
Dan kini Dinda sudah duduk berhadapan dengan sahabatnya yang telah lama tidak dia temui, jangankan untuk bertemu bahkan selama ini Dinda tak pernah mengirim kabar sama sekali
"Apa kamu sudah ga marah sama aku Din?" tanya Riska dengan nada suara lirih
FLASH BACK
Sejuta masalah telah hadir dalam satu waktu di dalam kehidupan Dinda pada malam itu, Dinda berusaha menguatkan hatinya dan kembali memikirkan cara untuk menyelamatkan sang ayah. Dengan sisa kekuatan yang ada Dinda pun menghubungi sahabatnya
"Halo Din"
"Ris aku mohon tolong aku Ris," ucap Dinda di selingi suara tangisan yang hebat
"Kamu kenapa Din?"
"Ayah aku mengalami kecelakaan dan harus segera di operasi Ris, aku ga tau lagi harus berbuat apa sekarang?"
"Kamu ada di mana sekarang?"
Dinda pun mengatakan di mana dirinya berada pada saat itu, tanpa menunda waktu Riska pun segera menemui sang sahabat. Riska pun langsung membawa Dinda kembali ke rumah sakit, dia juga memberikan semua uang yang dia miliki pada saat itu untuk uang muka biaya operasi ayah Dinda
Ayah Dinda langsung mendapatkan penanganan walaupun mereka masih memerlukan banyak sekali biaya untuk pelunasan biaya operasi tersebut, ibu Sari meminta bantuan Riska menemani Dinda untuk ke kantin agar Dinda bisa memakan sesuatu. Sedangkan ibu sari tetap menjaga sang ayah
"Maaf ya Din aku cuma bisa bantu kamu sejauh ini, aku sudah terlanjur mengirimkan semua uang aku ke kampung untuk ibu beli rumah." ucap Riska penuh penyesalan
"Ya ampun Ris, ini aja aku sudah benar-benar merasa bersyukur"
"Besok aku coba ngomong sama ibu untuk jual apa aja yang bisa di jual, nanti biar aku yang ganti ." ucap Riska dengan bersungguh-sungguh
"Ga perlu Ris nanti aku jadi ga enak sama keluarga kamu"
"Kamu ga usah pikirin itu Din, yang terpenting sekarang kita bisa mengobati bapak kamu"
__ADS_1
"Makasih ya Ris"
Riska pun hanya membalas dengan senyuman yang tulus
"Tapi kalau aku boleh tau apa pekerjaan sampingan kamu? kenapa kamu bisa punya uang sebanyak itu?"
Dalam sekejap wajah Riska pun mendadak berubah menjadi tegang, mereka mungkin menjadi sahabat sejak duduk di bangku SMA. Tetapi selama ini Riska tak pernah mengatakan pekerjaan dirinya yang sebenarnya kepada Dinda
Riska tak ada niat untuk menyembunyikan hal tersebut dari Dinda ataupun berbohong dari Dinda, dia hanya tak ingin sahabat sebaik Dinda akan menjauh dari dirinya jika Dinda mengetahui apa yang dia lakukan selama ini
"Saat ini aku butuh banyak uang Ris, tolong ajak aku kerja di tempat kamu"
"Jangan Din"
"Kenapa? apa kamu ga mau bantu aku Ris"
Saat itu Riska benar-benar merasa bingung, dia tak tau bagaimana caranya dia menjelaskan itu semua kepada Dinda. Tetapi Dinda pun terus mendesak dirinya, dengan berat hati Riska pun mengatakan yang sebenarnya bahwa dia bekerja sebagai pelepas dahaga bagi para pria hidung belang
Riska sudah mencoba mencegah Dinda untuk tidak melakukan hal tersebut, dia bahkan berjanji akan membantu menangani biaya pelunasan operasi ayah Dinda. Tapi entah mengapa Dinda tetap ingin melakukan hal tersebut
Dinda pun akhirnya melakukan sebuah kesalahan besar di dalam hidupnya, sebuah kesalahan besar yang tak akan pernah bisa dia rubah lagi seumur hidupnya
FLASH OFF
"Aku ga pernah marah sama kamu kok Ris," ucap Dinda sambil tersenyum
"Terus kenapa dulu kamu langsung menghilang setelah kejadian itu? kamu bahkan ga pernah kirim kabar sama sekali ke aku"
"Waktu itu aku cuma malu sama diri aku sendiri Ris, aku langsung tersadar kalau yang aku lakukan saat itu adalah sebuah kesalahan besar. Aku bahkan mendapat balasan dari Tuhan dengan kepergian bapak aku untuk selamanya," ucap Dinda lirih
Riska pun langsung berpindah duduk tepat di samping Dinda dan memeluk tubuh sahabatnya tersebut dengan sangat erat, hingga saat itu Riska memang tak mengetahui alasan Dinda yang sebenarnya melakukan hal tersebut. Tetapi Riska yakin bahwa Dinda benar-benar menyesali hal tersebut
__ADS_1
Riska pun mulai melepaskan pelukannya saat merasa Dinda sudah mulai tenang dan memberikan sebuah botol air mineral yang sebelumnya sudah dia beli
"Minum dulu ya"
"Terima kasih ya Ris," ucap Dinda sambil tersenyum
"Gimana keadaan ibu kamu sekarang?"
"Ibu aku harus segera di operasi Ris, jadi aku harap kamu bisa bantu aku sekali lagi melakukan hal itu." ucap Dinda dengan lirih sambil menundukkan kepalanya
Kedua orang tersebut tak mengetahui bahwa bahwa saat itu percakapan mereka di dengar secara langsung oleh Alex melalui video yang di kirimkan sang anak buah, Alex yang mendengar permintaan Dinda terhadap Riska pun segera membuang ponselnya ke sembarang arah dengan sangat kuat
"Hebat!! kamu benar-benar perempuan hebat Dinda!! kamu terlihat marah saat aku mencium bibir kamu untuk melepaskan rasa rindu aku, tapi kamu bahkan bersedia memberikan tubuh kamu kepada laki-laki lain lagi!!" teriak Alex
Alex pun menghempas kan semua benda yang berada di atas meja kerjanya untuk melepaskan semua amarah yang bersarang di dalam hatinya, Alex pun memikirkan segala cara untuk membalas semua perbuatan Dinda kepada dirinya
Alex pun tersenyum jahat saat dia sudah memilih cara yang akan dia gunakan untuk membalas Dinda, dia pun segera memungut kembali ponselnya dan menghubungi orang yang di tugaskan untuk mengikuti semua pergerakan Dinda dan sang ibu
"Selamat malam pak"
"Ikuti kemana pun nanti mereka pergi, dan segera kabarkan ke saya." ucap Alex dingin dan penuh penekanan
"Baik pak"
Alex langsung memutuskan sambungan teleponnya
"Sepertinya kamu suka sekali bermain dengan cara nakal ya Din, maka saya yang akan menemani kamu untuk bermain permainan nakal itu Dinda!!" ucap Alex di dalam hatinya sambil mengeraskan rahangnya
Saat itu hati Alex serasa terbakar oleh api amarah yang akan sulit untuk di padamkan lagi, semua kenangan manis dan pahit di masa lalu antara dirinya dan Dinda langsung terbayang jelas di dalam benak Alex
Sedangkan di tempat yang berbeda Riska menatap ke arah Dinda dengan perasaan bersalah, sedangkan Dinda hanya bisa menampilkan senyuman yang terlihat getir
__ADS_1
"Aku harus jujur sama kamu kalau orang yang bersama kamu di malam itu sampai detik ini masih mencari kamu Din, tapi untuk sekali ini aku ga akan membantu kamu dengan cara itu." ucap Riska dengan tegas