Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Memperjuangkan Cinta


__ADS_3

Alex pun langsung mengeraskan rahangnya saat mendengar apa yang Dinda ucapkan pada saat itu, bahkan aura yang dia keluarkan pada saat itu terlihat benar-benar sangat menakutkan. Alex saat itu merasa marah dan kecewa terhadap Dinda, dia tak mengerti mengapa Dinda bisa semudah itu mengatakan kata putus


"Aku harap mulai saat ini kita bisa mulai menjaga jarak kak, aku mau kita akhiri semua hubungan kita secara baik-baik." ucap Dinda sambil tersenyum getir


Alex masih saja terdiam pada saat itu, Dinda benar-benar memberikan guncangan yang hebat kepada dirinya


"Aku turun di sini aja ya kak"


Tanpa menunggu jawaban dari Alex terlebih dahulu Dinda terlihat seperti sedang merapikan barang-barang miliknya, Dia pun sudah bersiap untuk turun dari mobil Alex tanpa mau melihat ke arah Alex sama sekali. Tetapi tiba-tiba saja Alex mencengkram tangan Dinda dengan sangat kuat, dan Dinda pun langsung meringis menahan rasa sakit karena ulah Alex


"Apa maksud kamu?" tanya Alex dengan tatapan membunuh


"Sakit kak," ucap Dinda sambil berusaha melepaskan tangannya


Alex yang tersadar pun dengan cepat langsung melepaskan tangan Dinda


"Maaf aku ga sengaja tadi aku benar-benar ga sadar, ya itu karena kamu ngomong sembarangan sih. Omongan kamu tadi bercanda kan Din?"


Dinda pun hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya sambil melihat ke arah tangannya yang menjadi merah karena ulah Alex


"Maksud kamu apa sih Din? kalau kamu ada masalah ya bilang bilang sama aku, kamu ga bisa bilang putus gitu aja dong"


Dinda pun berusaha menguatkan hatinya dan menatap ke arah Alex dengan serius


"Ga ada masalah apapun kak, tapi aku rasa itu adalah keputusan terbaik yang ada untuk kita berdua." ucap Dinda dengan tegas


"Kamu ga bisa egois gini dong Din, apa kamu pikir perjuangkan aku selama ini cuma main-main? kamu ga bisa bilang kata putus sesuka hati kamu, itu namanya kamu benar-benar egois Din!!"

__ADS_1


Entah hanya karena kata-kata yang Alex ucapkan atau memang perasaan Dinda yang sudah terasa terlalu sakit, tanpa sadar Dinda pun langsung menatap ke arah Alex dengan tajam


"Aku egois kak? kenapa jadi aku yang egois kalau aku minta kita akhiri hubungan kita?" tanya Dinda dengan nada suara sinis


"Ya namanya kamu egois kalau kamu akhiri hubungan kita gitu aja, kamu memutuskan semuanya secara sebelah pihak Din!!"


"Apa yang harus aku pertahankan dari hubungan kita kak? kalau sebentar lagi kamu kamu akan di jodohkan dengan perempuan lain!!"


Dinda berteriak sekuat yang dia bisa sambil meneteskan air matanya, Dinda bahkan melupakan kata-kata Alexa agar tak memberitahukan hal tersebut kepada Alex


"Maksud kamu apa sih Din? memang siapa yang mau di jodohkan?" tanya Alex dengan wajah bingung


"Kamu!! sebentar lagi kamu akan di jodohkan dengan perempuan lain kak, terus kamu mau aku tetap ada di samping kamu, kamu mau buat aku sebagai apa kak? sebagai simpanan kamu?" tanya Dinda dengan nada suara sinis


"Tapi aku benar-benar ga paham sama semua omongan kamu Din"


"Nanti juga kamu akan paham sendiri kak"


"Aku minta maaf kalau aku ada salah sama kamu, tapi aku memang ga ngerti sama semua yang kamu omongin Din"


"Lepasin kak!!"


Dinda berusaha untuk melepaskan tubuhnya dari pelukan Alex, tetapi Alex semakin mengeratkan pelukannya


"Sampai kapanpun aku ga akan pernah lepasin kamu Din, dan kamu harus tau ga akan yang namanya perjodohan. Karena cuma kamu perempuan yang aku mau jadi pendamping hidup aku Din," ucap Alex dengan lembut


Dan akhirnya tangisan Dinda pun pecah di dalam pelukan hangat seorang Alexander Wijaya, akhirnya Alex menyadari apa yang membuat Dinda berbuat seperti itu

__ADS_1


Alex pun teringat akan kata-kata sang papa yang akan mengenalkan dirinya kepada seorang gadis di waktu yang lalu, tetapi Alex tak memberikan tanggapan apapun pada saat itu. Dan Alex menganggap bahwa ucapan sang papa akan berlalu begitu saja


"Kamu tenang aja ya Din, ga ada satupun perempuan di dunia ini yang akan menjadi pendamping hidup aku selain kamu. Aku sedang berjuang untuk mewujudkan itu semua Din"


"Aku minta maaf ya kalau kabar ini bikin kamu sedih, tapi aku juga minta sama kamu jangan pernah menyerah untuk cinta kita ya. Aku benar-benar mencintai kamu Adinda Salsabila," ucap Alex dengan lembut lalu mencium ujung kepala Dinda


Dinda pun semakin hebat melepaskan air matanya mendengar semua ucapan Alex pada saat itu


"Tapi aku bisa apa kak? aku ga punya kekuatan apapun untuk melawan ini semua," ucap Dinda dengan suara yang terputus-putus tertahan oleh tangisan


"Kamu ga perlu melakukan apapun, kamu cuma perlu yakin kalau aku sedang memperjuangkan cinta kita Din." bisik Alex dengan lembut


Alex pun berusaha sekuat tenaga untuk meyakinkan Dinda tentang perasaan mereka berdua, Dinda pun akhirnya memilih untuk mempercayai semua ucapan Alex. Setelah Dinda cukup tenang Alex pun meminta Dinda untuk menceritakan semua yang dia dengar dari Alexa


Dinda mulai menceritakan semua yang dia dengar dari Alexa, Alex pun berjanji kepada Dinda bahwa hal tersebut tak akan pernah terjadi. Karena Alex pun sudah menyadari bahwa dia tak akan sanggup untuk kehilangan Dinda


Setelah Alex mengantarkan Dinda ke kampus dia pun langsung menghubungi Alexa, Alex membuat janji temu dengan Alexa saat jam makan siang. Dengan alasan bahwa mereka sudah lama tak bertemu dan bodohnya Alexa mempercayai itu semua begitu saja


Dengan cara yang sangat pintar Alex bisa mendapatkan semua informasi yang Alexa tau tanpa melibatkan nama Dinda sama sekali, Alex pun mulai menyusun sebuah rencana untuk membatalkan rencana sang papa


Waktu pun terus berlalu dan akhirnya hari ulang tahun perusahaan keluarga Wijaya pun tiba, hati Dinda di buat tak menentu pada hari itu walaupun Alex sudah meyakinkan Dinda berkali-kali bahwa hal tersebut tidak akan terjadi


Alex sudah tiba di tempat itu bersama keluarga besarnya, Alex bersikap biasa saja di hadapan semua orang pada saat itu. Hanya Alexa yang terlihat sedikit tegang, karena dia merasa dia telah membocorkan rencana sang papa untuk Alex. Mereka semua pun sudah duduk di meja yang telah di sediakan


"Kamu ga akan berbuat yang aneh-aneh kan kak?" bisik Alexa


Alex hanya tersenyum penuh arti kepada Alexa

__ADS_1


"Aduh bodoh banget sih aku bisa sampai keceplosan sama kak Alex!! lagian ngapain juga aku ketemu dia kemarin ya? aku kan selalu kalah kalau adu omongan sama dia!!"


Alexa hanya bisa memarahi dirinya sendiri pada saat itu


__ADS_2