
Hati Alex benar-benar merasa bahagia saat merasa tak mendapatkan penolakan dari Dinda, Alex pun mulai mendekatkan wajahnya ke arah Dinda dan mencium bibir Dinda dengan sangat lembut
Ciuman yang Alex berikan benar-benar lembut hingga membuat Dinda ikut terhanyut dan mulai menutup kedua bola matanya, dan Alex mulai memegang tengkuk Dinda agar ciuman mereka bisa semakin dalam
Alex mulai melepaskan ciuman mereka dan untuk pertama kalinya menatap Dinda dengan tatapan mata yang hangat setelah mereka menikah
"Kalau kamu mau aku berhenti sebaiknya kamu bilang sekarang, aku ga akan berhenti saat aku sudah mulai." ucap Alex dengan suara yang parau
"Aku ga akan lari dari kewajiban aku kak, tapi aku melakukan ini sebagai bentuk kewajiban aku sebagai istri bukan sebagai wanita simpanan kamu." batin Dinda sambil tersenyum
Dinda pun mengalungkan kedua tangannya ke leher Alex dan dia sendiri yang memulai ciuman tersebut, Dinda memilih untuk menjawab pertanyaan Alex dengan sebuah perbuatan yang nyata. Perasaan bahagia yang Alex rasakan saat itu tak bisa lagi di ungkapkan dengan kata-kata
Alex mulai mengarahkan Dinda untuk masuk ke dalam kamar mereka dan merebahkan tubuh Dinda di atas tempat tidur dengan perlahan, Alex mencium kembali bibir Dinda. Ciuman yang semula lembut semakin lama menjadi semakin panas
Entah karena berada di bawah pengaruh alkohol ataupun bukan Dinda benar-benar membalas semua yang Alex lakukan sebisa mungkin, Alex mulai melepaskan satu persatu kancing kemeja yang dia gunakan dan menatap Dinda dengan tatapan mata yang sangat lembut
Satu persatu pakaian yang Dinda gunakan pun sudah mulai terlepas dari tempatnya karena ulah Alex, Alex mencium hampir setiap bagian dari tubuh Dinda tanpa ada yang terlewat sedikit pun. Saat Alex akan memasuki pada bagian inti tiba-tiba saja Dinda mendorong sedikit tubuh Alex
Alex menatap wajah Dinda sambil mengerutkan keningnya, dia benar-benar tak mengerti mengapa Dinda melakukan hal tersebut sedangkan sedari tadi Dinda terus berusaha mengimbangi apapun yang Alex lakukan
"Apa sekarang kamu mau minta aku untuk berhenti?" tanya Alex dengan suara parau
Dinda pun menggelengkan kepalanya
"Tolong pelan sedikit kak," ucap Dinda dengan pelan dan memalingkan wajahnya karena merasa malu
Dinda tau bahwa itu bukanlah yang pertama bagi dirinya melakukan hal tersebut tetapi dia masih merasakan sedikit perasaan takut, dan Alex pun tersenyum puas lalu mencium kening Dinda dengan lembut
__ADS_1
Alex pun kembali melanjutkan aksinya pada bagian inti, Dinda menggenggam sprei dengan sangat kuat karena rasa sakit yang sempat dia rasakan. Sedangkan Alex berusaha sekuat tenaga untuk memberikan malam yang tak akan terlupakan bagi Dinda
Alex pun berhasil menjalankan perannya sebagai suami dengan sangat baik, dia menjatuhkan tubuhnya yang telah lemas tepat di samping Dinda. Alex pun berusaha mengatur nafasnya terlebih dahulu
Dinda hanya bisa menutupi tubuh polosnya dengan selimut dan membelakangi tubuh Alex karena merasa malu, saat Alex sudah berhasil mengatur nafasnya dia pun segera menarik tubuh Dinda agar mereka dapat saling bertatapan
"Mulai saat ini kamu sudah seutuhnya jadi milik aku, jadi semua yang ada di diri kamu adalah milik aku"
"Aku paham kak"
Dan sesuatu yang terduga pun terjadi karena tiba-tiba saja Alex mencium kening Dinda dengan sangat lembut seperti dahulu kala, mereka pun secara bergantian mulai membersihkan diri
Mereka sudah bersiap untuk menuju ke alam mimpi dan sesuatu yang tak terduga kembali terjadi, karena tiba-tiba saja Alex mengarahkan tubuh Dinda untuk mendekat dan memberikan salah satu tangannya untuk menjadi bantal bagi Dinda. Alex pun bisa memeluk tubuh mungil Dinda dengan bebas. malam itu pun menjadi malam pertama bagi mereka tanpa hambatan yang berarti
Saat pagi menyapa Dinda tak bisa menemukan keberadaan Alex di sampingnya, dia pun mulai tersadar saat melihat ke arah jam dinding di dalam kamar tersebut
Dinda pun mulai melangkahkan kakinya keluar kamar dan melihat Alex sudah berpakaian rapi di ruang tamu sambil menikmati secangkir teh hangat seperti yang selalu dia lakukan
"Maaf kak aku bangun kesiangan"
Alex hanya terdiam dengan wajah dingin seperti biasanya, Dinda pun bergegas untuk membersihkan diri agar tak terlambat untuk bekerja. Saat Dinda keluar dari kamar mandi Alex pun sudah menghilang dari tempat itu
"Apa sih susahnya pamit waktu mau pergi?"
Dinda pun segera bersiap untuk pergi bekerja, dan saat dia memeriksa ponselnya dia pun baru menyadari bahwa Alex sudah mengirimkan dia sebuah pesan sedari tadi
"Aku pergi dulu ada rapat penting sebentar lagi, ada sarapan di meja makan aku beli buat aku sendiri tapi aku ga sempat makan. Kamu bisa makan itu untuk sarapan"
__ADS_1
Dinda yang sudah berpakaian rapi pun menyempatkan diri untuk melihat ke arah meja makan, dan benar saja sudah ada menu sarapan di atas meja makan untuk porsi satu orang
"Aku ga tau harus bersikap seperti apa sama kamu kak? aku harus senang kamu sediakan aku makan, atau aku harus sedih karena kamu benar-benar cuma memesan satu porsi. Seandainya kamu ga ada rapat maka kamu akan makan ini dan kamu ga mengingat aku sama sekali, padahal kita baru saja menghabiskan malam kita bersama kak"
Dinda memilih untuk membawa sarapan tersebut ke tempat dia bekerja, karena pikiran dia yang melayang bebas membuat dia tak mempunyai selera untuk menyantap makanan tersebut. Sedangkan Alex saat itu hanya berbohong dan dia sengaja memesan makanan tersebut hanya untuk Dinda
Dinda pun mulai menyibukkan dirinya dengan pekerjaan yang sudah menanti dirinya, hingga tiba-tiba saja ponselnya pun berdering dan sebuah panggilan telepon dari seseorang yang ingin dia hindari pun masuk ke dalam ponselnya
"Selamat siang ibu Melinda"
"Selamat siang mbak, apa siang ini mbak ada waktu untuk bertemu dengan saya?"
Entah mengapa saat itu Dinda merasa cara Melinda berbicara dengan dirinya sangat berbeda dengan yang biasanya
"Baik bu, kita mau bertemu di mana bu?"
"Saya lagi di kantor mbak, apa mbak bisa datang ke sini?"
"Baik bu"
"Ok, saya kirim alamat kantor saya sekarang ya"
"Baik bu"
Tanpa menunda waktu Dinda segera menemui Melinda di alamat yang telah di kirimkan oleh gadis tersebut, Dinda benar-benar merasa takjub dengan penampilan gedung yang dia datangi tersebut
"Jadi di sini posisi tunangan kamu itu ya kak? benar-benar jauh berbeda sama aku ya kak"
__ADS_1
Dinda hanya mengetahui bahwa Melinda adalah anak dari rekan bisnis Alex, secara otomatis dia pun berpikir bahwa Melinda akan menjadi salah satu pewaris dari tempat itu. Pada saat itu Dinda benar-benar belum mengetahui apa tujuan Melinda meminta dirinya datang ke tempat itu