PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA

PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA
SUASANA HATI DI PAGI HARI


__ADS_3

"Aku pikir seharian ini kamu sengaja menghindari aku karena mantan suami kamu itu.." Ucap Rayan jujur


"Nggak sayang.. Aku beneran sedang ngidam.. Seperti saat ini, aku ngidam pengen bobo peluk sama suamiku yang ganteng ini.." Ucap Ayana membuat Rayan tersenyum salah tingkah di depannya.


"Bobo yuk..? Aku udah ngantuk.." Ajak Ayana menengadakan wajahnya menatap sang suami.


Rayan mengangguk dan dengan gerakan cepat, Rayan mengangkat tubuh sang istri ke dalam gendongannya melangkah menuju ranjang. Ayana yang terkejut langsung mengalungkan tangannya ke leher Rayan takut kalau kalau dia jatuh.


***


Di pagi hari, saat mentari pagi mulai nampak dari persembunyiannya, Ayana mulai sibuk menyiapkan sarapan untuk suaminya di dapur. Kali ini Ayana tidak mau di larang oleh siapapun termasuk Ibunya. Ayana hanya ingin kali ini suaminya sarapan masakannya sebelum berangkat kerja.


Rayan yang sejak tadi sibuk mencari keberadaan istrinya, baru bisa menemukan sang istri di dapur padahal Rayan sudah mewanti wantinya untuk tidak ikut beraktivitas apapun yang membuatnya kelelahan. Mengingat Ayana sedang hamil muda.


"Loh mas gak masuk kerja..?" Tanya Ayana melihat Rayan menghampirinya



"Kamu ngapain si sayang di dapur..? Kan ada bibi sayang, nanti kamu capek.." Tutur Rayan lembut.


"Gak apa apa mas.. Aku cuma bosan aja berdiam diri terus.. Ini aku masakin nasi goreng kesukaan kamu.." Jawab Ayana tersenyum


Rayan menatap sang istri penuh cinta. Rupanya istrinya cukup perhatian juga meski Ayana sendiri gak boleh terlalu banyak beraktivitas dulu.


"Iya sayang makasih ya.." Ucap Rayan menerima suapan dari Ayana.


"Mas gak kerja..? Bukannya mas Rayan udah sembuh mas..?" Tanya Ayana lagi melihat Rayan berpakaian casual pagi ini.


"Hari inikan hari minggu sayang.." Jawab Rayan sambil menerima suapan lagi dari Ayana.


"Astaga kok aku bisa lupa ya mas.." Jawab Ayana yang membuat keduanya tertawa bersama.


"Non, den, ada tamu di depan.. Katanya mau ketemu den dokter.." Ucap bi Ina menghampiri membuat keduanya mengerutkan kening.


"Siapa bi..?" Tanya Ayana penasaran.

__ADS_1


"Katanya namanya Emil non.." Jawab bi Ina


Ayana spontan menatap wajah Rayan. Bi Ina yang tahu nona majikannya itu cemburu, langsung pamit meninggalkan kedua majikannya itu menuju dapur belakang.


"Aku gak tau sayang.. Aku gak pernah ngasih tau alamat rumah kita sama dia. Apalagi ngundang dia kesini.." Ujar Rayan jujur takut sang istri marah.


"Lah terus, ini..?" Tanya Ayana menunjuk penampilan Rayan dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan jari telunjuknya.


Rayan tersenyum. Rayan melihat istrinya menaru curiga jika dia berpenampilan seperti itu di karenakan ada janji sama Emil.


"Aku tadi nyari nyari kamu tuh karena pengen ngajak kamu ke suatu tempat sayang.." Jawab Rayan tersenyum.


Ayana tidak menanggapi penjelasan Rayan. Ayana justru meninggalkan Rayan di dapur menuju ruang tamu menemui Emil dengan langkah cepat.


"Perang lagi ni ntar.. Haduu Emil Emil.. Ngapain sih kesini.." Gumam Rayan


Sejenak Rayan tersenyum melihat sang istri yang cemburu. Namun meski seperti apapun rasa cemburu Ayana, Rayan bersyukur Ayana selalu dewasa menyikapinya. Ayana tidak pernah bersikap dan berucap kasar.



***


Pagi ini, Susi sejak bangun tidur, hanya sarapan roti dan teh hangat dan duduk di sofa sambil memijit kepalanya yang terasa pusing. Sementara jadwal chek up masih harus menunggu hari esok.


"Hai abang ganteng.. Ngapelin Susi ya..? So sweet banget sih ngapel pagi pagi amat.." Sapa seorang tetangga kontrakan saat melihat Tristan berada di depan kontrakan Susi.


"Eh, iya.. Saya, temannya.." Jawab Tristan tergagap karena terkejut.



"Teman apa teman..?" Tristan hanya tersenyum menanggapi tetangga Susi tersebut.


Susi mendengar namanya di sebut sebut seseorang yang tengah mengobrol di depan kontrakannya merasa heran. Perlahan dia bangkit dari tempat duduknya menuju pintu depan untuk memastikan apa yang sedang terjadi.


Saat pintu depan terbuka sedikit, Susi mengitip dengan perlahan di balik pintu.

__ADS_1


"Ngapain lagi sih ni orang kesini pagi pagi gini..? Niat banget bikin aku gak bisa move on.." Gumam Susi kesal dari balik pintu


Tristan tanpa sengaja melihat daun pintu bergerak, bergegas bangun dari tempat duduknya dan menahan pintu dengan mengganjalnya dengan kakinya. Susi terus mendorong pintu agar tertutup kembali namun sia sia. Tenaga Tristan lebih kuat darinya.


"Ngapain lagi sih kesini..? Emang kamu gak ada kerjaan lain apa..?" Tanya Susi mulai kesal.


"Ada.. Tapi karena teman saya hari ini gak bisa nemanin saya, ya terpaksa saya kesini nganterin kamu sarapan.. Ni bubur ayam buat kamu.." Jawab Tristan meletakan sebuah kantong kresek di meja.


"Aku mau langsung balik ni.. Ada janji sama seseorang.. Maklum calon imam yang baik kan gitu, harus bisa menepati janji.. " Ujar Tristan tersenyum


Susi membelalakan matanya menatap Tristan. Susi tidak menyangka Tristan ternyata memiliki kekasih tapi malah bersikap manis kepadanya, membuat Susi kecewa.


"Ya ampuunn.. Si bucin ternyata seorang Casanova.." Ucap Susi tersenyum miris. Hatinya terasa sakit.



"Eh apa kamu bilang..?" Tristan terlihat tidak suka dengan julukan yang di berikan oleh Susi kepadanya.


"Kenapa..? Gak suka..?" Tantang Susi tanpa takut


***


Di ruang tamu Ayana melihat Emil sedang sibuk dengan ponselnya sehingga tidak menyadari kehadiran Ayana disana. Rayan yang juga menyusul Ayana menemui Emil di ruang tamu, tidak membuat Emil bergeming.


"Assalamualaikum.." Ucap Rayan menyapa.


Ayana melirik ke arah sang suami dengan perasaan yang jengkel.


"Eh, iya, waalaikumsalam.. Maaf.." Jawab Emil terkejut.


"Maaf Mil, ada apa ya pagi pagi kesini..? Apa ada yang bisa kami bantu..?" Tanya Rayan ragu sambil melirik sang istri.


**BERSAMBUNG..


TERIMA KASIH BUAT TEMAN TEMAN SEMUA YANG SUDAH MAMPIR KESINI.. 🙏💞💞💞**

__ADS_1


__ADS_2