
Malam itu Alex sengaja menyiapkan seorang gadis yang sangat cantik dan berasal dari keluarga yang cukup terpandang, Alex meminta bantuan gadis tersebut untuk dia jadikan tameng pada acara tersebut. Karena gadis tersebut bersama keluarganya ikut hadir di acara tersebut
Saat Alex melihat gadis tersebut Alex pun berpamitan dengan kedua orang tuanya dan menghampiri meja gadis tersebut, Alex juga membawa gadis tersebut untuk berkenalan kepada kedua orang tuanya dan juga Alexa
Nyonya Helen tentu saja merasa bahagia karena setelah sekian lama akhirnya Alex membawa seorang gadis untuk di kenalkan kepada dirinya, dan Alexa hanya terdiam melihat tingkah saudara kembarnya tersebut
"Jadi ini rencana kak Alex? yah kalau begini sih sepertinya ga akan ada masalah apapun, kalau gadis ini hadir di acara ini berarti kan gadis ini berasal dari keluarga terpandang"
Alexa pun bisa bernafas lega pada saat itu, tetapi sang pemimpin keluarga Wijaya ternyata punya pemikirannya sendiri
Sedangkan di tempat yang berbeda Dinda hanya bisa menunggu kabar dari Alex dengan perasaan cemas, bagaimana pun juga malam itu akan menjadi penentu bagi hubungan mereka berdua. Dinda bahkan sudah menyiapkan hatinya untuk pilihan terburuk sekali pun
Acara tersebut berlangsung dengan meriah dan lancar tanpa ada satupun hambatan yang berarti, tetapi ada sesuatu yang sedikit aneh terjadi di malam itu. Karena tiba-tiba saja sang pemimpin keluarga Wijaya tak melakukan apapun pada malam itu. Jangankan sebuah pengumuman pertunangan bahkan dia tak mengenalkan Alex kepada gadis manapun
Baik Alex ataupun Alexa berpikir bahwa saat itu sang papa membatalkan rencananya karena gadis yang Alex kenalkan kepada mereka, mereka sama sekali tak tau bahkan tak akan menduga bahwa sang papa sudah menyiapkan sebuah rencana yang jauh lebih besar dari itu
Sang pemimpin keluarga Wijaya sudah membuat sebuah rencana yang akan membuat Alex hidup menderita di masa depan, sebuah rencana yang akan membuat Alex harus menanggung perasaan bersalah untuk itu semua
Alex tak mau banyak berpikir pada malam itu, dia hanya merasa lega karena tanpa dia harus melawan keinginan sang papa dia tetap bisa melanjutkan hubungan yang telah terjalin antara dirinya dan Dinda
Susunan acara pun sudah di selesaikan dan semua mulai membubarkan diri satu per satu, Alex pun kembali ke kediaman keluarga Wijaya bersama keluarganya. Saat tiba di dalam kamarnya hal pertama yang dia lakukan adalah menghubungi Dinda untuk menyampaikan kabar baik tersebut
"Halo kak"
"Aku baru pulang ya"
__ADS_1
"Oh ya kak"
"Kamu lagi apa?"
"Aku belajar kak"
Dengan mudah Alex mengetahui bahwa saat itu Dinda sedang berbohong, suara Dinda bisa menggambarkan dengan jelas perasaan hati Dinda pada saat itu
"Kamu pasti bohong kan"
"Kok kamu bilang aku sih kak?"
"Ini jam berapa Din? sejak kapan kamu tidur selarut ini?"
"Soalnya aku lagi ngerjain tugas kak"
"Aku tau kamu pasti ga bisa tidur karena lagi cemas tunggu kabar dari aku kan?" tanya Alex dengan nada suara menggoda
"Ga kok kak," jawab Dinda dengan cepat
Dinda kembali berbohong untuk menutupi apa yang sedang dia rasakan pada saat itu, tetapi lagi-lagi Alex tau bila saat itu Dinda sedang berbohong
"Padahal aku telepon kamu karena mau kasih kabar bagus loh, karena kamu lagi kerjain tugas jadi sebaiknya aku ga perlu cerita sama kamu ya"
"Kak...." ucap Dinda di dengan suara memelas
__ADS_1
Alex pun tertawa lepas dan mulai menceritakan semua yang terjadi, dan saat itu dia juga menceritakan rencana cadangan yang sudah dia siapkan walaupun tidak perlu dia lakukan. Dan semua penjelasan Alex membuat Dinda semakin yakin akan cinta yang Alex miliki untuk dirinya
"Terima kasih ya kak"
"Kamu ga perlu ucapkan itu Din, aku akan lakukan apapun untuk mempertahankan cinta kita." ucap Alex dengan dengan bersungguh-sungguh
Dinda dan Alex memang bisa bernafas lega pada saat itu, karena mereka merasa bahwa saat itu mereka bisa melewati rintangan tersebut dengan sangat mulus. Tanpa tau bahwa sesaat lagi sebuah masalah yang teramat besar sudah menanti mereka berdua
Hari itu pun berlalu begitu saja, karena merasa sudah tak ada lagi urusan di kota tersebut Alexa pun memutuskan kembali ke tempat dia sedang mengejar mimpinya. Sedangkan Alex semakin gencar untuk mempersiapkan segala sesuatu yang Dinda butuhkan di masa depan
Tetapi setiap manusia hanya bisa membuat sebuah rencana, tidak ada satu pun orang di dunia ini yang tau apa yang akan terjadi di kemudian hari
Dan semua terbukti dengan cerita cinta Alex dan Dinda, cinta mereka yang amat besar dan tulus bisa berubah dalam sekejap mata. Semua perasaan cinta yang mereka punya dapat di kalahkan dengan rasa benci dan amarah
Waktu berlalu dengan sangat cepat bahkan tanpa terasa empat tahun sudah waktu berlalu begitu saja, dalam kurun waktu empat tahun banyak sekali yang telah terjadi di antara Alex dan Dinda. Dalam waktu itu banyak sekali yang telah berubah di dunia ini, termasuk perasaan yang Alex dan Dinda miliki
Bila dulu Alex dan Dinda sama-sama memimpikan akan membangun rumah tangga yang bahagia, tapi kini Alex sudah duduk tepat di hadapan Dinda dengan wajah dingin yang menyimpan sebuah dendam yang teramat besar kepada Dinda di dalam hatinya
Saat itu Dinda duduk di hadapan Alex sebagai seorang karyawan yang bekerja di sebuah event organizer, dan saat itu Dinda adalah orang yang di tunjuk untuk mengurus acara pertunangan Alex dan seorang gadis cantik yang bermana Melinda
Sedari awal Dinda sudah berusaha untuk bersikap profesional dan selalu menampilkan senyuman ramah, tetapi senyuman yang Dinda berikan tak bisa merubah sedikit pun ekspresi wajah dingin Alex pada saat itu
"Kamu suka konsep yang mana sayang?" tanya Melinda sambil menatap ke arah Alex
"Terserah kamu aja," ucap Alex dengan dingin sambil terus menatap ke arah Dinda
__ADS_1
Melinda Prasetya atau biasa di sapa Imel adalah nama gadis yang akan menjadi tunangan Alex, gadis tersebut pun mulai melihat kembali lembar demi lembar katalog konsep acara yang sudah Dinda siapkan. Gadis tersebut terlihat antusias dan bahagia akan rencana tersebut
Dinda yakin bila suatu saat nanti dia akan bertemu kembali dengan Alex, tetapi dia benar-benar tak menyangka bahwa dia akan bertemu Alex secepat itu. Dinda bahkan tak pernah bermimpi bahwa pertemuan pertama dirinya dengan Alex setelah sekian lama dalam keadaan seperti itu, mereka berdua bahkan bersikap seolah tak saling mengenal satu sama lain