Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Suami Takut Istri


__ADS_3

Selesai makan Alex pun langsung membawa Dinda ke ruang kerjanya, tanpa ada pemikiran apapun Dinda hanya bisa duduk dengan setia menunggu Alex yang sedang mempersiapkan itu semua


Alex mulai meletakkan sebuah berkas tepat di hadapan Dinda sambil tersenyum hangat


"Aku tanda tangan di sini kak?"


Alex pun menganggukkan kepalanya, sedangkan Dinda mengambil berkas tersebut di dan mulai membaca tulisan yang berada di lembar pertama. Saat Dinda akan membuka lembar kedua tiba-tiba saja Alex langsung merampas berkas tersebut


Sontak saja hal tersebut membuat dia langsung menatap ke arah Alex dengan tatapan penuh rasa curiga


"Kamu kenapa kak?"


"Kamu yang kenapa sayang?"


"Loh aku salah apa kak?" tanya Dinda sambil mengerutkan keningnya


Entah mengapa saat itu hati kecilnya merasa curiga dengan sikap yang Alex tunjukkan


"Apa kamu ga percaya sama aku? kenapa kamu harus baca dulu semua sebelum tanda tangan?"


"Ini kan bukan masalah aku percaya atau ga sama kamu kak, memang apa salahnya kalau aku baca dulu sebelum tanda tangan?" tanya Dinda dengan wajah serius


Tiba-tiba saja Alex menampilkan sebuah ekspresi tanda kecewa


"Apa kamu ga bisa percaya sama aku? padahal aku ga mungkin melakukan apapun yang bisa merugikan kamu kok," ucap Alex lirih


Dinda yang tak ingin memperpanjang masalah pun langsung menyodorkan tangannya


"Dasar aneh, ya sudah sini biar aku tanda tangan"


Alex pun meletakkan kembali berkas-berkas tersebut, Dinda membubuhkan beberapa tanda tangannya tanpa membaca lebih lanjut berkas-berkas tersebut. Dan Alex terkesan menutupi tulisan yang berada di lembar selanjutnya dengan lembar pertama


Alex pun tersenyum puas saat melihat Dinda memberikan semua tanda tangan yang dia butuhkan, dia langsung merapikan kembali berkas-berkas tersebut dan membawa Dinda keluar dari ruang kerjanya


Sudah pasti malam itu Alex memberikan salah satu tangannya untuk Dinda jadikan bantal, karena dengan begitu dia bisa memeluk tubuh mungil Dinda dengan bebas


"Gimana kalau besok malam kita undang orang-orang terdekat kita datang ke sini sayang?"


"Buat apa kak?"


"Makan malam aja, sekalian biar mereka juga harus tau kalau aku itu sudah nikah sama kamu." ucap Alex dengan lembut


Dinda pun mengangkat wajahnya agar bisa menatap ke arah Alex

__ADS_1


"Tapi kita mau undang siapa aja kak?"


"Kamu bisa minta Alexa sama teman kamu itu sayang untuk datang"


"Kalau kamu sendiri mau minta siapa buat datang kak?" tanya Dinda dengan wajah serius


Alex pun menampilkan sebuah senyuman yang penuh arti, entah mengapa Dinda yakin bahwa laki-laki yang telah menjadi suaminya tersebut sedang merencanakan sesuatu


"Jangan bilang kamu mau undang ibu aku!!" ucap Dinda penuh penekanan


Alex pun langsung membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna mengetahui jalan pikiran Dinda pada saat itu


"Astaga!! itu sih namanya aku bunuh diri sayang"


"Terus kamu mau minta siapa yang datang?"


"Aku mau undang Julian yang datang," ucap Alex sambil tersenyum penuh arti


Dinda langsung memutar tubuhnya agar bisa melihat Alex dengan jelas


"Kamu tau kak senyuman kamu tadi terlihat mengerikan, apa kamu lagi merencanakan sesuatu untuk kak Julian?"


Alex pun tertawa kecil melihat ekspresi wajah Dinda yang sangat serius


Alex langsung menghentikan ucapannya karena melihat Dinda sudah memasang ekspresi wajah bersalah, Dinda pun langsung membenamkan wajahnya ke dada bidang Alex


"Maaf ya kak, waktu aku mabuk aku bilang yang aneh-aneh sama kak Julian." ucap Dinda lirih


Alex pun langsung memeluk tubuh mungil Dinda dengan erat dan menghadiahkan sebuah ciuman yang lembut di ujung kepala Dinda


"Kamu ga salah kok sayang, waktu itu kan aku yang bertindak seperti laki-laki bodoh. Aku cuma mau dia tau kalau dari awal aku sudah memilih kamu sebagai pendamping hidup aku"


Dinda mulai berani mengangkat wajahnya walaupun dengan ekspresi wajah bersalah


"Kamu ga marah sama aku?"


"Untuk apa kita marah cuma karena hal sepele sayang? bagi aku kamu ada di samping aku aja sudah seperti sebuah keajaiban," ucap Alex sambil tersenyum hangat


Alex mengatakan bahwa dia yang akan meminta Alexa untuk datang, Dinda hanya perlu mengabarkan rencana tersebut kepada sahabatnya. Dinda juga mengatakan agar Riska datang bersama sang suami


Alex sengaja mendatangi butik Alexa untuk menyampaikan hal tersebut, perasaan Alexa pun menjadi bercampur aduk pada saat itu. Di satu sisi dia bahagia tapi di sisi lain dia juga merasa kecewa baru mengetahui hal tersebut


"Apa Dinda sudah tau semuanya kak?"

__ADS_1


"Satu-satunya yang dia ga tau adalah peran papa di dalam kecelakaan itu"


"Gimana kalau nanti dia tau kak?"


"Kak Alex sudah bilang sama kamu, apapun keputusan akhir dia akan kak Alex terima. Setidaknya kak Alex sudah mempersiapkan semua keperluan dia dengan baik kalau dia tetap memilih untuk pergi," ucap Alex lirih


"Maksud kamu kak?"


Alex hanya menjawab dengan senyuman


"Kak Alex minta kamu jangan bahas apapun tentang kecelakaan itu di depan Dinda, setidaknya kita harus berusaha membuat dia bahagia. Dengan begitu kita bisa mengurangi perasaan bersalah kita"


Alexa pun berjanji akan menutup rapat mulutnya demi kebahagiaan kedua orang itu, malam itu kediaman tersebut terasa sedikit ramai karena mereka tiba di waktu yang hampir bersamaan


Semua sudah berkumpul di ruang tamu dan Riska pun langsung menyerahkan kado yang telah dia siapkan, Alexa pun tak mau kalah dan menyerahkan kado yang dia bawa. Sedangkan Dinda hanya bisa memasang wajah bingung


"Ini kado untuk apa ya? ulang tahun aku masih lama kok," ucap Dinda dengan polosnya


Semua orang yang ada di sana kecuali Alex langsung tertawa lepas melihat kepolosan Dinda saat itu


"Itu kado untuk pernikahan kita sayang," ucap Alex dengan lembut sambil mengelus rambut Dinda


Dalam sekejap semua tawa ketiga orang tersebut langsung terhenti dan menatap ke arah Alex dengan tatapan mata yang aneh


"Ini sih namanya gila Lex!! mana Alex yang selalu dingin sama orang lain?" tanya Julian lalu tertawa lepas


Alexa pun langsung menatap ke arah Riska


"Tadi pagi matahari ga terbit dari barat kan? apa mungkin ini tanda kiamat sudah dekat?"


"Dia kan istri gw, jadi wajar dong kalau gw harus bersikap beda sama dia. Kalau kalian semua ga penting buat gw," ucap Alex dengan dingin


Mendengar ucapan Alex yang seperti itu membuat Dinda langsung menatap ke arah Alex dengan tatapan mata yang tajam


"Kak..."


"Maaf sayang aku cuma bercanda kok," ucap Alex sambil tersenyum


Dan lagi-lagi mereka bertiga tertawa lepas melihat Alex yang dengan mudahnya di kalahkan oleh Dinda


"Ternyata lu tipe suami takut istri ya, sekarang gw jadi tau kelemahan lu." ucap Julian sambil tersenyum meledek


Alex tak mau memperdulikan ucapan Julian dan hanya menatap ke arah Dinda dengan lembut

__ADS_1


"Yang di bilang Julian memang benar Din, aku memang takut. Takut kamu pergi dan menghilang dari sisi aku," batin Alex


__ADS_2