Perjuangan Cinta Beda Kasta

Perjuangan Cinta Beda Kasta
Hadiah Yang Menakutkan


__ADS_3

Dinda pun akhirnya tersadar bahwa mereka sudah hampir tiba di kampus mereka dan dia pun segera menatap ke arah Alex dengan serius


"Sebaiknya saya turun di lampu merah depan aja den"


Alex hanya melirik sekilas ke arah Dinda dengan perasaan kurang suka mendengar hal tersebut


"Kenapa?"


"Tadi kan saya sudah jelasin ke den Alex, saya ga enak kalau sampai mbak Valen lihat saya datang ke kampus bareng den Alex"


"Kenapa kamu harus merasa ga enak? apa alasannya?"


"Ya kan mbak Valen pacar den Alex, saya cuma ga mau nanti mbak Valen jadi salah sangka sama saya, makanya saya turun di depan aja den"


"Terus kamu mau naik apa dari situ?"


"Ya kan udah dekat den, saya tinggal jalan kaki aja." ucap Dinda dengan polosnya


"Ya biar kamu bisa senyum bebas kemana-mana, terus banyak laki-laki yang menawarkan diri untuk mengantarkan kamu." gerutu Alex di dalam hatinya


Dinda pun langsung menatap ke arah Alex dengan serius saat lampu merah yang Dinda maksud tetap di lalui oleh Alex begitu saja, dan mobil Alex tetap melaju tanpa ada tanda-tanda akan berhenti


"Kok ga berhenti sih den? udah saya turun di sini aja den"


"Pertama karena saya malas injak rem"


Dinda pun hanya bisa memasang wajah bingung mendengar jawaban Alex yang tak masuk akal di telinganya


"Dan yang kedua karena Valen ga punya alasan untuk salah paham kalau liat kita datang bareng, karena kami ga ada hubungan apa-apa lagi kami sudah putus"

__ADS_1


Dinda pun membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna mendengar ucapan Alex yang terdengar biasa saja, sedangkan dia tau dengan pasti bagaimana sikap Valen bila mereka sedang bersama walaupun hanya menyaksikan beberapa kali


Dinda yang masih merasa penasaran tanpa berani bertanya tak menyadari bahwa mobil Alex sudah memasuki area parkir kampus mereka, dan Alex pun langsung menatap ke arah Dinda yang masih asik dengan pikirannya sendiri


"Kamu ga mau turun?"


Dinda yang tersadar pun langsung melepaskan senyuman canggung


"Maaf den saya lagi melamun, terima kasih ya den sudah kasih saya tumpangan ke kampus. Kalau gitu saya turun dulu ya den," ucap Dinda sambil tersenyum


"Hem..."


Dinda pun segera turun dari mobil Alex dan saat Dinda turun dari mobil tersebut dia sudah melihat Valen berada tak jauh dari mobil tersebut


"Aduh aku jadi makin ga enak kalau begini, kalau aku tau den Alex baru aja putus sama mbak Valen aku lebih milih untuk terlambat sampai kampus dari pada naik mobil den Alex" gerutu Dinda di dalam hatinya


Dinda yang merasa tak enak hati pun berusaha untuk tersenyum ramah kepada Valen, tetapi Valen hanya memasang wajah sombong di hadapan Dinda


Dinda pun menundukkan sedikit kepalanya tanda berpamitan dan segera melarikan diri dari sana, sedangkan Alex yang baru saja turun dari mobilnya memilih untuk mengabaikan keberadaan Valen di tempat itu. Alex pun langsung melangkahkan kakinya dan langkah kaki Alex langsung terhenti saat Valen membuka suara


"Apa kamu ga salah nih? seorang Alexander Wijaya yang terkenal sombong dan dingin bisa datang ke kampus bareng sama anak seorang supir? atau jangan-jangan kamu putusin aku cuma karena anak itu?" tanya Valen dengan nada suara yang terdengar sombong


Alex pun memilih untuk meninggalkan Valen begitu saja tanpa mau memperdulikan pertanyaan dari gadis tersebut, melihat sikap Alex yang seperti itu sontak saja membuat amarah Valen pun semakin menjadi-jadi


"Apa kamu pikir karena dia cuma anak supir dan orang biasa dia akan setia sama kamu kalau sikap kamu selalu begini? apa kamu pikir yang namanya perempuan bisa puas cuma dengan materi?!!" tanya Valen dengan menaikkan volume suaranya


Alex pun langsung menghentikan langkah kakinya dan menghampiri Valen dengan wajah dingin seperti biasanya, tetapi tatapan mata Alex saat itu benar-benar mengeluarkan aura dingin yang seakan bisa membunuh siapa saja yang ada di hadapannya


"Aku bingung kenapa perempuan seperti kamu bisa ada di dunia ini?" ucap Alex dengan nada suara sedikit meremehkan

__ADS_1


Valen pun hanya bisa terdiam sambil mengeraskan rahangnya


"Aku punya dua hal yang harus aku sampaikan ke kamu, yang pertama aku harus minta maaf sama kamu. karena aku baru sadar kalau ternyata selama ini aku ga pernah ada perasaan apapun sama kamu"


Valen terlihat semakin mengeraskan rahangnya


"Yang kedua dan ini yang terpenting, aku rasa kamu ga punya hak untuk menilai perempuan lain sama seperti kamu. Aku yakin masih banyak perempuan di dunia ini yang bisa setia dengan pasangan yang dia punya, walaupun pasangan perempuan itu memiliki sebuah kekurangan"


Valen hanya bisa terdiam dan menahan rasa amarahnya, sedangkan Alex memilih untuk meninggalkan Valen begitu saja


Di tempat yang berbeda Dinda baru saja bertemu dengan Riska dan mereka pun memutuskan untuk ke perpustakaan, karena saat itu ada sebuah buku yang ingin mereka pinjam. Dan sesuatu yang di luar dugaan pun terjadi saat mereka keluar dari perpustakaan, karena tiba-tiba saja salah satu tangan Dinda langsung di pegang oleh Valen dengan wajah yang kurang bersahabat


"Gw mau ngomong empat mata sama lu," ucap Valen penuh penekanan


"Jangan bilang mbak Valen beneran salah sangka liat aku tadi datang bareng den Alex"


Dinda saat itu hanya merasa tak enak hati karena mengetahui bahwa Alex sudah mengakhiri hubungan dirinya dan Valen, sedangkan Riska benar-benar tak suka melihat sikap Valen yang seperti itu terhadap sahabatnya


"Lu ikut gw sebentar"


Riska pun langsung memegang tangan Dinda yang satu lagi dan menatap tajam ke arah Valen


"Kalau ada yang di omongan bilang aja di sini, lu mau bawa Dinda ke mana?" tanya Riska dengan tegas


Dinda yang tak ingin memperpanjang masalah pun langsung menghadap ke arah Riska sambil tersenyum


"Aku ga apa kok Ris, aku ikut mbak Valen sebentar ya. Nanti aku langsung balik ke kelas"


"Kamu yakin Din?"

__ADS_1


Dinda pun menjawab dengan anggukan kepalanya sambil tersenyum agar sahabatnya tidak merasa khawatir, Valen pun langsung membawa Dinda sedangkan Riska memilih untuk kembali ke kelas mereka


Saat itu Dinda benar-benar tak tau apa yang ada di dalam pikiran Valen, yang dia tau dia hanya perlu meluruskan bahwa dia tak memiliki hubungan apapun dengan Alex sebagai bentuk cara dia menebus rasa tak hati yang dia rasakan. Tetapi ternyata Valen sudah menyiapkan sebuah hadiah yang sangat menakutkan bagi Dinda


__ADS_2