
Mendengar ucapan Alex saat itu membuat Dinda langsung membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna
"Kenapa dia bisa tau hal itu? apa dia kirim orang untuk selalu mengawasi aku?"
"Kenapa? apa kamu kaget karena aku bisa tau tentang hal itu? apa kamu pikir aku masih Alex yang dulu? Alex yang bodoh dan bisa kamu tipu dengan mudah"
Dinda pun tertawa dan membuat Alex langsung menatap ke arah dirinya dengan tajam
"Apa anda lupa akan sesuatu tuan Alex? apapun yang akan saya lakukan saat ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan anda." ucap Dinda dengan sinis
Ucapan Dinda berhasil membuat Alex terbakar api amarah
"Kamu cuma butuh uang kan? apa kamu lupa kalau sekarang saya adalah pemimpin keluarga Wijaya? saya akan berikan kamu uang yang sangat banyak sampai kamu sendiri merasa bosan dengan yang namanya uang, maka sekarang juga serahkan tubuh kamu sama saya!!"
Alex yang sudah gelap mata pun menarik pakaian Dinda dengan sangat kasar, hingga beberapa kancing baju yang Dinda gunakan terlepas dari tempatnya. Dinda yang terkejut akan hal tersebut meronta sekuat yang dia bisa, tetapi semuanya hanyalah sia-sia karena semua upaya Dinda lakukan tak membuahkan hasil apapun
Merasa mendapatkan penolakan dari Dinda membuat Alex semakin gelap mata, dengan cepat Alex membuka dasi yang dia gunakan dan mengikat kedua tangan Dinda dengan dasi tersebut. Alex meletakkan kedua tangan Dinda di atas kepalanya agar Dinda semakin tak memiliki ruang gerak, Alex pun menggunakan salah satu tangannya untuk menahan kedua tangan Dinda
Alex langsung mencium paksa bibir Dinda, Dinda masih berusaha untuk menolak hal tersebut dengan merapatkan kedua rentetan giginya dengan sangat kuat. Usaha Alex tak berhenti sampai di situ, dia menggigit bibir Dinda hingga mengeluarkan bercak darah, Dinda pun terpaksa membuka mulutnya dan dengan cepat Alex menyapu bersih seluruh rongga mulut Dinda
Entah apa yang merasuki Alex saat itu, dia bahkan tak mau memberikan Dinda kesempatan sama sekali untuk beristirahat. Dengan gencar Alex terus melancarkan aksi demi aksinya tanpa memperdulikan perasaan Dinda sama sekali
Dinda sudah berusaha untuk menguatkan hatinya agar tak menjatuhkan air matanya di hadapan Alex, tetapi hatinya terlalu sakit dengan semua perbuatan Alex pada saat itu. Dan Dinda pun mulai menangis dengan hebatnya
Alex yang merasa tubuh Dinda bergetar dengan hebat pun segera mengehentikan semua aksinya, Alex merasa terpukul saat melihat air mata Dinda yang semakin deras. Alex pun segera turun dari tubuh Dinda dengan wajah penuh kekecewaan
__ADS_1
"Kenapa kamu jahat sama aku Din? kamu seperti ga sudi saat tubuh kamu aku sentuh, tapi kamu sama sekali ga keberatan saat tubuh kamu di sentuh laki-laki lain." ucap Alex dengan lirih
Dinda hanya bisa terdiam dan terus menangis dengan hebatnya, Alex pun menghembuskan nafasnya dengan kasar untuk mengurangi rasa amarahnya. Dia melangkahkan kakinya ke arah sofa dan mendudukkan tubuhnya di sana
Cukup lama mereka hanya diam di tempat mereka masing-masing, setelah berhasil menguasai amarahnya Alex pun mulai menghampiri Dinda yang saat itu sudah menghentikan tangisannya
Alex membuka dasi yang mengikat tangan Dinda dan menutupi tubuh Dinda dengan selimut, dia pun mulai melangkahkan kakinya ke arah lemari dan mengambil sebuah kaos lalu di berikan kepada Dinda
Dinda pun segera meraih kaos tersebut dan menuju ke arah kamar mandi untuk mengganti pakaiannya, setelah Dinda keluar dari dalam kamar mandi ternyata Alex sudah berdiri tepat di depan pintu kamar mandi
"Kita harus bicara," ucap Alex dengan tegas
"Sabar Dinda kamu harus bisa sabar saat ini, kalau kamu memberikan perlawanan bisa saja hal tadi bisa terulang lagi. Bahkan mungkin bisa jadi hal yang lebih buruk pun tak bisa di hindari "
Alex mendudukkan tubuhnya di sofa di dalam kamar tersebut, dia pun meminta Dinda untuk duduk di salah satu sofa. Dinda yang tak ingin kejadian tadi terulang kembali pun memilih untuk mengikuti keinginan Alex
Dinda memilih untuk diam dan menghindari masalah baru
"Saya akan memenuhi semua kebutuhan kamu termasuk biaya perawatan ibu kamu, dengan catatan kamu harus menjadi wanita saya"
Dinda pun mulai memberanikan diri menatap ke arah Alex
"Bukannya kamu sudah punya calon tunangan tuan?"
Alex pun tersenyum dingin mendengar ucapan Dinda pada saat itu
__ADS_1
"Sepertinya kamu salah mengerti, saya hanya bilang kamu untuk menjadi wanita saya bukan pendamping hidup saya." ucap Alex dengan sinis
Serasa seluruh kekuatan yang Dinda miliki hilang dari dalam tubuhnya mendengar ucapan Alex pada saat itu, hati Dinda benar-benar hancur lebur oleh serangan Alex yang bertubi-tubi
Dinda tak pernah menyangka bahwa sosok Alex yang pernah dia cintai dengan sepenuh hati bisa menawarkan hal tersebut kepada dirinya, Dinda tau dengan pasti bahwa dia telah melakukan sebuah kesalahan di masa lalu. Tetapi apakah hukuman tersebut pantas Dinda dapatkan?
"Kenapa kamu harus berbuat seperti ini tuan?"
"Karena kamu pernah menghancurkan harga diri saya dengan memberikan tubuh kamu kepada laki-laki lain, dan saya ga mau kamu menghancurkan harga diri saya untuk yang kedua kalinya." ucap Alex dengan tegas
"Bagaimana bila saya menolak tawaran anda tuan?"
Alex pun tersenyum tetapi senyuman tersebut benar-benar terlihat sangat mengerikan
"Apa kamu tau kalau saya yang sekarang bisa membuat hidup kamu hancur berkeping-keping dengan sangat mudah? kamu boleh saja sudah membayar biaya operasi ibu kamu, tapi saya bisa dengan mudah membuat semua itu menjadi gagal." ucap Alex dengan dingin
Hati Dinda benar-benar terasa sakit mendengar itu semua, bagaimana mungkin Alex yang dia kenal bisa memberikan penawaran tersebut dengan sebuah ancaman yang sangat mengerikan
"Kalau begitu ini sesungguhnya bukan sebuah pembicaraan tuan, ini hanya sebuah pemberitahuan." ucap Dinda lirih
Alex hanya terdiam sambil tersenyum dingin
"Apa sekarang saya sudah pergi tuan? saya harus menemani ibu saya saat menjalani operasi"
"Lalu kapan kamu akan mulai datang kepada saya?"
__ADS_1
"Setelah keadaan ibu saya mulai membaik tuan"
Entah apa yang ada di dalam pikiran kedua orang tersebut, seandainya saja mereka bertanya kepada hati kecil mereka. Maka sudah pasti mereka akan menemukan jawaban yang sama, yaitu mereka masih menyimpan perasaan cinta mereka yang dulu. Tapi kini mereka hanya hidup untuk saling menyakiti