
Alex baru saja mendudukkan tubuhnya di bangku kebesarannya dan tiba-tiba saja dia harus teringat akan pakaian Dinda yang bisa memperlihatkan bentuk tubuhnya
"Apa selama dia menghilang dia ga pernah makan? kenapa badan dia ? sial!! rasanya aku mau kurung dia di dalam kamar, supaya ga ada satu orang pun yang bisa melihat dia selain aku!!" gerutu Alex di dalam hatinya
Hati Alex mungkin masih memendam perasaan benci karena kesalahan yang Dinda lakukan di masa lalu , tetapi dia juga tak bisa membohongi hati kecilnya bahwa dia benar-benar mencintai Dinda. Alex mulai mengeluarkan ponselnya dan memandang foto Dinda yang dia ambil secara diam-diam saat Dinda sudah tertidur
Alex pun langsung memasang wajah tidak suka karena ritual dirinya memandang foto Dinda harus terganggu oleh sebuah panggilan telepon yang berasal dari Melinda
"Mau apa perempuan ini?"
Setelah mendengus Alex pun menjawab panggilan telepon tersebut
"Halo," sapa Alex dengan dingin
Melinda mengatakan bahwa dia perlu bertemu dengan Alex untuk membicarakan sesuatu, Alex pun mengatakan agar dia datang ke kantornya dengan alasan yang sama yang selalu dia berikan. Dan kini Melinda pun sudah mendudukkan tubuhnya tepat di hadapan Alex
"Ada perlu apa?" tanya Alex dengan dingin
"Apa sebagai calon tunangan kamu saya ga bisa bertemu dengan kamu bila tidak ada hubungannya dengan pekerjaan?" tanya Melinda dengan wajah serius
Alex pun tersenyum dingin
"Kamu sama dan saya berasal dari lingkungan yang sama, seharusnya kamu tau dengan pasti bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat berharga bagi kita." ucap Alex dengan dingin
Dalam sekejap wajah Melinda berubah menjadi tidak suka dengan semua sikap dingin yang Alex tunjukkan, gadis tersebut pun menampilkan sebuah senyuman yang terlihat sinis
"Kamu selalu tidak waktu dan menggunakan alasan pekerjaan untuk menghindar dari saya, tapi saya yakin kamu akan selalu ada waktu untuk perempuan itu." ucap Melinda dengan senyuman sinis
"Karena dia perempuan yang telah berhasil membuat saya merasakan hidup seperti mati karena perasaan marah dan rindu secara bersamaan," batin Alex sambil tersenyum dingin
"Saya adalah perempuan yang akan menjadi tunangan kamu dan bukan perempuan itu!!" ucap Melinda dengan tegas
__ADS_1
Wajah Alex pun berubah menjadi serius
"Jadi apa yang kamu mau? apa kamu berniat membatalkan acara pertunangan kita?" tanya Alex dengan dingin
"Sial!! aku bahkan ga bisa melihat sedikit pun perasaan takut di mata dia saat dia mengatakan hal itu!!" gerutu Melinda di dalam hatinya
Alex pun tersenyum dingin melihat Melinda yang sudah seperti itu
"Sampai kapan pun saya tidak bisa terima jika saya di kalahkan oleh perempuan itu," ucap Melinda dengan sombongnya
Lagi-lagi Alex tersenyum dingin
"Karena kamu ada di sini saya akan mengatakan hal ini dengan jelas, jangan ulangi perbuatan kamu seperti yang kemarin kemarin terhadap perempuan itu!!" ucap Alex penuh penekanan
"Ternyata perempuan itu mengadukan hal itu kepada Alex!!" batin Melinda sambil mengeraskan rahangnya
"Saya tidak suka jika apa yang sudah menjadi milik saya di ganggu oleh orang lain"
"Tapi saya perempuan yang akan menjadi tunangan kamu, apa kamu berharap saya akan diam dan terima begitu saja saat saya tau kalau laki-laki yang akan bersama saya tinggal satu atap dengan perempuan lain!!"
Alex pun tersenyum mengejek
"Apa orang tua kamu tidak menjelaskan perjanjian kami?"
Melinda pun berusaha untuk menenangkan hatinya pada saat itu
"Seandainya saya minta kamu untuk memilih saya dan perempuan itu, siapa yang akan kamu pilih?"
"Kamu sudah tau jawabannya," ucap Alex dengan dingin
Melinda hanya bisa terdiam sambil mengepalkan tangannya
__ADS_1
"Apa ini yang papa mau? dan kenapa papa ga bilang dari awal tentang perjanjian kalian pah? kalau papa mengatakan semuanya dari awal setidaknya aku bisa menjaga hati aku, dan sekarang aku sudah terlanjur mencintai laki-laki dingin ini" batin Melinda sambil mengepalkan tangannya
"Saya paham tapi anda juga harus ingat bahwa saya adalah perempuan yang akan berdiri di samping anda, dan seluruh dunia akan tau akan hal tersebut. Anda juga harus tau bahwa perempuan seperti dia tidak pantas untuk bersaing dengan saya," ucap Melinda dengan senyuman sombong
Melinda pun meninggalkan kantor Alex begitu saja, dia hanya tak ingin memperburuk keadaan yang ada. Dia tau dengan pasti bahwa dia akan mendapatkan serangan dari sang papa bila dia melanjutkan aksinya
Sedangkan di tempat yang berbeda pada saat itu Julian sedang berada di sebuah tempat, dan tepat di hadapan Julian ada seorang gadis yang sangat cantik dan orang tersebut adalah Alexa
"Apa kamu yakin kak?"
Saat itu Julian memutuskan untuk menghubungi Alexa setelah memikirkan hal tersebut dengan matang, Julian merasa dirinya tak bisa diam saja dengan apa yang sedang terjadi antara Alex dan Dinda
"Aku sudah menemui Alex untuk memastikan hal itu, dan aku rasa semua itu benar. Karena Alex ga memberikan bantahan sama sekali," ucap Julian dengan serius
"Kenapa kalian berdua tutupi ini dari aku? seandainya aku tau dari awal aku pasti akan mencegah kalian untuk saling menyakiti" batin Alexa sambil memasang wajah sedih
"Tapi kita juga ga bisa melempar semua kesalahan sama Alex, aku bisa memahami kenapa Alex ga bisa memaafkan kesalahan Dinda dengan mudah, karena aku tau dengan pasti perjuangan Alex saat itu." ucap Julian dengan serius
"Maksud kamu kak?"
"Alasan Alex bekerja keras melebihi siapapun hanya untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk Dinda, dia ingin membuat Dinda bisa di terima dengan baik di tengah-tengah keluarga kalian. Walaupun saat itu Alex tidak mengatakan itu semua kepada kalian termasuk kepada Dinda"
"Astaga apa yang sekarang harus aku lakukan? di satu sisi ada kak Alex yang sudah berjuang keras dan merasa di khianati, tetapi di sisi lain ada Dinda yang harus menanggung semua kesalahan yang di lakukan oleh keluarga kami"
Dan saat itu Julian bisa melihat bahwa ekspresi wajah Alexa menunjukkan perasaan sedih dan penuh rasa penyesalan
"Aku harus minta maaf karena aku menceritakan hal ini sama kamu, gimana juga aku ga mungkin diam aja saat mereka berdua cuma saling menyakiti"
"Ga masalah kak, aku memang harus tau semua ini. Aku juga ga mungkin diam aja," ucap Alexa sambil tersenyum tipis
"Aku paham kok posisi dan perasaan Alex, aku cuma takut dia melakukan sesuatu yang berlebihan terhadap Dinda. Dan yang aku takutkan adalah Dinda melakukan hal yang sama seperti dulu, karena aku yakin Alex ga akan sanggup bila Dinda menghilang lagi seperti dulu." ucap Julian dengan serius
__ADS_1