
"Iya mas, nanti ya..? Saat ini aku cuma mau istrahat, badan aku rasanya capek banget mas.." Jawab Ayana lembut, berusaha menyembunyikan keresahan dalam hatinya.
Hari menjelang subuh. Rayan terjaga dari tidurnya. Di liriknya Ayana di sampingnya masih terlelap. Wajah cantik, mata yang indah, bibir yang indah, Rayan tersenyum memandanginya.
Rayan tak menyangka akan menikah dengan Ayana. Ketertarikannya berawal dari kejadian di restoran dimana tangan Ayana terluka tapi Ayana mengabaikannya demi tetap bisa bekerja disana.
Terlebih setelah mengenal dengan baik, ternyata Ayana juga memiliki hati yang baik. Sikap yang dewasa, mampu membawa diri. Semua itu semakin membuat Rayan cinta pada Ayana.
Rayan ingat dimana Ayana menolaknya hingga beberapa kali. Hingga akhirnya Ayana menerimanya karena keadaan. Namun kini justru cinta semakin tumbuh di hati mereka satu sama lain.
Rayan bergerak lebih dekat ke arah Ayana. Dengan gerakan pelan, Rayan merai Ayana masuk ke dalam dekapannya.
"Mas.." Ayana terusik
"Iya sayang.. Tidurlah.." Jawab Rayan pelan.
***
Pagi menjelang, Emil yang sedang menunggu kepastian di terima tidaknya dia bekerja di tempat pak Sultan, tak terhitung sudah berapa kali dia bolak balik mengecek ponselnya.
Dalam hal ini Emil sangat bersemangat. Dia berharap pak Sultan segera memberinya kepastian. Seperti pagi ini, meski belum pasti di terima tidaknya, dia sudah rapih dengan baju kantornya.
"Non, nanti siang non pulang makan gak non..?" Tanya asisten rumahnya.
__ADS_1
"Gak usah masak bi.. Saya biar makan di luar aja.." Jawabnya sambil sibuk dengan ponselnya.
"Oh baiklah non.. Semangat ya non.. Semoga hari ini pekerjaan non di lancarkan.." Tutur sang asisten rumahnya.
Emil mengangguk tanpa menoleh ke arah sang asisten. Dia terus saja fokus pada ponselnya.
"Bi, saya berangkat dulu ya.. Bibi masak buat bibi aja siang ini.. Makan malam nanti saya kabari.. Jangan masak dulu." Ujar Emil sambil beranjak keluar dari apartemennya.
"Baik non.."
***
"Sayang.. Aku berangkat kerja dulu ya..? Makasih untuk pagi ini.." Ucap Rayan mencium pipi sang istri yang masih terlelap karena lelah akibat ulahnya.
Rayan berjalan ke arah pintu kamar dengan seyum bahagia di bibirnya. Di bukanya pintu kamar dengan pelan agar tidak menimbulkan bunyi.
Sejam kemudian Ayana terbangun dari tidurnya. Dia kaget saat melihat kondisinya saat bangun tidur. Akibat kelelahan dari ulah sang suami, dirinya sampai lupa belum berpakaian karena ketiduran.
Dengan tergesa gesa Ayana bangun dan mencari pakaian gantinya di lemari. Setelah berpakaian rapih, Ayana keluar menuju kamar Pangeran. Saat masuk, Ayana melihat sang anak yang baru saja bangun. Beruntung Pangeran tidak rewel, sehingga meski tanpa pengasuh Ayana tidak terlalu kerepotan.
"Anak mama udah bangun sayang.. Maaf ya mama telat bangunnya.." Ayana menghampiri sang anak yang sedang tersenyum ke arahnya.
__ADS_1
"Ma ma ma.." Panggil sang anak yang mulai belajar berbicara.
"Apa sayang..? Sini mama gendong.." Jawab Ayana menyambut Pangeran yang berjalan tertatih tatih menuju ke arahnya
"Ean e ek.." Ucap Pangeran sambil terus berjalan pelan.
Saat ini usia Pangeran sudah menginjak satu tahun tiga bulan. Meski di umur itu Pangeran masih belum begitu linca berjalan. Tapi mengucapkan sesuatu sudah terbilang cepat dari bayi bayi yang lain di umur seperti itu. Meski belum terlalu fasih.
Tiba tiba Ayana di kejutkan dengan suara dering ponsel yang berada di saku celananya.
"Assalamualaikum.. Kenapa mas..?"
"Waalaikumsalam.. Udah bangun sayang..?" Tanya Rayan dari seberang telephone.
"Udah mas.. Ada apa mas..?" Tanya balik Ayana bingung sebab tumben Rayan menghubunginya di saat baru berangkat kerja.
"Gak apa apa sayang.. Cuma mau bangunin kamu aja, takut mama masuk kamar liat kamunya belum bangun yang belum pakai baju.. Nanti ketauan kita baru saja bertempir pagi tadi.." Ujar Rayan sambil tertawa di seberang sana.
"Kamu mas.. Kirain ada apa.. Udah ah, aku mau mandiin Pangeran dulu.. Assalamualaikum.." Ayana langsung memutuskan sambungan telephone nya karena malu akan ucapan sang suami.
Baru kali ini Ayana ketiduran tanpa busana. Benar benar membuatnya malu meski itu adalah suami halalnya.
**BERSAMBUNG..
__ADS_1
TERIMA KASIH TEMAN TEMAN SEMUA YANG SUDAH BERKUNJUNG DISINI.. 🙏🙏💞💞💞**