Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Permulaan


__ADS_3

Malam itu Melinda masih berada di ruang kerjanya hingga tengah malam, gadis itu terlihat terus memperhatikan jam tangan yang dia gunakan seolah sedang menanti sesuatu. Dan benar saja akhirnya ponselnya pun berdering


"Selamat malam bu"


"Sudah kami terima?"


"Ya bu, sudah ada di tangan saya"


"Lakukan semuanya besok pagi sesuai dengan arahan yang saya sampaikan," ucap Melinda dengan tegas


"Baik bu"


"Sekarang juga saya akan mengirimkan uang yang saya janjikan kepada kamu"


"Terima kasih bu"


"Dan ingat saya tidak mau mendengar kata gagal dari kamu, semuanya harus sampai di tangan dia secara langsung"


"Saya mengerti bu"


Melinda pun langsung memutuskan sambungan dan tersenyum jahat


"Kalian terlalu lamban untuk bergerak, maka ijinkan saya membantu kalian untuk mengatakan tentang hubungan kalian di kepada ibu itu. Saya penasaran bagaimana cara kalian menyelesaikan masalah ini?"


Lagi-lagi Melinda tersenyum jahat


"Dan kalian tenang saja karena ini semua akan menjadi permulaan bagi kalian, kalian akan mendapatkan hadiah yang lebih besar lagi dari saya setelah ini"


Pagi yang indah pun mulai menyapa dan seperti biasa Dinda akan terbangun di dalam pelukan hangat seorang Alexander Wijaya, Dinda mencium kening Alex dengan lembut sebagai ucapan selamat bagi bagi suaminya


Sudah pasti apa yang Dinda lakukan akan membuat Alex langsung terbangun dari tidurnya, dia pun langsung memberikan senyuman yang hangat kepada Dinda


"Kamu udah bangun sayang?"


Dinda memberikan senyuman terbaik yang dia punya, dan dengan cepat Alex langsung mengangkat tubuh Dinda agar berada tepat di atas tubuhnya


"Akh!! kamu ngapain sih kak?"


Alex pun hanya tersenyum


"Lepasin kak aku mau mandi"


Dinda berusaha untuk melarikan diri tapi apa daya karena Alex semakin erat memeluk tubuh Dinda


"Kak, nanti aku bisa datang terlambat." ucap Dinda dengan suara memelas


"Aku yang antar kamu jadi kamu ga mungkin datang terlambat, jadi sekarang biarin aku peluk kamu sebentar lagi ya." ucap Alex dengan lembut

__ADS_1


Dinda pun hanya bisa pasrah dan membenamkan wajahnya ke dada bidang Alex, setelah merasa cukup puas Alex mencium ujung kepala Dinda dengan lembut dan mulai melepaskan pelukannya


Mereka pun mulai membersihkan diri secara bergantian dan kini mereka sudah duduk di meja makan serta berpakaian rapi


"Apa kita ga bisa batalkan janji kita yang dulu sayang?"


Dinda pun menatap Alex sambil mengerutkan keningnya


"Janji yang mana sayang?"


"Aku harus tunggu sampai kamu bisa berdiri dengan layak di samping aku"


"Maksud kamu apa sih kak? sekali ini ga paham arah omongan kamu"


"Gini maksud aku, apa ga sebaiknya kamu itu diam di rumah sebagai istri? dan biarin aku yang kerja keras untuk memenuhi semua kebutuhan kamu," ucap Alex dengan serius


"Alasannya?"


"Biar kamu bisa jadi istri yang baik"


Dinda pun menatap tajam ke arah Alex


"Apa sekarang aku belum jadi istri yang baik menurut kamu kak?"


"Bukan gitu maksud aku loh," jawab Alex dengan cepat


"Sebenarnya aku cuma ga suka membayangkan kamu saat di luar sana ketemu laki-laki lain, belum lagi nanti saat kamu senyum sama mereka. Aku rasanya bisa gila sendiri membayangkan hal itu"


Dinda pun semakin tajam menatap Alex


"Aku cuma mau kamu senyum untuk aku, ga boleh ada orang lain yang lihat senyuman kamu itu"


Dinda pun semakin memberikan wajah tidak suka yang membuat nyali Alex semakin menciut


"Maaf, aku minta maaf. Anggap aja kita ga pernah bahas ini ya, kamu jangan marah"


Dinda pun memberikan senyuman terbaik yang dia punya


"Apa kamu lagi cemburu untuk sesuatu yang ga jelas seperti itu kak?"


"Aku minta maaf ya, aku selalu ga bisa kendalikan hati aku kalau berurusan tentang kamu"


"Apa kamu benar-benar ga suka lihat aku keluar rumah untuk kerja kak?"


Alex yang tak ingin membuat kesalahan memilih untuk diam, tetapi ekspresi wajah Alex menunjukkan semua yang dia inginkan


"Padahal kalau kamu memang merasa keberatan aku kerja, rencananya aku mau mengundurkan diri habis bulan ini. Tapi karena ga ada masalah berarti aku bisa tetap kerja dengan tenang," ucap Dinda sambil tersenyum tipis

__ADS_1


"Ya aku keberatan," jawab Alex dengan cepat


Dinda pun hanya bisa tersenyum melihat Alex yang kini tak pernah bisa menutupi apa yang dia rasakan di dalam hatinya


Dinda pun menjawab dengan anggukan kepalanya sambil tersenyum tipis


"Kamu serius sayang?" tanya Alex dengan serius


"Gimana aku bisa jadi istri yang baik kalau hal kecil seperti ini aja aku melawan" ucap Dinda sambil tersenyum hangat


Alex akan selalu mengantarkan Dinda ke tempat dia bekerja sebelum dia menuju ke kantor, dia juga akan selalu mengabarkan kepada Dinda saat dia tiba di sana. Alex akan melakukan apapun agar membuat Dinda semakin mencintai dirinya


Tetapi di tempat yang berbeda ibu Sari sedang membuka sebuah paket yang baru saja dia terima, tanpa ada perasaan apapun ibu Sari membuka dan melihat isi paket tersebut. Ibu Sari pun langsung mencari keberadaan ponselnya dan menghubungi Dinda


"Halo bu"


"Kamu ada di mana?" tanya ibu Sari penuh penekanan


Entah mengapa saat itu hati Dinda mulai merasa terusik dengan nada suara sang ibu


"Aku baru aja sampai di tempat kerja bu, ada ibu ibu telepon aku pagi-pagi begini bu? ibu baik-baik aja kan?"


"Apa ibu bisa minta kamu datang ke sini sekarang juga Din?"


Dinda tampak sedikit bingung untuk menjawab pertanyaan sang ibu, karena bagaimana pun juga dia belum mengatakan pada sang ibu bahwa sesungguhnya dia masih berada di kota yang sama dengan sang ibu


"Ibu sudah tau kalau berbohong sama ibu Din, ibu tau kalau kamu masih berada di kota ini. Jadi apa ibu bisa minta kamu datang temui ibu saat ini juga?"


Hati Dinda langsung terasa tak menentu, seribu pertanyaan langsung hadir di dalam benaknya


"Dinda minta maaf karena Dinda sudah berbohong sama ibu ya, tapi..."


"Nanti saja kamu jelaskan semuanya saat kamu temui ibu, jadi apa kamu bisa temui ibu sekarang?" tanya ibu Sari dengan tegas


"Iya bu"


"Ibu tunggu kamu sekarang juga ya Din"


Ibu Sari langsung memutuskan sambungan teleponnya tanpa mendengar jawaban dari dinas terlebih dahulu, ibu Sari pun melemparkan foto-foto yang berada di tangannya di atas meja


"Astaga Dinda!! apa kecurigaan ibu selama ini ternyata benar? tapi kenapa kamu harus berhubungan dengan den Alex lagi Din? Ibu ga akan sanggup melihat kamu seperti dulu lagi Din"


Di tempat yang berbeda Dinda benar-benar merasa terkejut sang ibu telah mengetahui salah satu kebohongannya, seribu pertanyaan pun langsung menghampiri hatinya


"Siapa yang kasih tau ke ibu kalau sebenarnya aku masih ada di kota ini? tapi yang lebih penting sejauh apa ibu tau kebohongan yang sudah aku lakukan? sebaiknya aku temui ibu dulu untuk memastikan semuanya"


Tanpa menunda waktu lagi Dinda segera meminta ijin untuk keluar kantor dan menuju ke tempat sang ibu selama ini tinggal. Dinda saat itu memilih untuk tidak mengabarkan hal tersebut kepada Alex, setidaknya dia harus tau semua dengan jelas terlebih dahulu

__ADS_1


__ADS_2