
Saat itu Riska sedang menyenderkan tubuhnya di tubuh sang suami dengan cara menyamping, itu adalah cara yang paling Riska sukai bila dia ingin masuk ke dalam pelukan sang suami
Saat itu mereka sedang menyaksikan siaran yang menampilkan konferensi pers yang Alex lakukan, Riska mendengarkan semua ucapan Alex dengan seksama. Tetapi tiba-tiba saja Riska berteriak histeris saat mendengarkan ucapan terakhir Alex, dan berhasil membuat Julian langsung menatap ke arah sang istri dengan tatapan mata yang terlihat aneh
"Kamu kenapa?"
"Kok kenapa sih sayang?" jawab Riska sambil menatap ke arah sang suami
"Ya ga usah berlebihan gitu juga, dia menyatakan itu untuk Dinda bukan kamu." ucap Julian dengan nada sedikit sinis
"Ya aku tau lah sayang, memang apa salahnya aku ikut bahagia untuk sahabat aku sendiri?"
"Ga usah berlebihan juga sayang"
Riska pun langsung menatap ke arah Julian dengan senyuman menggoda
"Kenapa?"
"Jangan bilang kalau kamu lagi cemburu sama teman kamu sendiri," ucap Riska dengan senyuman menggoda
"Aku ga cemburu, aku cuma ga suka kamu bersikap berlebihan untuk laki-laki lain"
"Tapi menurut aku itu ga berlebihan kok sayang," ucap Riska dengan polosnya
Julian hanya terdiam dan memandang malas ke arah sang istri
"Coba aja kamu bayangkan sendiri sayang, perjuangan mereka berdua itu ga gampang dan juga semua yang kak Alex lakukan selama itu keren menurut aku." lanjut Riska bersemangat
Julian pun langsung mendekatkan wajahnya dengan wajah sang istri
"Jadi menurut kamu perjuangan kita berdua ga susah? apa menurut kamu apa yang aku lakukan untuk mendapatkan kamu masih kurang keren?" tanya Julian penuh penekanan
Riska yang tak ingin memperpanjang masalah pun langsung memeluk tubuh Julian dengan erat
"Kalau kamu tanya ke aku ya tetap aja bagi aku kamu lebih keren sayang, karena perjuangan kita untuk mencapai ini semua benar-benar butuh pengorbanan yang besar dari kamu." ucap Riska dengan lembut
FLASH BACK
Julian merasa yakin bahwa laki-laki yang bersama Riska saat itu bukanlah saudara ataupun kerabatnya, setelah Julian mengantarkan Alex kembali ke apartemennya dia pun segera kembali ke tempat di mana Alex membuat keributan
Julian sendiri tak tau apa yang dia lakukan pada saat itu, dia belum mengerti mengapa kakinya melangkah ke tempat itu. Dan saat itu Riska bersama pria tersebut masih berada di tempat itu, dengan langkah kaki yang pasti Julian menuju ke arah mereka
"Aku mau ngomong sama kamu sebentar"
Pria di samping Riska pun langsung menatap Riska dengan tajam
"Kamu punya hubungan sama dia?"
"Ga kok sayang," jawab Riska dengan cepat
Karena memang saat itu mereka tidak memiliki hubungan apapun, tetapi bagaimana pun juga dengan alasan mencari kabar tentang Dinda Julian selalu menemui Riska
"Dia bilang dia ga ada hubungan apapun sama kamu, jadi saya minta kamu meninggalkan tempat ini." ucap pria tersebut dengan tegas
"Saya tidak akan pergi dari sini sebelum saya berbicara sama dia," jawab Julian dengan tegas
__ADS_1
Riska yang tak ingin ada masalah membujuk pria tersebut untuk memberikan dia waktu untuk berbicara dengan Julian, dan Julian langsung membawa Riska keluar dari tempat
"Apa hubungan kalian berdua?"
"Apa mata kamu buta kak?" jawab Riska dengan sinis
Julian membuang nafasnya dengan kasar untuk mengurangi perasaan yang dia sendiri tak mengerti pada saat itu
"Ga mungkin kalau saudara bersikap seperti itu, dan aku rasa laki-laki tadi bukan pacar kamu karena dia lebih pantas untuk menjadi bapak kamu. Apa kamu...."
Riska pun mulai tak suka dengan sikap yang Julian tunjukkan pada saat itu, dia pun langsung menatap tajam ke arah Julian
"Ya kami adalah simbiosis mutualisme, dia memberikan aku uang dan aku memberikan dia tubuh aku. Lalu apa masalahnya sama kamu?" ucap Riska dengan sedikit berteriak
Ucapan yang Riska katakan membuat Julian langsung terdiam
"Ya juga apa urusannya sama aku? apa hak aku untuk marah sama dia? tapi apa benar ini perasaan marah?"
"Kalau kamu sudah sadar sebaiknya kamu pergi dan jangan mengganggu urusan aku di sini kak," ucap Riska dengan tegas
Riska mulai memutar tubuhnya dan ternyata sang pria hidung belang sudah berada tak jauh dari mereka, saat itu pria tersebut tersenyum puas melihat sikap yang Riska tunjukkan
Riska pun langsung mengeluarkan senyuman terbaik yang dia punya, baru melangkahkan kakinya beberapa langkah salah satu tangan Riska langsung di pegang oleh Julian
"Mulai saat ini aku ga akan izinkan kamu melakukan itu lagi," ucap Julian dengan tegas
"Apa hak kamu kak? memang kamu siapa?" tanya Riska dengan sinis
Tiba-tiba saja Julian langsung mencium bibir Riska, sudah pasti Riska berusaha untuk melepaskan diri karena apa yang Julian lakukan saat itu sedang menghancurkan dirinya. Dan tiba-tiba saja sang pria hidung belang langsung mendorong tubuh Julian dengan kuat
"Apa hak kamu melakukan itu? saya sudah membayar mahal perempuan ini untuk menemani saya," ucap pria tersebut dengan penuh amarah
"Kalau masalahnya ada di uang, maka sebutkan berapa yang harus saya bayar untuk membawa perempuan ini?"
"Ini bukan hanya masalah uang, tapi kamu harus bisa bersikap gentle. Kalau kamu memang mau menikmati perempuan ini kamu harus menunggu sampai perjanjian saya dengan dia selesai"
Julian hanya bisa terdiam sambil mengepalkan tangannya
"Atau kamu sudah merasa tidak tahan? memang harus saya akui kalau permainan perempuan ini sangat luar biasa," lanjut pria tersebut sambil tersenyum
Dan bugh...
Sebuah bogem mentah mendarat mulus di wajah pria tersebut dan membuat pria itu langsung tersungkur, Riska langsung berhamburan menghampiri pria tersebut dengan wajah bersalah. Dia yakin dia akan mendapatkan sebuah masalah dengan adanya kejadian itu
Julian mengeluarkan semua uang yang berada di dalam dompetnya saat itu dan sebuah kartu nama miliknya lalu meletakkan itu semua di dekat pria tersebut
"Karena saya merasa gentle makanya saya tidak ingin ada laki-laki lain menyentuh perempuan yang saya suka," ucap Julian dengan tegas
Riska saat itu hanya bisa menatap Julian dengan perasaan yang tak menentu
"Cuma itu uang yang saya pegang saat ini, kalau memang kamu merasa itu semua kurang kamu hubungi saya. Saya akan berikan berapapun yang kamu mau," lanjut Julian
Julian langsung membawa Riska untuk mengambil tasnya dan membawa Riska pergi meninggalkan tempat itu, sudah pasti di awal Riska selalu memberikan perlawanan atas sikap Julian yang seperti itu. Tetapi Julian terus meyakinkan Riska bahwa dia sudah menyadari bahwa dia mencintai Riska
Sudah pasti rintangan untuk menyatukan cinta mereka tak berjalan dengan mudah, ada saatnya beberapa kali Julian harus berhadapan dengan beberapa orang yang pernah merasakan pelayanan Riska
__ADS_1
Masih harus di tambah Julian yang harus meyakinkan kedua orang tuanya untuk menerima Riska menjadi bagian dari mereka, tetapi untungnya orang tua Julian tidak seperti seperti orang tua Alex sehingga dia tidak terlalu sulit untuk meyakinkan kedua orang tuanya
Dan rintangan tersulit adalah meyakinkan Riska bahwa dia benar-benar mencintai Riska dengan sepenuh hati, karena ada keraguan yang teramat besar di dalam hati Riska. Bagaimana mungkin wanita seperti dia bisa menerima semua ucapan Julian dengan mudah
Tidak ada sedikit pun celah yang Riska lihat dari keseriusan yang Julian tunjukkan, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah dan berjanji untuk hidup bersama selamanya hingga maut memisahkan mereka berdua
FLASH OFF
Sebagian manusi akan menganggap bahwa harta dan status sosial adalah segalanya, dan terkadang mereka lupa bahwa apa yang terbaik untuk mereka belum tentu baik untuk orang lain walaupun itu bagi anak mereka sendiri
Setalah cobaan yang terus menghampiri akhirnya Alex dan Dinda bisa hidup bahagia dan sedang menantikan buah hati yang sedang tumbuh di dalam rahim Dinda, dan di saat Dinda sedang menantikan kehadiran sang buah hati di saat itu juga Riska mendapatkan kabar baik yang sama
Kini baik Alex dan maupun Julian merasa hidup mereka benar-benar sempurna karena mereka menikmati masa kehadiran malaikat kecil mereka, sedangkan Alexa pun semakin dekat dengan sosok Irwan bahkan putri kecil Irwan sangat menyukai Alexa dan mereka sedang di sibukkan dengan rencana pernikahan mereka
Hari itu hujan turun membasahi bumi dan Dinda berdiri di depan kaca pintu memandangi hujan yang terus turun, Alex memeluk perut Dinda yang saat itu sudah mulai membesar
"Lagi lihat apa sayang?"
"Hujan," jawab Dinda lalu tersenyum
"Hujan?" tanya Alex lalu mencium ujung kepala Dinda dengan lembut
"Aku berharap bisa melihat pelangi kak"
"Maksud kamu sayang?"
Dinda tak menjawab pertanyaan Alex saat itu, dia hanya memutar tubuhnya agar bisa bertatapan muka dengan sang suami. Dinda pun memberikan senyuman terbaik yang dia punya
"Aku cuma berharap bisa melihat pelangi kak, karena aku merasa hujan dan pelangi seperti perjalanan cinta kita kak." ucap Dinda dengan lembut
Alex yang tidak mengerti hanya bisa terdiam sambil mengerutkan keningnya
"Setelah hujan yang hebat ada pelangi seperti kita setelah banyak cobaan saat ini hanya ada kebahagiaan," lanjut Dinda
Alex pun memberikan sebuah senyuman yang terlihat hangat lalu mencium kening Dinda dengan lembut
"Kamu benar sayang, aku akan selalu berdoa semoga kebahagiaan selalu hadir di dalam hidup kita sayang." ucap Alex dengan lembut
TAMAT
Terima kasih sudah mampir ke cerita aku kak dan aku berharap semoga cerita yang aku buat bisa menghibur kakak semua🤗🤗
Mohon maaf kalau ada salah kata atau cerita yang kurang berkenan di kakak semuaðŸ¤ðŸ¤
Mampir kak cerita baru aku yang berjudul Menjadi Istri Kakak Ipar Ku
Rara yang tidak tau apapun harus terbangun dengan tubuh yang polos di samping seorang laki-laki yang ternyata kakak iparnya sendiri
Berbagai konflik akan mulai terjadi saat Rara di minta untuk menikah dengan mantan kakak iparnya sendiri, membangun sebuah rumah tangga yang tidak di dasarkan oleh perasaan cinta
Lambat laun semua mulai berubah karena kedua orang itu tetap harus tinggal di satu atap, dan semua kebenaran pun akan terbongkar
Dengan semua lika liku yang menanti perjalanan hidup Rara
Apakah Rara akan berakhir bahagia?
__ADS_1
Kalau berkenan mampir ya kak ðŸ¤
Sekali lagi aku ucapkan terima kasih😘