
Ibu Sari terus menatap ke arah Alex dengan tatapan mata yang sulit di artikan
"Kurang lebih saya tau bi, dengan alasan yang sama juga saya sudah berjanji di dalam hati saya untuk membahagiakan Dinda di sisa umur saya bi." ucap Alex penuh keyakinan
Tanpa ada satu orang pun sadar bahwa apa yang sedang mereka lakukan di lihat secara langsung oleh Melinda, ternyata salah satu pekerja yang berada di sana sudah menjadi orang bayaran Melinda. Tetapi itu semua tidak bisa berlangsung lama karena ada pekerja lain yang berada di sana
Melinda tersenyum puas walaupun dia hanya menyaksikan sebagian dari percakapan mereka, dia memang tidak perduli dengan keputusan akhir dari masalah tersebut. Karena yang dia hanya menjadikan itu sebagai sebuah peringatan bagi Alex, dan pekerja itu langsung pergi untuk menghindari kecurigaan yang lain
"Tapi den Alex juga harus bisa memahami perasaan saya sebagai seorang ibu, ibu mana yang akan rela melihat anak mereka di perlakukan seperti itu?" ucap ibu Sari lirih sambil berkaca-kaca
"Sebagai seorang anak saya hanya bisa memohon maaf atas perbuatan kedua orang tua saya di masa lalu, dan sebagai seorang ibu apa bibi ga ingin melihat Dinda hidup bahagia bersama saya bi?"
Alex adalah seorang pebisnis yang handal, bukan hal yang sulit bagi dirinya membuat seseorang bisa yakin dan percaya kepada dirinya. Tetapi sekali ini dia bukan sedang berjuang untuk materi tetapi dia sedang berjuang demi hatinya
"Karena saya memikirkan kebahagiaan anak saya, itu alasannya saya meminta kalian untuk berpisah. Kami ini hanya orang kecil den, orang seperti kami tidak memiliki kekuatan untuk melawan orang seperti kalian. Bahkan orang seperti kami tidak mempunyai hak untuk mengeluarkan suara di hadapan kalian," ucap ibu Sari dengan sinis
Ibu Sari masih bisa mengingat semuanya dengan jelas bagaimana mereka di perlakukan pada malam itu, mereka bagaikan seseorang yang tidak ada artinya sama sekali bila berhadapan dengan orang besar seperti keluarga Alex
Dan Alex pun tersenyum penuh kemenangan pada saat itu, seolah dia sudah mempunyai sebuah senjata yang ampuh untuk mematahkan ucapan ibu Sari pada saat itu
"Sekali lagi saya mengucapkan permohonan maaf atas kesalahan kedua orang tua saya di masa lalu, tapi apa yang baru aja bi Sari katakan ga akan pernah terjadi sama Dinda bi. Bahkan jika Dinda meminta berpisah dari saya, saya akan langsung menjadi orang yang tidak mempunyai apapun bi." ucap Alex penuh dengan serius
Sontak saja ucapan Alex membuat Dinda dan ibunya langsung menatap ke arah Alex dengan tatapan mata bingung, mereka tidak mengerti sama sekali maksud ucapan Alex pada saat itu
__ADS_1
"Maksud kamu apa kak?"
Alex hanya menjawab dengan senyuman hangat kepada Dinda, melihat Alex tak memberi jawaban ibu Sari ikut membuka suara
"Maksud den Alex bagaimana ya?"
"Karena saya sudah memindahkan semua aset pribadi atas nama menjadi nama Dinda bi, jadi bibi bisa tenang karena saya ga akan pernah menyakiti hati Dinda bi"
"Apa maksud kamu kak? aset apa? perpindahan apa?" tanya Dinda dengan wajah serius
Alex pun tersenyum hangat
"Kita bahas semuanya nanti ya"
Alex juga berusaha menunjukkan keseriusan yang dia miliki di hadapan ibu Sari, dan akhirnya seorang Alexander Wijaya berhasil meluluhkan hati ibu Sari
Alex pun menatap ke arah Dinda dengan senyuman yang hangat
"Bagaimana saya bisa merasa menyesal mendapatkan Dinda bi? bagi saya yang bodoh ini, bisa mendapatkan Dinda adalah sebuah keajaiban terindah yang pernah terjadi di dalam hidup saya." ucap Alex dengan lembut
"Saya harap den Alex bisa menjaga Dinda dengan baik, saya harap den Alex bisa membahagiakan Dinda"
Alex dan Dinda secara bersamaan langsung menatap ke arah Ibu Sari, dan mereka bisa mengetahui bahwa saat itu hati ibu Sari sudah mulai melunak
__ADS_1
"Saya janji bi, saya akan berusaha sekuat tenaga supaya Dinda selalu merasa bahagia. Saya juga berjanji tidak akan pernah membiarkan Dinda menangis," ucap Alex dengan bersungguh-sungguh
Tiba-tiba saja ibu Sari kembali memasang wajah sedikit kecewa, dan hal tersebut dengan mudahnya langsung di ketahui oleh Alex
"Ada apa ya bi? apa saya ada berbuat salah? kalau saya ada berbuat salah tolong bibi kasih tau ke saya apa salah saya, saya janji saya akan memperbaiki kesalahan saya bi." ucap Alex dengan hati-hati
"Apa kamu cuma berencana untuk membahagiakan Dinda dan tidak berencana untuk sedikit menghargai saya?" tanya ibu Sari dengan nada suara yang terdengar sedikit sinis
Alex pun langsung memasang wajah panik dan menatap bingung ke arah ibu Sari, dia belum menyadari bahwa saat itu ibu Sari tidak lagi memanggil dia dengan sebutan den seperti biasanya
"Ga mungkin dong bi, bi Sari itu sekarang sudah menjadi mertua saya dan itu artinya bibi sudah menjadi ibu saya juga. Jadi ga mungkin saya ga menghormati bibi"
Ibu Sari pun hanya memandang Alex dengan tatapan mata malas, dia tidak pernah menyangka bahwa Alex yang terkenal sangat pintar ternyata bisa sebodoh itu di hadapan dirinya
"Tapi saya ga melihat buktinya dari kamu, kamu masih menunjukkan kalau kamu ga menghargai saya." ucap ibu Sari dengan tegas
"Jadi saya harus berbuat apa ya bi?" tanya Alex dengan wajah tegang
"Tolong di mulai dengan tidak memanggil saya bi Sari, apa kamu berniat untuk terus mengingatkan saya bahwa saya yang dulu adalah asisten rumah tangga di kediaman kamu?"
"Astaga Alex ternyata kamu adalah laki-laki terbodoh di dunia!! susah payah kamu membujuk dari tadi tapi kamu sendiri yang menghancurkan semuanya!! kenapa kamu ga sadar kalau belakangan kamu sudah ga di panggil dengan sebutan den? rasanya aku potong membuang otak aku yang bodoh ini!!"
Alex hanya bisa memaki dirinya sendiri di dalam hati, Dinda pun mengambil langkah untuk menjadi penengah di antara mereka. Baik Dinda maupun Alex bisa bernafas dengan lega karena kini sudah mendapatkan restu dari ibu Sari
__ADS_1
Alex sendiri tak tau harus marah ataupun bahagia dengan adanya kejadian tersebut, dia merasa karena ada orang yang sedang berusaha untuk mengganggu hubungan dirinya dan Dinda. Tapi dia juga merasa bahagia karena kini langkahnya untuk menjadikan Dinda sebagai istri yang sah di hadapan seluruh dunia sudah semakin dekat
Setelah merasa masalah sudah terselesaikan dengan baik Alex dan Dinda pun berpamitan karena mereka harus kembali untuk bekerja