
Pada saat itu Alex sedang larut di dalam pikirannya sendiri, di satu sisi dia benar-benar merasa bahagia karena mengetahui Dinda masih mencintai dirinya. Tetapi dia juga tak bisa berbohong bahwa di sisi yang lain hati Alex masih tetap merasakan takut
Di saat itu juga Alex mendapatkan sebuah serangan mendadak dari Dinda, sebuah serangan yang berupa sebuah ciuman yang lembut tepat di bibir Alex
Alex yang merasa terkejut hanya bisa terdiam sambil membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna, Alex benar-benar merasa terkejut dengan serangan tersebut hingga dia tak bisa menggunakan otaknya dengan baik. Tetapi lain hal dengan apa yang Dinda rasakan, dia merasa bahwa dia sedang mendapatkan sebuah penolakan dari Alex
Dinda pun langsung menghentikan semua aksinya dan menatap ke arah Alex dengan tatapan penuh rasa kecewa
"Semua ucapan kamu tadi ternyata cuma bohong belaka ya kak, atau jangan-jangan semua yang kamu ucapkan tadi cuma supaya aku tetap bertahan di samping kamu ya kak?" tanya Dinda lirih
Alex yang belum menyadari kesalahan yang baru saja dia lakukan hanya bisa memasang wajah bingung pada saat itu
"Aku bohong apa sama kamu Din?"
Kedua bola mata Dinda mulai berkaca-kaca karena perasaan sakit yang dia rasakan, entah mengapa pada saat itu Dinda merasa dirinya benar-benar sedang di permainkan oleh Alex
"Kamu bilang sekarang kamu punya cuma punya aku, tapi kamu bahkan ga mau membalas ciuman aku kak." ucap Dinda sambil menundukkan kepalanya
Dalam sekejap Alex pun menyadari kesalahan yang telah dia lakukan
"Bukan gitu Din aku cuma kaget aja, aku ga bohong kok Din." jawab Alex dengan cepat
Dinda hanya terdiam dengan ekspresi wajah yang sama
__ADS_1
"Sumpah Din aku cuma kaget aja, aku bukan berniat menolak ciuman dari kamu. Lagi pula bukannya kamu bilang kamu ga mau melakukan itu malam ini." ucap Alex dengan wajah panik
Dinda pun mulai mengangkat wajahnya walaupun masih dengan ekspresi wajah yang sama, bahkan air mata Dinda sudah siap untuk meluncur bebas pada saat itu. Alex yang tak ingin Dinda semakin kecewa pun langsung memeluk tubuh Dinda dengan erat
"Kamu ga tau tau aja Din, bagaimana bahagianya hati aku saat ini? aku harap perasaan kamu ke aku bisa membuat kamu memaafkan semua kesalahan keluarga aku Din." ucap Alex di dalam hatinya
"Kamu jahat kak"
"Aku minta maaf ya karena selama ini aku selalu menyakiti kamu, aku juga minta maaf kalau aku terkadang ga bisa memahami keinginan kamu. Tapi kamu harus yakin sama perasaan yang aku punya untuk kamu Din," ucap Alex dengan lembut
Dinda pun mulai mengangkat wajahnya hingga kedua bola mata mereka saling bertemu, Alex pun memberikan sebuah senyuman yang terlihat tulus
"Jangan marah lagi ya, aku benar-benar minta maaf sama kamu kalau aku ada berbuat salah." ucap Alex dengan lembut lalu mencium kening Dinda
"Apa kamu yakin malam ini kamu mau melakukan itu sama aku Din?" tanya Alex dengan lembut
Dinda pun menjawab dengan anggukkan kepalanya dengan wajah yang mulai merah karena tersipu, dan sudah pasti Alex akan menerima hal tersebut dengan senang hati
Alex mulai mencium bibir Dinda dengan lembut dan semakin lama ciuman tersebut semakin panas, Alex mulai memegang batang leher Dinda dengan salah satu tangannya agar ciuman mereka bisa semakin dalam. Alex menghentikan aksinya saat mereka sudah mulai kehabisan nafas dan menatap jauh ke dalam mata Dinda dengan lembut
"Aku harus jujur kalau aku pernah merasa marah dan kecewa sama kamu karena perbuatan kamu di masa lalu Din, tapi kamu juga harus tau kalau perasaan aku ke kamu ga pernah berubah sedikit pun. Itu juga yang membuat aku selalu marah saat kamu meminta untuk pergi dari aku," ucap Alex dengan penuh ketulusan
Dinda yang mendengar pernyataan cinta dari Alex pun langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Alex, dia menarik leher Alex agar bibir mereka dapat kembali bertemu. Dinda hanya ingin menjawab pertanyaan cinta Alex dengan sebuah perbuatan yang nyata
__ADS_1
Alex yang mendapatkan lampu hijau tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu, dia mencium kembali bibir Dinda dengan lembut dan semakin lama berubah menjadi semakin panas
Malam itu Alex ingin memberikan semua yang terbaik untuk Dinda, dia mau membuat malam itu menjadi malam yang tak akan pernah terlupakan bagi mereka berdua. Dia benar-benar ingin melakukan semuanya secara perlahan tanpa terburu-buru
Kedua insan itu benar-benar terbuai dengan kenikmatan yang berikan satu sama lain, malam itu seolah semua mereka lakukan benar-benar terasa indah. Dan sudah pasti itu terjadi karena mereka melakukan itu tanpa ada beban di hatinya, hanya ada perasaan yang tulus dari dalam lubuk hati mereka
Hampir semua bagian dari tubuh Dinda mendapatkan ciuman lembut dari Alex, Alex melakukan itu agar Dinda mengetahui bahwa semua yang ada di diri Dinda sangat berarti bagi dirinya
Alex pun langsung membuka baju tidur yang dia gunakan dan membuang baju tersebut ke sembarang arah, Alex meletakkan kedua tangan Dinda di dada bidangnya dan mulai mengarahkan tangan Dinda hingga turun ke bagian perutnya yang terlihat kotak-kotak
"Mulai saat ini dan untuk selamanya semua yang ada di diri aku cuma milik kamu sayang," ucap Alex dengan lembut
Semua beban di dalam hati Dinda bagaikan menghilang begitu saja, tanpa rasa ragu sama sekali Dinda mengalungkan tangannya kembali ke leher Alex dan membiarkan wajah Alex berada tepat di hadapan wajahnya
"Mulai sekarang kamu cuma punya aku kak, dan ga boleh ada satu pun wanita yang bermimpi untuk memiliki kamu"
"Ga ada Din dan ga akan pernah ada wanita lain di dalam hidup aku," batin Alex sambil mencium kening Dinda dengan lembut
Alex pun memulai melanjutkan kembali aksinya, Dinda sudah berusaha sekuat tenaga untuk menahan suara yang akan terlepas dari bibirnya. Dan Alex yang menyadari hal tersebut langsung membisikkan sesuatu kepada Dinda
"Jangan di tahan sayang, aku mau malam ini kita sama-sama menikmati hubungan ini"
Alex pun melanjutkan kembali aksinya sebaik mungkin, Dinda pun tak bisa lagi menahan suara yang sedari tadi dia tahan. Alex tersenyum bahagia karena akhirnya Dinda bisa menunjukkan bahwa dia juga ikut menikmati itu semua
__ADS_1
Malam itu benar-benar menjadi malam yang sangat panas bagi mereka berdua, di sepanjang permainan panas itu Alex tak henti-hentinya mengucapkan kata cinta kepada Dinda. Dan semua yang Alex berhasil membuat Dinda melayang jauh ke angkasa