
Alex pun membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna melihat tingkah Dinda yang seperti itu
"Jangan bersikap seperti itu lagi Din," ucap Alex sambil membuang pandangan matanya
"Kenapa kak? apa kamu ga suka kalau aku panggil kamu sayang? atau kamu cuma mau di panggil sayang sama mbak Melinda aja?" tanya Dinda dengan nada suara sinis
Alex pun langsung menatap ke arah Dinda
"Kamu kok ngomong asal gitu sih sayang, selama ini aku ga pernah perduli apapun yang perempuan itu lakukan. Aku minta kamu ga berbuat seperti itu karena takut aku ga bisa menahan diri"
"Maksud kamu kak? menahan diri dari apa?" tanya Dinda dengan polosnya
Alex pun memberikan senyuman yang penuh arti dan mulai mendekatkan bibirnya ke telinga Dinda
"Apa yang semalam masih kurang sayang? apa sekarang kamu lagi mengundang aku untuk melakukan serangan itu lagi?" bisik Alex dengan suara yang menggoda
Dinda yang paham arah ucapan Alex pun segera mendorong tubuh Alex sambil memasang wajah masam, Alex yang melihat sikap Dinda seperti merasa semakin gemas dan ingin mengerjai Dinda lebih jauh lagi. Dia pun mulai mendekatkan kembali tubuhnya ke arah Dinda sambil tersenyum menggoda
"Ga masalah kok sayang kalau kamu yang mau, aku kasih kamu jaminan kalau aku masih sanggup untuk melakukan seperti yang semalam." ucap Alex sambil tersenyum menggoda
Dinda sampai merasa bulu kuduknya merinding melihat senyuman Alex yang seperti itu, Dinda bahkan sampai membuat pertahanan dengan meletakkan kedua tangannya di depan dadanya
"Kok kamu sekarang jadi mesum sih kak?"
"Ga ada salahnya dong aku mesum sama istri aku sendiri"
"Akh!! kak ini masih siang kak!!"
Dinda berteriak sekuat yang dia bisa sambil menutup kedua bola matanya, tetapi setelah cukup lama Dinda tak merasakan mendapatkan serangan apapun. Secara perlahan Dinda mulai membuka kedua bola matanya dan wajah Alex tepat berada di hadapan wajahnya
Dinda yang merasa terkejut pun hampir saja terjatuh dari atas sofa, dengan cepat Alex langsung menangkap tubuh Dinda dan membuat tubuh Dinda masuk ke dalam pelukannya. Alex pun mencium ujung kepala Dinda dengan lembut
"Aku ga akan sampai hati meminta itu lagi sama kamu sayang, makanya aku minta kamu jangan bersikap seperti itu lagi. Jangan membuat aku ga bisa menahan diri," ucap Alex dengan lembut
Mereka berdua benar-benar merasa bahagia seolah perjuangan panjang yang mereka lalui selama ini kini sudah terbayar lunas, dengan setia Alex membiarkan tubuh mungil Dinda di dalam pelukannya sambil terus memainkan rambut Dinda
__ADS_1
"Mumpung kita lagi libur apa ada tempat yang mau kamu datangi sayang?"
Dinda pun menjawab dengan menggelengkan kepalanya
"Kalau kamu kak?"
Alex tampak ragu untuk mengucapkan kata-kata yang sudah berada di ujung lidahnya pada saat itu
"Kenapa kak?" tanya Dinda dengan wajah serius
"Sebenarnya aku mau ajak kamu ke makam kedua orang tua aku, gimana juga kamu udah jadi istri aku. Jadi aku mau mengenalkan kamu ke mereka," ucap Alex dengan berhati-hati
Dalam sekejap ekspresi wajah Dinda pun berubah dan Alex bisa merasakan guratan kesedihan dari ekspresi wajah Dinda pada saat itu
"Kamu masih marah sama mereka ya?"
Dinda pun memilih untuk diam dengan ekspresi wajah yang sama
"Kalau kamu belum siap kita bisa lakukan kapan-kapan aja kok sayang, tapi jangan sedih lagi ya." ucap Alex dengan lembut
"Sebenarnya aku ga marah kok sama mereka kak, lebih tepatnya aku cuma merasa sedikit kecewa. Waktu itu saat aku datang dan memohon bantuan mereka, kedua orang tua kamu sama sekali ga mau membantu kami," ucap Dinda dengan lirih
Alex pun langsung memeluk tubuh Dinda dengan sangat erat
"Kamu hanya tau sejauh itu tapi kamu sudah kelihatan sedih Din, bagaimana aku bisa jujur ke kamu tentang semuanya? aku ga sanggup kalau harus melihat kamu menangis lagi Din, aku juga ga akan sanggup kehilangan kamu lagi Din. Maaf kalau akhirnya aku menjadi orang yang pengecut karena takut kehilangan kamu"
Entah mengapa saat itu Dinda merasakan bahwa pelukan yang Alex berikan mengandung sebuah ketakutan dan perasaan bersalah yang teramat besar
"Kamu kenapa kak?" tanya Dinda dengan lembut
Cukup lama Alex hanya terdiam sambil terus memeluk tubuh mungil Dinda, hingga akhirnya dia mulai membuka suara dengan nada suara yang lirih
"Sebagai seorang anak aku cuma bisa memohon maaf atas kesalahan kedua orang tua aku sama kamu, aku janji aku akan berusaha untuk menebus semua kesalahan kami ke kamu"
"Kamu ngomong apa sih kak? aku kan udah bilang kalau aku ga marah sama mereka, dan jujur aja semakin lama sebenarnya aku bisa sedikit mengerti perasaan mereka." ucap Dinda dengan tulus
__ADS_1
Alex pun mulai memiliki keberanian dan melepaskan pelukannya, dia menatap ke arah Dinda dengan tatapan mata penuh rasa penyesalan. Sedangkan Dinda memberikan senyuman terbaik yang dia punya
"Mereka pasti kecewa sama aku karena mereka pikir aku menggoda kamu, padahal mereka sudah berbuat baik ke aku. Mungkin perasaan kecewa mereka terhadap aku terlalu besar, itu juga yang membuat mereka ga bersedia membantu kami." ucap Dinda sambil tersenyum hangat
Hal tersebut membuat Alex semakin merasa bersalah dia pun memeluk kembali tubuh mungil Dinda dengan sangat erat
"Bukan cuma itu Din, bukan cuma itu kesalahan yang sudah papa aku lakukan terhadap kamu dan keluarga kamu. Aku bahkan ga memiliki keberanian untuk menceritakan itu semua ke kamu, aku benar-benar takut kehilangan kamu Din"
Dinda memang tak mengetahui apa yang ada di dalam pikiran Alex pada saat itu, tetapi pelukan Alex saat itu membuat ada sebuah perasaan yang mengganjal di dalam hati Dinda
Setelah cukup lama Alex pun mulai melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Dinda dengan tatapan mata yang sulit di artikan, Dinda pun menampilkan sebuah senyuman yang hangat
"Maafin orang tau aku ya"
"Kalau kamu aja bisa memaafkan kesalahan aku, kenapa aku ga bisa belajar untuk memaafkan kesalahan orang tua kamu kak?" ucap Dinda sambil tersenyum
Alex pun langsung memeluk tubuh Dinda
"Terima kasih"
"Terima kasih Din, kamu ga tau seberapa berartinya kata maaf kamu untuk orang tua aku. Maaf karena aku belum siap untuk mengatakan semuanya ke kamu," batin Alex
Tiba-tiba saja Dinda mulai melepaskan tubuhnya dari pelukan Alex
"Ayo kak kita siap-siap"
Dinda pun mulai bangkit dari duduknya
"Kita mau pergi ke mana sayang?" tanya Alex dengan wajah bingung
"Katanya kita mau ke makam orang tua kamu"
"Apa kamu yakin sayang?"
"Bagaimana aku bisa menjadi menantu yang baik kalau aku ga meminta restu dari mereka?"
__ADS_1
Alex pun benar-benar merasa beruntung bisa memiliki wanita sebaik Dinda