Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Konferensi Pers


__ADS_3

Sebagai bentuk rasa tanggung jawab pada malam itu Irwan mengatakan bahwa dia akan mengantarkan Alexa kembali ke kediamannya, dan sesuatu yang terduga terjadi saat mereka keluar dari tempat itu. Karena Maria dan sepupunya sudah menanti Alexa di sana


Baik Maria maupun sepupunya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Alexa dan Irwan, mereka juga berjanji di kemudian hari mereka tidak akan pernah melakukan hal yang aneh-aneh lagi kepada Alexa. Dan sudah pasti Alexa akan memaafkan mereka dengan mudahnya, dan kini Alexa berserta Irwan sudah berada di dalam mobil Irwan


"Terima kasih ya," ucap Alexa dengan tulus


"Untuk apa?" tanya Irwan sambil mengerutkan keningnya


"Untuk bantuan kamu malam ini"


"Saya ga lagi bantu kamu kok," ucap Irwan dengan santai


Alexa pun langsung menatap ke arah Irwan dengan wajah bingung


"Itu cuma kewajiban saya untuk menemani calon istri saya," lanjut Irwan


Alexa hanya bisa memasang wajah malas pada saat itu dan Irwan hanya bisa tersenyum tipis melihat ekspresi wajah Alexa pada saat itu


Di seberang sana Alex bersama Dinda sedang menghabiskan malam yang penuh dengan nuansa romantis, di sebuah tempat yang dapat menyajikan pemandangan malam di kota tersebut dengan sangat jelas


Alunan musik piano yang terus bermain dan gemerlap lampu yang berada di bawah sana membuat suasana di tempat itu semakin romantis


"Kamu suka di sini sayang?" tanya Alex sambil menggenggam salah satu tangan Dinda dengan lembut


Dinda menjawab dengan menggelengkan kepalanya, saat itu Dinda menampilkan raut wajah sedikit bersedih


"Kenapa sayang?" tanya Alex dengan sedikit cemas


"Karena pemandangan di sini bisa menunjukkan tentang kehidupan yang nyata"


"Maksud kamu sayang?"


"Ternya orang yang berada di bawah terlihat sangat kecil di hadapan orang yang berada di atas," ucap Dinda terdengar sedikit lirih

__ADS_1


"Tapi apa kamu pikir orang yang di atas berhak untuk merasa bangga sayang?"


Dinda pun langsung menatap ke arah sang suami dengan lekat dan Alex menggelengkan kepalanya


"Bagi aku orang yang pantas merasa bangga adalah orang yang kecil tapi dia bisa menjadi orang yang besar tanpa lupa bahwa dulu dia adalah orang yang kecil," ucap Alex dengan lembut


"Kamu benar sayang, untuk apa merasa diri kita besar kalau kita tidak bisa menghargai orang yang lebih kecil"


Di antara percakapan yang sedang terjadi ponsel Alex yang berada di atas meja terus saja bergetar


"Handphone kamu sayang"


Alex hanya memasang wajah malas dan Dinda pun terpaksa melirik ke arah ponsel Alex, dan lagi-lagi Alexa berperan menjadi pengganggu di antara mereka


"Angkat kak mungkin aja penting"


Dengan berat hati Alex menjawab panggilan telepon dari Alexa


"Halo"


Alex menjauhkan sedikit ponselnya karena suara teriakan Alexa di seberang sana


"Tapi acaranya jadi berjalan lancar kan?"


"Ya, terima kasih ya kak." ucap Alexa dengan tulus


"Apa sekarang kamu sudah bersedia kakak jodohkan kamu sama dia?"


"Ga!!" tegas Alexa


Alexa langsung memutuskan sambungan teleponnya begitu saja, ternyata Alex menghubungi Irwan untuk membantu Alexa pada malam itu. Dan sebelumnya dia sudah menceritakan garis besarnya kepada Irwan


Tetapi semenjak malam itu hubungan antara Alexa dan Irwan pun menjadi semakin dekat dan yang pasti Alexa tak lagi mengganggu hari-hari damai Alex bersama Dinda

__ADS_1


Waktu terus berlalu tanpa terasa seminggu sudah terlewati begitu saja, sudah saatnya bagi Alex dan Dinda kembali ke kota asal mereka untuk menjalani rutinitas mereka seperti biasanya


Tetapi sebelum itu semua tentu saja Alex harus memberikan penjelasan tentang sang pengantin wanita yang berubah tepat di hari pernikahan mereka, Alex pun mengadakan sebuah konferensi pers untuk menyelesaikan masalah tersebut. Saat itu Alex memutuskan untuk maju seorang diri karena dia yakin Dinda belum siap untuk menjalani hal seperti itu


Kilatan demi kilatan lampu kamera yang sangat menyilaukan mata seakan bersahutan di tempat itu, tetapi Alex yang sedang menjadi peran utama pada saat itu tetap terlihat tenang dan menampilkan aura sang pemimpin


"Bagaimana menurut bapak tentang fenomena ini pak? sebagian orang menyebut kejadian kemarin sebagai fenomena pergantian mempelai wanita," ucap salah satu wartawan yang ada di sana


"Jika itu sebuah fenomena maka saya akan mengatakan bahwa itu adalah sebuah fenomena yang baik"


"Apa benar bahwa istri pak Alexander Wijaya saat ini adalah anak seorang supir?"


Alex pun tersenyum tipis dan menatap jauh ke arah salah satu kamera yang berada di sana


"Itu benar tapi saat ini dia adalah ratu bagi saya," ucap Alex dengan tulus sambil menatap ke arah kamera


Hal tersebut membuat detak jantung Dinda berdebar kencang seolah Alex sedang menyatakan itu semua secara langsung kepada dirinya


Beberapa pertanyaan pun terus di berikan mengenai hal tersebut, dan sampai pada saat sang pembawa acara mengingatkan bahwa pertanyaan selanjutnya akan menjadi pertanyaan yang terakhir. Semua yang hadir terlihat sangat antusias dan di pilihlah salah satu wartawan yang berada di tempat itu untuk memberikan pertanyaan terakhir kepada Alex


"Apakah anda benar-benar merasa yakin bahwa pilihan anda saat ini adalah pilihan yang terbaik? sedangkan bila kita melihat dari latar belakang kedua wanita tersebut, sudah pasti saudari Melinda jauh lebih baik dari pada istri anda saat ini"


Alex pun terlihat terdiam untuk sesaat membuat suasana di tempat itu sempat terasa dingin dan menusuk, tetapi tak lama kemudian dia menampilkan sebuah senyuman yang terlihat hangat


"Dari pada menjawab pertanyaan itu saya akan coba mengalihkan dengan memberikan sebuah nasihat" ucap Alex


Beberapa wartawan yang pernah melakukan wawancara terhadap Alex hanya bisa merasa sedikit bingung dan saling pandang di dalam diam, mereka yang pernah berhadapan dengan Alex secara langsung telah menyadari bahwa Alex yang saat ini berada di hadapan mereka jauh lebih ramah bahkan bisa menampilkan sebuah senyuman


"Bagaimana?" tanya Alex sambil tersenyum hangat


Sudah pasti semua orang yang hadir di tempat itu hanya bisa berseru tanda setuju dengan yang Alex ucapkan pada saat itu


"Kalian tidak akan merasa hidup kalian menjadi sempurna, bila kalian hanya melihat kekayaan dan status sosial sebagai sebuah patokan untuk menentukan yang terbaik. Jika kalian benar-benar ingin merasa hidup kalian sempurna maka tanya hati kecil kalian," ucap Alex dengan serius

__ADS_1


Suasana di tempat itu tiba-tiba saja menjadi sunyi


"Bersama sama siapa kalian bisa merasa nyaman? bersama siapa kalian merasa separuh nyawa kalian menghilang saat dia tidak ada? dan bersama siapa kalian ingin menghabiskan sisa waktu kalian yang tersisa? karena saya tau dan percaya bahwa kekayaan dan status sosial tidak bisa kebahagiaan yang sempurna di dalam hati kita" lanjut Alex penuh keyakinan


__ADS_2