Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Tak Bisa Di Biarkan


__ADS_3

Alex saat itu hanya ingin melarikan diri dari kegundahan hati yang sedang dia rasakan, dia sendiri tak menyadari bahwa wajahnya mulai bersemu merah akibat pengaruh minuman tersebut. Saat Dinda menyadari apa yang di lakukan oleh suaminya dia pun segera menghampiri Alex


"Kamu minum alkohol ya kak?" tanya Dinda sambil menatap tajam


Alex pun hanya membalas dengan senyuman getir


"Kamu apa-apaan sih kak? muka kamu sudah mulai merah itu." ucap Dinda penuh penekanan


"Terus kenapa Din? apa kamu masih perduli sama aku?" tanya Alex lirih


Dinda yang tak ingin membuat keributan lebih jauh memilih untuk menghindar sejenak dari Alex, tetapi Alex yang salah sangka mengira bahwa Dinda benar-benar tak perduli dengan apapun yang sedang dia lakukan


"Kamu benar-benar jahat Din"


Alex terus meminum minuman tersebut tanpa henti, sedangkan Dinda saat itu memilih untuk memperhatikan Alex dari kejauhan. Dengan cara minum Alex yang seperti itu tak butuh waktu lama dia pun sudah mulai mabuk. Hal tersebut bisa di buktikan dengan Alex yang tanpa sadar menjatuhkan sebuah gelas


Dinda pun meminta bantuan beberapa pekerja di tempat itu untuk membawa Alex ke sebuah kamar yang sudah dia pesan sebelumnya, orang-orang tersebut membaringkan tubuh Alex di atas tempat tidur. Dan Dinda pun memberikan beberapa lembar uang biru sebagai tanda terima kasih


Baru saja Dinda menutup pintu kamar tersebut dia pun harus di buat terkejut karena Alex yang tiba-tiba saja berteriak sekuat tenaga


"Dinda!!"


Dinda hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Alex yang seperti itu, Dinda pun menuju ke arah kamar untuk melakukan sesuatu. Saat Dinda keluar dari dalam kamar mandi dia pun mulai melangkahkan kakinya ke arah Alex dan mulai memperhatikan Alex dengan seksama


"Apa benar yang tadi kak Julian bilang ke aku?" batin Dinda


FLASH BACK


Dinda sibuk memperhatikan ini dan itu di acara tersebut, dia hanya ingin acara tersebut benar-benar menjadi sempurna. Hingga dia tak menyadari bahwa sang suami sudah mulai meminum minuman yang mengandung alkohol


Tetapi berbeda dengan Julian, sedari awal dia terus mencuri pandang dan memperhatikan keadaan Alex. Karena dia tau bahwa masalah antara Alex dan Dinda belum terselesaikan


Saat Alex mulai meminta sebotol red wine, Julian pun tak bisa lagi tinggal diam dan langsung menghampiri Alex


"Apa lu ada rencana untuk membuat masalah di acara gw?" tanya Julian dengan santai


"Pikiran lu terlalu kotor, gw cuma lagi butuh untuk menenangkan hati gw aja"


Julian pun langsung mendudukkan tubuhnya di samping Alex, karena dia yakin bahwa keadaan Alex pada saat itu tidak baik-baik saja

__ADS_1


"Masih masalah yang kemarin?"


"Rasanya gw mau membunuh perempuan itu dengan tangan gw sendiri," ucap Alex dengan dingin


"Kenapa ga lu kerjain? lu kan terkenal sebagai si manusia es yang bisa menghancurkan apapun"


"Karena perempuan itu memegang sesuatu yang ga bisa untuk gw lawan"


"Apa ke gw juga lu belum bisa cerita?"


Alex hanya menggelengkan kepalanya


"Oke," ucap Julian tersenyum penuh arti


Saat itu Julian memang tak memaksa Alex lebih jauh untuk bercerita, Julian pun mulai bangkit dari duduknya karena dia harus bercengkrama dengan yang lain juga


Alex yang sudah seorang diri memilih untuk melanjutkan ritual minumnya, dari kejauhan Julian pun sempat melihat Dinda menghampiri Alex. Dan dia pun memutuskan untuk mengambil sebuah tindakan, dia hanya tak ingin melihat sosok Alex yang terpuruk seperti dulu kala


"Ini sih udah ga bisa di biarin, kapan lu bisa belajar Lex? yang namanya perempuan itu butuh kejujuran dan pembuktian yang nyata, apa lu ga yakin dengan perasaan yang Dinda punya untuk lu?"


Julian pun mencari kesempatan untuk mendekati Dinda


"Bisa aku ngobrol sebentar sama kamu Din?"


"Apa kalian lagi berantem?"


Dinda hanya bisa terdiam dan tak berani memberikan bantahan apapun


"Aku ga bermaksud untuk ikut campur masalah kalian, tapi aku harus lakuin ini karena aku orang yang paling paham sisi lain Alex.Dan aku ga mungkin diam aja saat melihat Alex seperti itu"


"Aku juga ga tau harus berbuat apa kak?"


"Kamu harus percaya sama aku kalau Alex benar-benar mencintai kamu Din, dia ga mungkin punya hubungan apapun sama perempuan itu." ucap Julian penuh keyakinan


"Tapi kak...."


"Aku orang yang selalu ada di samping dia waktu kamu dulu menghilang Din, jadi aku orang yang paling tau seberapa dalam perasaan Alex untuk kamu"


"Tapi sebagai seorang perempuan aku juga butuh sebuah penjelasan kak, dan sebenarnya aku sempat lihat pesan yang di kirim perempuan itu ke kak Alex tadi pagi. Isi pesan itu benar-benar membuat aku jadi bingung kak." ucap Dinda lirih

__ADS_1


"Dia bilang apa?" tanya Julian dengan serius


"Dia seperti sedang membahas tentang batas waktu dan sepertinya dia minta kak Alex buat tinggalin aku"


"Sebenarnya tadi aku sempat ngobrol sama Alex dan dia bilang kalau perempuan itu memegang sesuatu yang ga bisa dia lawan"


Mendengar hal tersebut Dinda pun langsung memasang wajah serius


"Maksud kamu perempuan itu lagi mengancam kak Alex?"


"Cerita lengkapnya aku belum tau, karena Alex belum mau bilang"


Dinda pun langsung memasang wajah bersedih


"Apa kamu dengar Alex cerita semuanya dengan jujur?" tanya Julian dengan wajah serius


Dinda pun menggunakan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali


"Tapi kita juga ga tau loh Din masalah yang sebenarnya, aku sih curiga masalah ini menyangkut kamu"


"Aku kak?" tanya Dinda sambil mengerutkan keningnya


"Karena setau aku Alex ga pernah takut tentang apapun, dia cuma merasa takut kalau menyangkut tentang kamu"


Dinda tampak diam untuk sesaat lalu mulai menatap ke arah Julian dengan serius


"Apapun masalah yang harus kami hadapi nanti biar menjadi urusan nanti kak, aku juga ga mau cuma bisa diam seperti sekarang." ucap Dinda penuh keyakinan


"Buat Alex mabuk dan biarin dia sampai menangis Din, nanti dia akan jawab semua pertanyaan kamu dengan jujur." ucap Julian dengan serius


Dinda terlihat mengerutkan keningnya seperti tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar


"Percaya sama aku, saat kamu bisa lihat Alex nangis saat itu dia akan mulai bicara jujur tentang apapun." ucap Julian penuh keyakinan


"Tapi kamu harus ingat satu hal ya, saat dia sudah mulai menangis kamu jangan sampai biarin dia tertidur"


"Kenapa kak?" tanya Dinda dengan polosnya


"Ya kamu akan melewati waktu yang tepat Din, dia kalau sudah tidur saat mabuk ga akan bisa lagi kami bangunin." ucap Julian sambil tersenyum tipis

__ADS_1


Tentu saja Julian bisa mengetahui kebodohan Alex tersebut karena ulah Alex di masa lalu saat Dinda pergi meninggalkan dirinya


FLASH OFF


__ADS_2