Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Membayar Hutang


__ADS_3

Dinda tiba di kediaman mereka lebih dulu, dan di luar sana Alex bergegas untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang ada di hadapannya. Dia hanya ingin segera kembali ke kediaman mereka karena membaca pesan Dinda yang mengatakan rindu kepada dirinya


Setelah membersikan diri Dinda pun segera meraih ponselnya dan menghubungi Melinda, di seberang sana Melinda mengerutkan keningnya saat mengetahui siapa yang menghubungi dirinya


"Mau apa perempuan ini telepon aku?"


panggilan telepon pertama dari Dinda di abaikan begitu saja oleh Melinda, dan Dinda pun langsung mengirimkan sebuah pesan kepada Melinda


"Ada hal penting yang harus saya bicarakan sama mbak, tolong angkat telepon dari saya"


Dinda pun mencoba menghubungi Melinda sekali lagi, dan sekali ini gadis tersebut menjawab panggilan telepon dari Dinda


"Apa yang mau kamu bahas dengan saya?" ucap Melinda di seberang sana dengan nada sombong


"Saya harap mbak berhenti untuk menekan kak Alex, berikan saya waktu tiga hari dan saya akan langsung pergi dengan sendirinya dari sisi kak Alex," ucap Dinda dengan tegas


Di seberang sana Melinda hanya bisa terdiam untuk mencerna dengan baik kepada yang ada


"Saya orang yang membaca pesan yang mbak kirim kemarin pagi, jadi saya minta mulai sekarang mbak berhenti menekan kak Alex"


Melinda pun tersenyum penuh kemenangan


"Jadi dia yang baca pesan aku? begini juga lebih baik karena aku ga perlu lagi menekan Alex, bagus bila perempuan ini sadar diri dan memilih untuk pergi dengan sendirinya"


"Saya minta mbak ga mengganggu waktu kami yang singkat ini, atau saya akan memilih untuk tidak melepaskan kak Alex apapun yang akan terjadi nantinya." ucap Dinda penuh penekanan


Melinda pun tertawa lepas di seberang sana


"Apa kamu pikir kamu berada di posisi yang bisa mengajukan penawaran kepada saya? saat ini saya memegang sesuatu yang bahkan Alex sendiri tidak bisa melawan saya," ucap Melinda dengan sombongnya


"Apa mbak pikir saya tidak tau apa yang mbak pakai untuk menekan kak Alex?"

__ADS_1


Melinda pun langsung terdiam seribu bahasa


"Keputusan ada di tangan mbak sendiri, mbak mau saya pergi dari sisi kak Alex atau tidak?" tanya Dinda dengan tegas


"Apa kamu benar-benar tau apa yang saya gunakan untuk mengancam Alex?"


"Saya tau semuanya mbak, dan di mata saya saat ini mbak ga lebih dari seorang pengecut yang menekan orang lain dengan rahasia masa lalu keluarga mereka yang kelam." ucap Dinda dengan tegas


Melinda pun hanya bisa terdiam karena dia kini yakin bahwa Dinda sudah mengetahui semuanya, dan dia hanya bisa mengalah untuk saat ini


"Apa jaminannya kamu akan pergi dari sisi Alex setelah tiga hari?"


"Karena perempuan yang mencintai laki-laki dengan tulus ga akan mau melihat laki-laki itu dalam keadaan terpuruk," ucap Dinda dengan tegas


Mereka pun mencapai sebuah kesepakatan bersama, Melinda berjanji tidak akan menggangu Alex sama sekali selama tiga hari ke depan. Sedangkan Dinda berjanji akan pergi dan meninggalkan Alex setelah tiga hari


Tetapi saat itu ada sesuatu yang tak Melinda ketahui, Dinda saat itu membuat kesepakatan bersama dirinya untuk mencapai sesuatu. Dan satu hal yang Dinda tau adalah dia hanya berjanji akan meninggalkan Alex dan tak lebih dari itu


Dinda membuat sebuah kesepakatan tanpa Alex mengetahui hal tersebut, saat Alex kembali ke kediaman mereka dan masuk ke dalam kamar mereka dia langsung membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna. Karena saat itu Dinda sudah menanti dirinya di atas tempat tidur dengan menggunakan pakaian yang terlihat sangat seksi


"Kamu pakai baju apa itu Din?"


Dinda melihat pakaian yang sedang dia gunakan sambil tersenyum


"Apa yang salah sama baju ini kak? atau kamu ga suka melihat aku pakai baju seperti ini?"


"Bukan ga suka Din, tapi kan..."


Alex langsung mengehentikan ucapan yang akan dia keluarkan karena tiba-tiba saja Dinda bangkit dan mulai melangkahkan kakinya ke arah Alex


"Kamu mandi dulu ya kak, pasti kamu capek seharian kerja." ucap Dinda sambil membuka dasi yang Alex gunakan

__ADS_1


"Apa-apaan ini? Dinda pakai baju seperti itu aja udah aneh, kenapa sikap dia juga aneh begini?"


Tiba-tiba saja cup... Sebuah ciuman singkat mendarat mulus di bibir Alex


"Aku bilang kamu mandi dulu ya kak, aku tunggu kamu di sini karena malam ini aku mau bermain dengan puas sama kamu." ucap Dinda dengan suara manja


Alex yang merasa semakin aneh langsung memegang kedua lengan Dinda dan menatap Dinda dengan wajah serius


"Sebenarnya kamu kenapa sayang? apa aku ada buat salah lagi sama kamu? kenapa kamu kelihatan aneh Din?" tanya Alex dengan hati-hati


Entah apa yang ada di dalam pikiran Alex saat itu, tetapi saat itu dia merasa Dinda sedang merencanakan sesuatu di belakang dirinya. Sedangkan Dinda memberikan senyuman yang tulus dari bibirnya


"Apa yang aneh sih kak? apa ga boleh aku berpenampilan seperti ini di depan suami aku sendiri?"


"Bukan ga boleh tapi..."


Lagi-lagi Alex tak bisa menyelesaikan ucapan yang akan dia katakan karena tiba-tiba saja Dinda kembali mencium bibir Alex secara singkat, tanpa rasa bersalah sama sekali Dinda mulai menuju ke arah tempat tidur dan berbaring di tempat tidur


"Mandi kak, aku ga mau tunggu kamu kalau kamu terlalu lama." ucap Dinda dengan manja


Alex yang tak mengerti apapun memilih untuk mengikuti keinginan Dinda pada saat itu, dia pun segera ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri. Saat Alex keluar dari dalam kamar mandi dia di sambut dengan senyuman hangat dari Dinda


"Memang suami aku ini terlalu tampan," ucap Dinda sambil mengedipkan salah satu matanya


Alex seperti sulit untuk menelan saliva nya sendiri melihat pemandangan indah yang Dinda sajikan pada saat itu, Alex mulai melangkahkan kakinya dan mendudukkan tubuhnya di tepi tempat tidur. Saat itu dia bahkan tidak memiliki keberanian untuk menatap ke arah Dinda


"Sebenarnya apa yang sedang kamu rencanakan di belakang aku Din? aku bisa terima apapun yang akan kamu lakukan dan aku cuma minta satu hal dari kamu Din, jangan pernah tinggalin aku." batin Alex dengan raut wajah tertekan


Dinda pun mulai bangkit dan kini dia melakukan sesuatu yang tak pernah dia lakukan sebelumnya, dia mendudukkan tubuhnya di pangkuan Alex dengan posisi wajah saling berhadapan. Secara spontan Alex langsung memeluk pinggang Dinda agar dia tidak terjatuh


"Apa kamu ga suka kalau aku bersikap seperti ini kak?" tanya Dinda dengan wajah sedikit bersedih

__ADS_1


"Aku bukan ga suka Din, tapi aku merasa ada yang aneh dengan sikap kamu ini." ucap Alex lirih


"Aku cuma mau kamu membayar hutang kamu beberapa hari ini kak, apa aku salah?" tanya Dinda sambil tersenyum


__ADS_2