
Jauh di dalam lubuk hati Dinda saat itu merasa sedikit bersalah dengan sahabatnya tersebut, tetapi dia juga tak mungkin menjadi pengacau di dalam rencana besar tersebut. Dinda pun menggenggam tangan Riska
"Kamu jangan punya pikiran yang aneh-aneh ya Ris, aku yakin kak Julian itu orang baik." ucap Dinda penuh keyakinan
"Makasih ya," ucap Riska sambil tersenyum getir
"Aku tau dia orang baik, dia bahkan ga pernah mengungkit masa lalu aku yang kelam sama sekali. Dia juga ga pernah sekalipun memandang aku rendah, ya aku harus percaya sama suami aku" batin Riska
Tak butuh waktu yang lama mereka pun tiba di sebuah hotel yang cukup ternama di kota itu, mereka langsung menuju ke arah ballroom hotel tersebut. Dan mereka mendapatkan meja di bagian paling depan
Riska mencoba melihat ke sekeliling tetapi tak ada satupun orang yang hadir di tempat itu yang dia kenal, dia pun langsung memusatkan pandangan matanya ke arah panggung
Tak lama kemudian di atas panggung tersebut menampilkan sebuah penyanyi yang cukup ternama, dan penyanyi tersebut adalah salah satu penyanyi yang menjadi idola Riska
"Setidaknya dengan aku datang ke sini aku merasa sedikit terhibur, aku ga menyangka acara ini mengundang penyanyi itu." batin Riska sambil tersenyum tipis
Riska terus memperhatikan panggung tanpa memperhatikan sekelilingnya sama sekali, dia bahkan tak menyadari bahwa ruangan tersebut mulai di penuhi oleh orang-orang
Saat penyanyi yang berada di atas panggung menyanyikan sebuah lagu bertema cinta secara otomatis membuat Riska teringat akan suaminya, Riska pun langsung memeriksa ponselnya berharap sang suami menghubungi dirinya dan dia pun hanya bisa tersenyum getir
"Sekarang memang belum jam dua belas malam kak, biasanya kita akan selalu meniup lilin bersama di jam dua belas. Tapi hari ini jangankan meniup lilin bersama, kamu bahkan ga mengirimkan aku kabar sama sekali. Apa kamu benar-benar lupa dengan hari ini kak?" batin Riska sambil tersenyum getir
Saat itu pikiran Riska hanya di penuhi oleh sang suami, dia bahkan seperti tak mempunyai kekuatan lagi untuk menikmati pesta yang sedang berlangsung
Riska pun mencoba menguatkan hatinya bahwa suaminya tak mungkin melupakan hari itu begitu saja, dia mencoba memeriksa ponselnya sekali dengan harapan yang besar. Dan lagi-lagi dia hanya bisa tersenyum getir karena tak ada kabar apapun dari sang suami
Di antara kegundahan hati yang sedang Riska rasakan pada saat itu, tiba-tiba saja pikirannya dapat teralihkan dengan kata-kata yang di ucapkan oleh sang penyanyi yang berada di atas panggung
"Sebenarnya lagu ini bukan lagu saya, tapi saya bisa hadir di panggung ini khusus untuk seseorang yang spesial di antara kita. Dan untuk seseorang yang spesial itu saya akan menyanyikan sebuah lagu yang spesial untuk dia"
Alunan musik pun mulai berbunyi dan Riska tak bisa mengalihkan pandangan matanya sama sekali dari sang penyanyi, karena entah mengapa saat itu Riska merasa tatapan mata sang penyanyi tertuju untuk dirinya. Dan bodohnya sampai detik itu Riska masih belum menyadari bahwa acara tersebut ada untuk dirinya
Melihat tawamu
Mendengar senandungmu
Terlihat jelas di mataku
__ADS_1
Warna-warna indah mu
Menatap langkahmu
Meratapi kisah hidupmu
Terlihat jelas bahwa hatimu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki
Sifatmu nan selalu
Redakan ambisiku
Tepi kan khilaf ku
Dari bunga yang layu
Saat kau di sisiku
Kembali dunia ceria
Anugerah terindah yang pernah kumiliki
Saat lagu tersebut mulai di nyanyikan tanpa terasa air mata Riska mengalir dengan sendirinya, hatinya benar-benar terasa sakit karena lagu tersebut adalah lagu yang Julian nyanyikan saat akan melamar dirinya
"Apa kamu benar-benar lupa tentang hari ini kak? kamu ada di mana kak? seharusnya kamu lihat kalau saat ini dunia sedang mempermainkan aku kak, bahkan penyanyi ini menyanyikan lagu yang kamu pakai saat kamu melamar aku kak" batin Riska dengan air mata yang semakin hebat
Di tengah lagu tersebut tiba-tiba saja suara sang penyanyi berubah menjadi suara yang sangat Riska kenal, dengan mudah dia bisa mengetahui bahwa itu adalah suara sang suami
Belai lembut jarimu
Sejuk tatap wajahmu
Hangat peluk janjimu
Belai lembut jarimu
__ADS_1
Sejuk tatap wajahmu
Hangat peluk janjimu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki
Riska pun langsung bangkit dari duduknya dan berusaha mencari keberadaan sang suami, dan saat itu Julian sudah berada tepat di belakang Riska sambil membawa buket bunga mawar sambil terus menyanyikan lagu tersebut hingga akhir
Saat itu Riska tak bisa menggambarkan perasaan yang sedang dia rasakan, hanya ada air mata yang terus mengalir dari mata indahnya
"Selamat hari pernikahan sayang," ucap Julian dengan lembut sambil tersenyum hangat
Riska pun langsung berhamburan dan memeluk tubuh sang suami, dan tiba-tiba saja semua orang di tempat itu bertepuk tangan untuk mereka sambil tersenyum bahagia
Riska pun baru menyadari bahwa kini di sekeliling dirinya banyak sekali orang yang dia kenal, bahkan para kerabat jauh mereka pun hadir di tempat
Ternyata Julian dan Dinda benar-benar merencanakan acara tersebut dengan sangat sempurna, alasan mereka memilih sebuah hotel pun agar para kerabat jauh bisa ikut hadir di acara itu tanpa di ketahui oleh Riska
"Kamu jahat sayang, aku pikir kamu benar-benar lupa sama hari ini." ucap Riska dengan berurai air mata
Julian pun mencium ujung kepala Riska dengan lembut
"Bagaimana caranya aku bisa lupa hari penting kita sayang, seperti lagu tadi kamu adalah anugerah terindah di dalam hidup aku." ucap Julian dengan lembut
Dinda merasa benar-benar bahagia melihat kebahagiaan sahabatnya tersebut, walaupun dia sempat merasa sedikit bersalah sebelumnya. Dinda pun langsung menghampiri mereka berdua
"Maafin aku ya Ris, maaf karena aku ikut berbohong sama kamu." ucap Dinda sambil tersenyum tulus
Riska pun hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya
"Selamat hari pernikahan untuk kalian ya, aku akan selalu berdoa untuk kalian berdua. Semoga kalian akan selalu mesra dan bahagia sampai nanti kalian tua." ucap Dinda dengan tulus
"Makasih ya Din"
Malam itu menjadi malam yang indah bagi Julian dan Riska tetapi tidak bagi Alex, karena Alex yang ikut hadir di acara tersebut merasa dirinya di abaikan sepenuhnya oleh Dinda
"Kamu bisa senyum di hadapan orang lain sayang, tapi beberapa hari ini aku bahkan ga bisa melihat senyuman kamu sama sekali. Kamu benar-benar perempuan yang jahat Din, kamu selalu bisa menemukan cara untuk menyakiti hati aku." batin Alex
__ADS_1
Alex pun tak bisa lagi menahan perasaan yang sedang dia rasakan pada saat itu, dia meminta pelayanan di tempat itu menyediakan dia sebotol red wine
Dinda memang sedang perang dingin terhadap Alex tetapi dia tidak berniat mengabaikan Alex sepenuhnya, dia benar-benar sedang menjalankan rangkaian acara tersebut dengan baik. Hingga tak menyadari bahwa sang suami sudah mulai mulai meminum minuman tersebut