
Pada saat itu entah mengapa Julian merasa Alexa memendam sesuatu, karena dia merasa semakin lama ekspresi wajah Alexa penuh rasa penyesalan
"Kenapa kamu tega lakukan itu ke Dinda kak? Dinda mungkin berbuat salah ke kamu kak, tapi keluarga kita lebih banyak berbuat salah sama Dinda kak" batin Alexa sambil menundukkan kepalanya
"Aku harap kamu bisa bantu aku untuk bicara sama Alex, setidaknya bantu aku menyadarkan Alex untuk bisa memilih"
Alexa pun menatap ke arah Julian dengan seksama
"Memilih apa ya kak?"
"Alex harus berani untuk memilih antara melepaskan rasa dendamnya atau melepaskan Dinda," ucap Julian dengan serius
Alexa pun tampak bingung untuk membuat keputusan pada saat itu, bagaimana pun juga posisinya saat itu berada di tengah dua orang yang sangat dia sayang
"Gimana menurut kamu Alexa?"
"Aku rasa aku harus ketemu Dinda terlebih dahulu kak, setidaknya aku harus tau apa yang Dinda inginkan sebelum aku memutuskan untuk mengambil langkah apa"
"Bagus juga, siapa tau aja karena kalian sesama perempuan dia bisa lebih terbuka sama kamu"
"Ya kak, aku cuma berharap semoga di dalam hati Dinda masih ada perasaan untuk kak Alex. Dengan begitu Dinda bisa memaafkan semua kesalahan yang ada di masa lalu," ucap Alexa lirih
Alexa mengucapkan semua kata-kata tersebut begitu saja dan tanpa sadar dia telah membuka sesuatu yang selama ini dia pendam seorang diri, dan Julian pun benar-benar merasa aneh dengan kata-kata yang gadis itu ucapkan
"Memang apa kesalahan Alex di masa lalu yang harus mendapatkan kata maaf dari Dinda?" tanya Julian dengan wajah serius
Alexa pun tampak terkejut dengan pertanyaan yang Julian berikan, dia benar-benar tak sadar bila dirinya telah mengungkap sesuatu di hadapan Julian secara tak sadar
"Astaga Alexa kenapa kamu ga bisa jaga mulut kamu sih? aku harus cari alasan supaya kak Julian ga curiga, bagaimana pun juga aku harus cari tau dulu apa Dinda bahagia saat ini?"
__ADS_1
Julian pun semakin yakin bahwa ada sesuatu yang Alexa sembunyikan selama ini, Julian pun menatap ke arah Alexa dengan seksama dan membuat Alexa bertingkah menjadi serba salah
"Apa selama ini ada sesuatu yang kamu tutupi Alexa? atau jangan-jangan selama ini ada sesuatu yang bahkan Alex sendiri pun ga tau, dan sekarang mereka hanya bisa saling membenci dan saling menyakiti?"
Alexa menutup kedua bola matanya dengan sempurna untuk menahan semua gejolak yang dia rasakan, tetapi semua ucapan Julian benar-benar mengarah ke arah yang benar. Alexa pun membuang nafas nya dengan kasar lalu menatap ke arah Julian
"Aku ga bisa bilang ke kamu apa yang sudah terjadi di dalam keluarga kami kak? tolong kasih aku sedikit waktu untuk menyelesaikan masalah ini"
Julian hanya bisa terdiam dan menatap ke arah Alexa dengan lekat
"Kamu tenang aja kak, aku janji aku akan berusaha memberikan jalan keluar terbaik untuk Dinda. Walaupun aku harus berhadapan dengan kak Alex" ucap Alexa dengan bersungguh-sungguh
FLASH BACK
Setelah pertemuan Julian dengan Dinda, Julian tak bisa melupakan ucapan Dinda begitu saja. Bahkan sikap Alex pun membuat dia semakin yakin dengan apa yang ada di dalam benaknya saat itu, Julian yang merasa tak tenang pun akhirnya memutuskan untuk menemui Alex
"Apa kabar bos?"
"Lu mau apa datang ke sini?"
"Gw rasa ga perlu gw jelasin lu pasti udah tau alasan gw datang ke sini," ucap Julian dengan santai
"Lu ga perlu ikut campur yang bukan urusan lu, dan minta istri lu untuk tidak menawarkan hal yang aneh-aneh lagi sama Dinda," ucap Alex dengan serius
"Istri gw ga ada niat apapun dia cuma mau membantu Dinda, dan ingat sekarang dia sudah menjadi istri gw tolong lu hargai dia." ucap Julian dengan serius
Alex hanya memasang wajah malas karena tak ingin melanjutkan perdebatan mereka
"Dan sekarang lu jawab pertanyaan gw dengan jujur, apa lu menjadikan Dinda sebagai perempuan simpanan lu?" tanya Julian dengan wajah serius
__ADS_1
Alex pun langsung menatap serius ke arah sahabatnya tersebut
"Apa itu yang dia bilang sama lu?"
Julian yang sudah lama mengenal Alex bisa dengan mudah mengetahui bahwa Alex tak menyukai apa yang baru saja dia dengar
"Dia bilang kalau dia yang sekarang ga bisa dekat dengan laki-laki lain, dan saat gw tanya apa dia sudah punya suami?"
Julian sengaja menghentikan ucapannya untuk mengetahui reaksi Alex pada saat itu
"Jadi apa jawaban dia?" tanya Alex dengan wajah penasaran
"Dia bilang dari pada seorang istri, dia lebih merasa sebagai wanita simpanan. Dan tiba-tiba lu bisa ada di sana dan membawa dia, jadi wajar dong kalau gw berpikir laki-laki itu adalah lu. Jadi apa benar lu jadiin dia perempuan simpanan lu?" ucap Julian sambil menatap ke arah Alex dengan serius
"Jadi itu yang ada di dalam pikiran kamu ya Din? apa kamu pikir aku bisa menikahi wanita yang tidak aku cintai dengan mudah?"
Julian pun berusaha untuk mengerti perasaan sahabatnya tersebut, bagaimana pun juga Julian adalah orang yang tau tentang perjuangan Alex selama ini
"Kalau lu melakukan itu cuma untuk membalas perbuatan dia sebaiknya lu hentikan itu semua, sebaiknya lu cari tau dulu alasan dia yang sebenernya melakukan itu"
Alex mulai mengeraskan rahangnya mendengar pembelaan sang sahabat untuk Dinda
"Apa lu masih masih ada perasaan sama dia?" tanya Alex dengan serius
"Lu sakit ya Lex? gw cuma ingatkan lu supaya lu ga bersikap berlebihan, gw orang yang paling tau keadaan lu saat dulu dia pergi. Dan gw berharap ga pernah melihat lu yang seperti itu lagi." ucap Julian dengan bersungguh-sungguh
"Gw ingatkan lu sekali lagi jangan ikut campur urusan gw sama Dinda," ucap Alex penuh penekanan
"Oke, terserah lu aja Lex. Tapi ingat Lex jangan terlalu berlebihan menyakiti dia, karena saat nanti dia memilih untuk mengambil jalan yang seperti dulu. Apa lu sanggup kehilangan dia untuk yang kedua kalinya?"
__ADS_1
Wajah Alex berubah menjadi tak menentu, dan dengan mudah Julian bisa mengetahui apa yang ada di dalam pikiran Alex pada saat itu. Tetapi Julian juga bisa tau bahwa Alex belum bisa melepaskan rasa sakit hatinya terhadap Dinda
FLASH OFF