
Dinda tak lagi mempunyai kesempatan untuk melihat keadaan Alex karena pada pagi buta kedua orang tua Alex sudah berada di rumah sakit, mereka memutuskan untuk segera kembali saat urusan mereka telah selesai
Nyonya Helen pun langsung meneteskan air matanya saat melihat keadaan sang buah hati, terdapat jahitan di wajah tampan sang anak dan keadaan tangan Alex yang masih menggunakan gips
"Kamu kok bisa sampai begini sih sayang?"
"Aku baik-baik aja kok mah"
Nyonya Helen terus memperhatikan keadaan Alex, satu per satu lebam yang menghias kulit Alex tak luput dari perhatiannya. Begitu juga sang pemimpin keluarga Wijaya dia memperhatikan Alex dengan seksama tetapi memiliki pemikiran yang berbeda jauh dengan sang istri
Ibunya Dinda pun di perintahkan kembali ke kediaman keluarga Wijaya karena meraka yang akan menemani Alex di rumah sakit, setelah cukup lama pemimpin keluarga Wijaya meminta sang istri untuk membeli makanan dan minuman hangat untuk mereka
Ternyata sang pemimpin keluarga Wijaya melakukan hal tersebut karena ingin bicara empat mata terhadap Alex, dia sengaja meminta istri untuk membeli sesuatu agar bisa berdua bersama Alex di dalam ruangan tersebut. Sang pemimpin keluarga Wijaya pun mulai menatap ke arah Alex di dengan serius
"Apa kamu ga merasa ada sesuatu yang harus kamu jelaskan ke papa?"
Alex tetap berusaha menunjukkan sikap yang biasa kepada sang papa pada saat itu
"Aku harus menjelaskan apa ke papa? ini benar-benar cuma kecelakaan"
"Bagaimana kamu bisa mengalami kecelakaan saat kamu cuma berduaan bersama Dinda? dan yang paling mengganggu pikiran papa apa yang kalian berdua lakukan di taman?" tanya sang pemimpin keluarga Wijaya penuh penekanan
"Semuanya cuma kebetulan aja pah"
Sang pemimpin keluarga Wijaya pun menatap ke arah Alex dengan seksama
__ADS_1
"Apa harus papa jelaskan secara detail sama kamu yang mengganggu pikiran papa saat ini?"
"Waktu pulang kampus aku harus pergi ke toko buku dulu karena ada buku yang harus aku beli dan saat pulang aku merasa kurang enak badan, jadi aku putuskan untuk berhenti sebentar di situ hanya kebetulan aja ternyata itu di taman pah. Waktu aku sudah merasa lebih baik aku ajak Dinda pulang dan sebelum ke mobil aku berniat mau beli air minum, dan tiba-tiba aja kecelakaan itu terjadi"
Alex terus menunjukkan sikap dingin yang selama ini sudah melekat pada dirinya untuk menghilangkan kecurigaan sang papa, sang papa pun hanya bisa terdiam walaupun jauh di dalam lubuk hatinya masih ada keraguan dengan penjelasan Alex pada saat itu
"Aku minta maaf karena aku sudah membuat mama dan papa khawatir, aku janji ga akan melakukan sesuatu yang akan membuat kalian khawatir lagi." ucap Alex dengan bersungguh-sungguh
"Semoga apa yang kamu ucapkan itu benar Alex, sedekat apapun kamu sama Dinda kamu tidak boleh memiliki hubungan yang spesial dengan anak itu. Kamu harus ingat kalau anak itu berbeda jauh dengan kita, dan kamu hanya boleh berhubungan dengan gadis yang berasal dari kalangan kita." ucap sang papa dengan tegas
"Aku paham pah"
"Bagus kalau kamu paham"
"Sekarang aku paham apa membuat Dinda takut untuk memulai hubungan ini, aku janji akan bekerja keras untuk membuka jalan ini untuk kamu Din. Karena kamu adalah perempuan pertama yang berhasil menghangatkan hati aku"
Waktu pun terus berlalu dengan sangat cepat tanpa terasa Alex sudah kini sudah lulus, kuliah dan secara otomatis dia pun mulai bergabung di perusahaan sang papa untuk di didik sebagai calon sang penerus. Sedangkan Alexa lebih memilih untuk merintis karir di tempat nan jauh di sana
Alex yang sudah mulai bekerja akhirnya memulai perjuangan cintanya untuk mendapatkan Dinda, Alex bekerja lebih keras dari pada siapapun yang berada di sana. Alex hanya ingin secepat mungkin membuka jalan yang lebar untuk Dinda
Tanpa sepengetahuan Dinda Alex telah membuat seribu rencana bagi masa depan mereka berdua, dia pun meminta maaf kepada Dinda karena kini dia tak mempunyai banyak waktu untuk menemani Dinda seperti sebelumnya
Di saat Alex sedang berjuang sekuat tenaga untuk mewujudkan mimpinya menjadikan Dinda sebagai pendamping hidupnya, di saat yang bersamaan sebuah masalah yang sangat besar sedang menanti kisah cinta mereka. Dan akan menjadi sebuah tragedi yang akan membuat Alex dan Dinda saling menyakiti
Keseriusan Alex dalam bekerja berhasil membuat sang pemimpin keluarga Wijaya menjadi bangga, tetapi dia memiliki pemikirannya sendiri melihat Alex yang seperti itu. Keseriusan Alex dalam bekerja membuat sang papa berpikir bahwa Alex sudah dewasa dan berpikir bahwa sudah saatnya bagi Alex membina rumah tangga
__ADS_1
Tanpa membicarakan hal tersebut kepada Alex terlebih dahulu, sang pemimpin keluarga Wijaya saat itu langsung membuat keputusan untuk menjodohkan Alex dengan seorang gadis yang telah dia pilih. Dan hal tersebut akan dia umumkan pada saat pesta ulang tahun perusahaannya
Detik demi detik pun terus berlalu bahkan hari telah berganti dengan hari yang lainnya, dan tanpa terasa hari ulang tahun perusahaan keluarga Wijaya sudah berada di depan mata. Bahkan Alexa sudah kembali ke kota itu untuk menghadiri acara tersebut
Saat Alexa kembali ke kota itu sudah pasti dia akan meminta Dinda untuk menemani dirinya tidur di dalam kamarnya, Dinda pun langsung memberikan kabar kepada Alex agar tidak menghubungi dirinya karena dia berada di dalam kamar Alexa
Kini Dinda dan Alexa sudah berbaring di atas tempat tidur, Alexa yang tak mengetahui hubungan antara Alex dan Dinda pun membuka rencana sang papa untuk Alex kepada Dinda
"Apa kamu pernah dengar kak Alex dekat dengan seorang gadis Din?" tanya Alexa dengan wajah serius
Dinda yang tak tau harus menjawab apa hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya
"Aku punya satu rahasia, tapi kamu harus janji kamu ga boleh bocor kan rahasia ini ke kak Alex ya Din," ucap Alexa dengan bersungguh-sungguh
Dinda pun menjawab dengan anggukan kepalanya
"Apa kamu tau alasan aku pulang Din?"
"Untuk menghadiri acara ulang tahun perusahaan bapak kan kak," jawab Dinda dengan polosnya
Tiba-tiba saja wajah Alexa terlihat sedikit tertekan dan dia pun menggelengkan kepalanya
"Kalau cuma untuk menghadiri acara seperti itu buat apa aku sampai rela pulang Din, padahal saat ini kerjaan aku di sana lagi lumayan banyak"
"Berarti apa alasan kak Alexa pulang kalau bukan untuk datang ke acara itu kak?"
__ADS_1
"Karena nanti di acara itu papa berniat menjodohkan kak Alex sama perempuan pilihan papa, makanya sekarang aku ada di sini Din"