
Alex mulai menjatuhkan tubuhnya yang lemas tepat di samping Dinda, dan terus memandangi wajah Dinda sambil berusaha mengatur nafasnya terlebih dahulu. Sedangkan Dinda langsung menutup tubuhnya yang polos dengan selimut
Saat itu Dinda benar-benar merasa malu mengingat apa saja yang sudah mereka lakukan, dia pun teringat kembali akan semua suara gila yang dia keluarkan sepanjang permainan panas mereka. Dinda langsung menutup wajahnya dengan selimut karena tak tahan mengingat itu semua
Alex yang sudah berhasil mengendalikan nafasnya langsung menarik selimut yang menutupi wajah Dinda sambil tersenyum hangat
"Terima kasih ya sayang," ucap Alex dengan lembut dan berakhir dengan sebuah ciuman di kening Dinda
Dinda yang tahan dengan itu semua memalingkan wajahnya ke arah yang berlawanan, dan sudah pasti Alex tak ingin itu terjadi dengan lembut Alex memutar wajah Dinda dan membuat kedua bola mata mereka saling bertemu
"Kamu harus tau kalau aku mencintai kamu melebihi diriku sendiri wahai Adinda Salsabila" bisik Alex
Dinda pun langsung menatap ke arah Alex dengan tatapan penuh cinta
"Saat ini aku sudah yakin untuk menyerahkan seluruh hati dan jiwa aku sama kamu kak, aku cuma bisa berharap kamu ga akan pernah mengecewakan aku"
Alex memutuskan agar dia yang membersihkan diri terlebih dahulu, dia hanya tak mau saat dia selesai membersihkan diri Dinda sudah terbuai di alam mimpi. Dia hanya ingin lebih lama lagi menghabiskan malam bersama Dinda
Selesai Dinda membersihkan diri dia pun segera naik ke atas tempat tidur, dan dengan cepat Alex membuka lebar tangannya agar Dinda menjadikan tangan tersebut sebagai bantal. Tubuh mungil Dinda pun berakhir di dalam pelukan hangat Alex dan Alex menghujani ujung kepala Dinda dengan ciuman lembut
"Apa kamu sudah ngantuk Din?"
Dinda mengangkat wajahnya agar mata mereka bisa saling bertemu
"Gimana aku bisa tidur kak? kalau dari tadi kamu selalu gangguin aku"
"Maaf ya, tapi aku mau menghabiskan malam ini lebih lama sama kamu." ucap Alex dengan lembut
Dinda pun langsung membulatkan kedua bola matanya
"Kenapa Din?"
"Jangan bilang kamu mau minta itu lagi kak!! apa kamu mau bikin aku mandi tiga kali dalam satu malam?" tanya Dinda penuh penekanan
Alex mengeratkan pelukannya
__ADS_1
"Buang jauh pikiran kotor kamu Din, aku cuma mau ngobrol aja sama kamu. Selama ini kita ga pernah lakuin itu," ucap Alex dengan lembut dan berakhir dengan ciuman di ujung kepala Dinda
"Gimana kita bisa saling ngobrol kak? yang ada itu selama ini kita selalu berdebat atau kamu marah-marah ke aku," ucap Dinda dengan nada suara sinis
"Tapi kamu ga benci aku sama aku kan Din?"
Dinda mengangkat kembali wajahnya agar tatapan mereka saling bertemu
"Aku ga pernah sekalipun benci sama kamu kak, tapi jujur terkadang aku merasa kecewa dengan semua sikap kamu ke aku"
Alex pun langsung memasang wajah penuh penyesalan
"Aku minta maaf ya"
Dinda pun memberikan senyuman terbaik yang dia punya pada saat itu
"Dari pada permintaan maaf aku lebih suka kalau aku mendengar kamu bilang kalau kamu mencintai aku kak"
"Kenapa kamu masih mau dengar itu sih Din, apa semua yang aku lakukan belum bisa membuktikan seberapa besar cinta aku untuk kamu?"
Alex pun mendekatkan bibirnya ke telinga Dinda
"Aku mencintai kamu wahai Adinda Salsabila, aku berharap kamu akan selalu menemani hidup aku baik di keadaan senang ataupun sedih"
Saat Alex kembali menatap wajah Dinda di saat itu Dinda menampilkan sebuah senyuman yang penuh arti
"Kenapa Din?"
"Apa perasaan kamu ke aku ga akan pernah berubah kak? walaupun nanti aku sudah tua dan ga cantik lagi?"
Alex pun memeluk tubuh Dinda dengan sangat erat
"Sampai nanti rambut kamu memutih dan kulit kamu mulai keriput, kamu akan tetap menjadi wanita tercantik di dalam hati aku Din." ucap Alex dengan lembut
Dinda yang merasa bahagia pun membalas pelukan hangat Alex, malam itu baik Dinda maupun Alex mencoba untuk menyatukan kembali perasaan mereka. Tanpa terasa mereka terus berbincang ringan hingga larut malam
__ADS_1
Sebenarnya Alex masih ingin melanjutkan perbincangan mereka agar hati mereka dapat semakin menyatu, tetapi Alex juga tak sampai hati melihat Dinda yang mulai terlihat lelah
"Udah malam dan pasti kamu capek hari ini, kita istirahat ya." ucap Alex dengan lembut
Dinda pun menganggukkan kepalanya dan mulai memeluk tubuh Alex, sedangkan di tempat yang berbeda ada Melinda yang harus menahan perasaan amarah di dalam hatinya. Dan malam itu Melinda melarikan diri ke sebuah bar untuk menghibur hatinya
'Dasar perempuan kurang ajar!!! aku sudah berbaik hati menawarkan dia uang dan pergi meninggalkan Alex, tetapi perempuan itu benar-benar ga tau diri!!" gerutu Melinda di dalam hatinya
Melinda merasa harga dirinya telah di injak-injak oleh perempuan biasa seperti Dinda, dia benar-benar merasa tak terima perempuan biasa seperti Dinda bisa mengalahkan dirinya untuk mendapatkan Alex. Dan di sisi yang berbeda dia juga harus mendapatkan penekanan dari sang papa
FLASH BACK
Melinda dan keluarga besarnya sudah kembali ke kediaman mereka, dan sang papa langsung meminta gadis tersebut untuk mengikuti dirinya ke ruang kerja sang papa. Wajah sang papa terlihat penuh rasa kekecewaan terhadap dirinya
"Kamu tau kesalahan yang sudah kamu perbuat hari ini Imel?" tanya sang papa penuh penekanan
"Aku minta maaf pah"
"Kamu benar-benar sudah mencoreng wajah papa Mel, bagaimana mungkin kamu bisa di kalahkan dengan seorang gadis biasa?"
"Dari awal Imel sudah meminta papa untuk menghentikan ini semua pah, tapi bagi papa kontrak kerja sama itu jauh lebih berarti di banding Imel yang anak kandung papa kan?"
Sayangnya semua kata-kata tersebut hanya berani gadis itu ucapakan di dalam hatinya, dan dia hanya bisa terdiam sambil menundukkan kepalanya
"Sepertinya papa yang terlalu membanggakan kamu di hadapan semua orang, ternyata kamu gagal melakukan apa yang papa perintahkan!!"
"Imel minta maaf pah"
Hanya kata maaf yang bisa di ucapkan gadis tersebut di hadapan sang papa, walaupun dia tau dengan pasti bahwa semua yang terjadi bukanlah kesalahan dirinya
"Papa ga mau dengar permintaan maaf dari kamu Imel papa hanya mau pembuktian dari kamu, selama Alex belum mengumumkan hubungan mereka masih ada kesempatan untuk kamu. Buktikan ke papa kalau kamu memang anak papa"
"Aku mengerti pah"
"Dan ingat Imel papa ga mau lagi mendengar kata gagal"
__ADS_1
FLASH OFF