
Entah apa yang ada di dalam pikiran Alex pada saat itu, yang pasti hatinya benar-benar seperti terbakar dengan semua sikap yang Dinda tunjukkan kepada dirinya
Tiba-tiba saja Alex pun bangkit dari duduknya dan mulai melangkahkan kakinya dengan pasti ke arah Dinda, dia pun mulai menghentikan langkah kakinya saat berada tepat di hadapan Dinda dan menatap Dinda dengan tajam
"Apa sedikit pun perasaan kamu tidak merasa terganggu saat kamu bertemu dengan saya?" tanya Alex dengan dingin
"Kalau anda berharap saya akan menangis di hadapan anda sudah pasti anda salah besar tuan Alexander Wijaya, karena anda adalah orang yang sudah membuat hati saya hancur berkeping-keping"
"Maaf pak sebelumnya, tetapi di mata saya anda tak ada bedanya dengan semua klien yang selama ini saya layani." ucap Dinda dengan sopan sambil tersenyum tipis
Sikap yang Dinda tunjukkan benar-benar membuat api amarah Alex tak dapat di bendung lagi, di mata Alex semua sikap yang Dinda tunjukkan benar-benar sudah keterlaluan. Tiba-tiba saja Alex menarik tengkuk leher Dinda dan mencium bibir Dinda secara paksa
Untuk sesaat Dinda hanya bisa membulatkan kedua bola matanya karena merasa terkejut, tetapi tak lama kemudian Dinda yang merasa tak terima pun segera meronta sekuat yang dia bisa untuk melepaskan ciuman yang Alex lakukan. Dinda pun langsung menatap Alex dengan tajam saat berhasil melepaskan ciuman tersebut
"Apa kamu masih ga merasakan apapun saat saya cium bibir kamu seperti dulu?" tanya Alex dengan senyuman sinis
Dinda yang sudah terbakar emosi pun ikut menampilkan senyuman sinis
"Apa anda menganggap itu sebagai sebuah ciuman pak? bagi saya itu tak lebih dari sebuah daging yang menempel di bibir saya pak." ucap Dinda dengan nada suara sinis
"Apa dari dulu aku memang ga pernah ada di dalam hati kamu Din? kamu benar-benar perempuan jahat!!." batin Alex sambil mengeraskan rahangnya
Alex yang tak ingin menyakiti Dinda lebih jauh memilih untuk langsung meninggalkan Dinda begitu saja, dia pun kembali ke bangku kebesarannya untuk mengurangi rasa amarah yang sedang menguasai hatinya. Dan hanya ada keheningan di antara mereka berdua setelah kejadian itu
FLASH BACK
"Apa kamu yakin sudah menemukan dia?"
__ADS_1
"Benar, maaf karena setelah sekian lama kami baru berhasil menemukan dia pak." ucap orang yang duduk tepat di hadapan Alex
Alex pun mengulurkan tangannya tanda dia meminta data yang dia butuhkan, orang yang ada di hadapan Alex pun langsung menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat terhadap Alex
"Apa akhirnya aku berhasil menemukan kamu Dinda?"
Tanpa menunda waktu lagi Alex langsung membuka amplop coklat yang berada di tangannya dan memeriksa isi amplop tersebut, Alex pun langsung mengeraskan rahangnya saat melihat beberapa foto berada di dalam amplop tersebut. Semua foto-foto tersebut adalah foto perempuan yang selama empat tahun ini dia cari yaitu Dinda
"Akhirnya aku benar-benar berhasil menemukan kamu Adinda Salsabila, aku janji akan membuat perhitungan untuk semua yang sudah kamu lakukan Din!! aku bahkan sudah mempersiapkan banyak hal untuk kamu, tapi balasan yang kamu berikan untuk aku benar-benar menyakitkan Din!!"
"Di mana dia selama ini?"
"Selama ini dia tinggal bersama ibunya di sebuah pulau terpencil, dan baru beberapa hari dia kembali ke kota ini pak"
"Berapa lama mereka tinggal di pulau itu?"
"Setelah mereka meninggalkan kota ini pak"
Orang tersebut mulai menceritakan semua tentang keseharian Dinda dan kegiatan Dinda selama ini, orang tersebut pun memberitahukan kepada Alex alasan Dinda yang sebenarnya kembali ke kota itu
Alex pun mulai merencanakan pertemuan dirinya dengan Dinda, bukan hal yang sulit bagi seorang Alexander Wijaya untuk merencanakan itu semua. Dengan mudah dia bisa mendapatkan seorang wanita untuk memuluskan rencananya
Event organizer tempat Dinda bekerja merasa sangat beruntung karena telah di pilih oleh seseorang yang sangat ternama seperti Alexander Wijaya, tanpa ada satu pun orang yang mengetahui tujuan Alex yang sebenarnya
Tempat Dinda bekerja hanya tau bahwa mereka harus memberikan hasil yang terbaik untuk kali ini, karena Alex menawarkan nominal yang sangat fantastis kepada mereka. Dengan sebuah catatan yaitu Dinda harus menjadi penanggung jawab utama dari acara tersebut
FLASH OFF
__ADS_1
Alex yang sudah mendudukkan tubuhnya di atas bangku kebesarannya seperti mengabaikan keberadaan Dinda pada saat itu, sedangkan Dinda hanya bisa pasrah karena dia harus bisa melaksanakan tugas yang satu ini dengan baik. Keheningan di antara mereka terpecah saat Melinda tiba di tempat itu
"Maaf ya mbak tadi tiba-tiba aja mobil aku ada sedikit kendala, aku akhirnya minta di jemput sama supir supaya bisa secepatnya sampai di sini." ucap Imel dengan sopan
"Ga masalah kok bu, saya juga belum terlalu lama tiba di sini"
Setelah sedikit berbasa-basi Melinda meminta Alex untuk bergabung bersama mereka, Alex pun langsung meninggalkan bangku kebesarannya dan ikut bergabung bersama mereka
Imel terlihat sangat antusias untuk mendengarkan semua penjelasan dari Dinda, sedangkan Alex tetap terlihat dingin dan sesekali berusaha mencuri pandang ke arah Dinda. Dan hati Alex benar-benar tak merasa suka dengan sikap Dinda yang sama sekali tak merasa terganggu akan semua itu
Setelah menyelesaikan semua tugasnya Dinda pun segera berpamitan dan meninggalkan Alex bersama Imel, Dinda telah membulatkan hatinya untuk melupakan Alex untuk selamanya. Tetapi itu tidak terjadi kepada Alex, semua sikap yang Dinda tunjukkan membuat Alex semakin berniat untuk membalas rasa sakit hatinya kepada Dinda
Tak lama dari kepergian Dinda Alex pun meminta Imel untuk meninggalkan tempat itu, Alex menggunakan alasan banyak pekerjaan menanti dirinya. Imel pun hanya bisa pasrah dan mengikuti keinginan Alex
Selepas kepergian Imel dari tempat itu Alex pun segera menghubungi seseorang, hati Alex pada saat itu sudah di butakan oleh sebuah perasaan yang di sebut amarah. Perasaan cinta yang pernah dia miliki terhadap Dinda benar-benar telah terkalahkan oleh amarah
"Selamat siang pak"
"Bagaimana?"
"Kami sudah memastikan semuanya pak, dan semua sama persis dengan informasi terakhir yang saya sampaikan kepada bapak. Dia membawa ibunya kembali ke kota ini agar ibunya bisa mendapatkan pengobatan yang lebih baik, dan menurut informasi terbaru yang saya dapatkan penyakit ibunya Dinda sudah cukup mengkhawatirkan pak"
"Ikuti terus perkembangan yang ada, dan saya mau jadi orang pertama yang tau saat keadaan mereka sudah benar-benar di ujung tanduk." ucap Alex dengan dingin
"Baik pak"
Alex pun segera memutuskan sambungan teleponnya
__ADS_1
"Saya akan menghancurkan kesombongan kamu selama ini Din, dulu kamu terlalu sombong karena saya terlalu mencintai kamu. Maka sekarang saya akan menghancurkan kesombongan kamu itu menjadi berkeping-keping"
Dinda mungkin menganggap bahwa pertemuan dirinya dengan Alex hanya sebuah kebetulan yang tidak di rencanakan, Dinda bahkan tak akan menyangka bahwa acara pertunangan Alex bisa terjadi hanya untuk bertemu dirinya dan menyakiti hatinya