
Dinda yang tak mau semakin larut dalam pikirannya memilih untuk kembali menyibukkan diri di acara tersebut, Alex pun di buat sedikit jengkel karena setelah beberapa kali dia mencuri pandang terlihat Dinda sibuk mempersiapkan ini dan itu
"Dasar perempuan ga berperasaan!! dia sibuk mengurus segala sesuatu untuk acara pertunangan suaminya sendiri, dan yang lebih parah dia ga terlihat bersedih sama sekali. Jadi aku harus berbuat sejauh apa Din? aku cuma mau kamu mempertahankan aku"
Alex melakukan itu Dinda mempertahankan dirinya dan menganggap dirinya hanya milik Dinda seorang diri, Alex hanya ingin bila di kemudian hari ada masalah menghampiri mereka Dinda tak melepaskan dirinya dengan mudah seperti dahulu kala
Sedangkan di sisi lain Melinda yang melihat Dinda dari kejauhan pun langsung menghampiri Dinda, gadis itu pun meminta Dinda untuk mengikuti dirinya ke ruang istirahat dan berbincang empat mata
Sudah pasti suka atau pun tidak Dinda harus mengikuti keinginan Melinda pada saat itu, kini mereka berdua sudah berada di ruangan tersebut dan duduk saling berhadapan
"Apa kamu perempuan yang ga punya harga diri? kamu bahkan menyiapkan semuanya dengan sempurna untuk laki-laki yang selalu menghabiskan malam bersama kamu," ucap Melinda dengan sombongnya
"Saya hanya mencoba melakukan tugas saya dengan baik bu," ucap Dinda dengan sopan
Melinda pun menampilkan senyuman yang penuh sinis, gadis itu benar-benar tidak menyukai sikap yang Dinda yang terkesan biasa saja
Melinda mulai bangkit dari duduknya dan menampilkan sebuah senyuman yang terlihat sombong, Melinda berniat menghancurkan hati Dinda hingga berada di titik terendah. Setidaknya dengan begitu dia bisa membalas perbuatan Alex terhadap dirinya
"Saya kira awalnya kamu adalah sebuah ancaman, ternyata kamu bukan siapa-siapa di mata Alex. Dia bahkan tidak perduli saat kamu harus menyaksikan kami bersatu"
Dinda lebih memilih
untuk diam dan menampilkan senyuman tipis, Melinda pun melangkahkan kakinya mendekat ke arah Dinda dan mulai mendekatkan wajahnya di telinga Dinda
"Kamu harus ingat kalau kamu hanya berperan sebagai penghangat tempat tidur bagi Alex, sedangkan saya adalah perempuan yang dia akui di hadapan seluruh dunia." ucap Melinda dengan sombongnya
"Gunakan otak kamu untuk berpikir, apakah Alex akan tetap berada di tempat tidur kamu? di saat sudah ada perempuan seperti saya di samping dia?"
Dinda hanya bisa terdiam dengan semua penghinaan yang Melinda lakukan, dia terus menguatkan hatinya agar tidak menjatuhkan air matanya di hadapan gadis sombong itu
__ADS_1
Melinda yang sudah merasa menang di atas angin memilih untuk meninggalkan Dinda di dalam ruangan tersebut, Melinda pun kembali di antara kerumunan para undangan yang sudah berada di tempat itu. Melinda menunjukkan sikap yang biasa saja seolah dia tak melakukan apapun
Sedangkan Dinda akhirnya tak bisa lagi menahan rasa sakit yang sedang dia rasakan di dalam hatinya, air mata Dinda pun mengalir dengan hebatnya. Dinda hanya bisa mengutuk hatinya sendiri yang telah mengkhianati dirinya
"Bodoh!! kamu memang perempuan paling bodoh di dunia ini Dinda, kenapa kamu menyerahkan hati kamu lagi kepada laki-laki itu? kenapa hati kamu terlalu lemah Din?"
Dinda menangis dengan hebatnya tanpa menyadari bahwa sudah ada seseorang masuk ke dalam ruangan tersebut, melihat Dinda yang menangis dengan hebatnya orang tersebut pun langsung memeluk tubuh Dinda dengan sangat erat. Dan orang tersebut adalah Alexa
"Kamu kenapa? kenapa kamu nangis Din?" tanya Alexa dengan suara yang bergetar menahan tangisan
Dinda menangis semakin hebat di dalam pelukan Alexa pada saat itu
"Kakak minta maaf sama kamu ya Din, seharusnya sedari awal kakak membuka semua rahasia itu. Kakak benar-benar memohon maaf sama kamu Dinda," batin Alexa dan semakin mengeratkan pelukannya
Ternyata sedari awal Alexa sudah memperhatikan Dinda saat di minta untuk mengikuti Melinda, tanpa banyak bicara Alexa langsung mengikuti langkah kaki mereka berdua
Alexa yang melihat mereka memasuki ruang istirahat memutuskan untuk menunggu di luar ruangan tersebut sambil terus memperhatikan keadaan ruangan tersebut, Alexa hanya tak mau menimbulkan masalah baru bila dia tiba-tiba saja dia masuk ke dalam ruangan tersebut
Alexa mulai melepaskan pelukannya saat merasa Dinda mulai tenang, dia langsung menggenggam kedua tangan Dinda dan mantap Dinda dengan tatapan mata penuh rasa bersalah
"Apa sudah merasa lebih baik Din?" tanya Alexa dengan lembut
Dinda pun menjawab dengan anggukan kepalanya sambil memaksa bibirnya untuk tersenyum
"Kakak minta maaf sama kamu Din, seharusnya kakak ga membiarkan masalah ini berlarut-larut." ucap Alexa dengan lembut
"Masalah apa kak? aku baik-baik aja kok"
Dinda masih berusaha menutupi karena mengira Alexa belum mengetahui semuanya
__ADS_1
"Kamu ga usah bohong sama kakak Din, Kak Alexa udah tau semua yang terjadi antara kamu dan kak Alex"
Dinda hanya bisa membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna karena merasa terkejut
"Jadi sekarang kak Alexa mau kamu jawab pertanyaan kakak dengan jujur, apa yang kamu inginkan Din? apa kamu mau kakak menghentikan acara ini?" ucap Alexa dengan bersungguh-sungguh
Dinda pun hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya
"Kamu ga usah takut Din, bilang sama kakak apa yang kamu mau? kakak janji kakak akan berusaha memberikan apa yang kamu mau." ucap Alexa dengan serius
"Aku cuma mau mengakhiri hubungan aku dengan kak Alex, aku mau pergi sejauh mungkin bersama ibu." ucap Dinda dengan lirih
Alexa hanya bisa menatap Dinda dengan tatapan mata penuh rasa bersalah, dia tak berani untuk menduga sebesar apa luka yang telah di berikan Alex kepada Dinda
"Apa kamu yakin Din? apa kamu ga mau mencoba mempertahankan hubungan kalian?"
Lagi-lagi Dinda menjawab dengan menggelengkan kepalanya
"Karena aku sadar kak, aku bukan perempuan yang pantas untuk kak Alex." ucap Dinda dalam hati
Alexa hanya bisa membuang nafasnya dengan kasar, bagaimana pun juga dia harus menghargai apa yang sudah menjadi keinginan Dinda
"Kalau memang keputusan kamu sudah bulat kak Alexa akan bahas masalah ini sama kak Alex, dan kakak janji kakak akan berusaha membuat kak Alex melepaskan kamu." ucap Alexa dengan bersungguh-sungguh
"Terima kasih kak"
"Sebaiknya kamu pulang dan istirahat ya, masalah ini biar kakak yang selesaikan"
Dinda pun menjawab dengan anggukkan kepalanya, Alexa langsung menggenggam tangan Dinda dan membawa Dinda keluar dari ruangan tersebut. Alexa juga langsung menghubungi sang supir agar bersiap untuk mengantarkan Dinda
__ADS_1
Satu hal yang tidak Dinda dan Alexa ketahui ternyata Alex memperhatikan semua gerak gerik mereka, Alex benar-benar tidak nyaman melihat wajah Dinda yang terlihat jelas habis menangis. Perasaan Alex langsung tak menentu melihat itu semua