saya yakin Alex akan memilih untuk melepaskan perempuan itu secara baik-baik. Dia tidak akan sanggup melihat perempuan itu bersedih karena masalah ini"


"Rencana yang sempurna, secepatnya saya akan memberikan kabar kepada kamu"


Irwan pun langsung menatap ke arah Dinda dengan lekat setelah dia menyelesaikan percakapan antara dirinya dan Melinda


"Saya harus jelaskan kepada kamu terlebih dahulu, bahwa yang di maksud Melinda dengan permasalahan ada.."


Irwan tak bisa menyelesaikan kata-kata yang akan dia ucapkan karena Dinda langsung membuka suara


"Saya sudah tau pak," ucap Dinda lirih


Irwan hanya bisa terdiam dan menatap Dinda semakin lekat, dia hanya ingin memastikan terlebih dahulu sejauh apa Dinda mengetahui permasalahan yang ada


"Orang tua kak Alex yang merencanakan kecelakaan yang terjadi kepada bapak saya," ucap Dinda lirih


Dan akhirnya air mata Dinda mulai mengalir bebas dari mata indahnya, Irwan hanya bisa terdiam dan terus menatap ke arah Dinda dengan tatapan mata yang sulit di artikan


"Ternyata kamu sudah tau tentang masalah itu, kamu memang perempuan yang hebat. Beruntung laki-laki yang bisa memiliki kamu untuk mendampingi hidupnya, langkah apapun yang akan kamu tempuh saat ini saya akan berusaha untuk membantu kamu." batin Irwan dengan bersungguh-sungguh

__ADS_1


Irwan hanya bisa terdiam sambil terus memperhatikan Dinda, hanya itu yang bisa dia lakukan pada saat itu karena dia tak ingin melakukan sesuatu yang di luar batas untuk menghargai Dinda. Saat itu di dalam hati Irwan tidak ada terselip sedikit pun niat buruk terhadap Dinda


Dinda sedang berusaha untuk menata hatinya terlebih dahulu, karena kini dia juga harus memikirkan tentang ancaman yang Melinda katakan bila dia memaafkan semua yang terjadi di masa lalu begitu saja


__ADS_2