PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA

PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA
PENCARIAN ARMAN


__ADS_3

Pikirannya melayang akan Ayana sang istri yang telah berjuang demi anaknya, sungguh membuat hati Rayan teriris teringat akan dulu bagaimana perjuangan hidup Ayana sebagai seorang janda. Apapun dia lakukan untuk anaknya Yuki, dan betapa kejamnya laki laki yang mengatas namakan suami tapi dengan tega menyakiti hati istrinya.


Tak terpikirkan olehnya kah bahwa seorang istri mempertaruhkan nyawa demi melahirkan anak anak mereka para suami.


"Aku bahkan sudah ratusan kali menangani pasien lahiran di ruang beda, tapi baru kali ini aku benar benar menyadari betapa besarnya cinta kasih seorang ibu kepada anaknya hingga nyawanya pun bukan lagi prioritas utama.." Batin Rayan


"Ayana.. Apakah dulu si pecundang itu ada disaat kamu melahirkan Yuki..? Jika dia ada di samping kamu, berarti dia beneran laki laki.."


"Yan, kamu disini rupanya.. Tolong bawa anak kamu bertemu Ibunya.." Ucap pak Sultan menghampiri Rayan yang sejak tadi dia cari keberadaannya.


"Ayana udah sadar pah..?" Tanya Rayan terkejut dengan kehadiran sang Ayah yang tiba tiba muncul.


"Iya dia udah sadar.. Tapi masih lemas, mama mu belum bolehin Ayana ngobrol terlalu banyak.." Ucap pak Sultan


"Alhamdulillah.. baiklah, sebentar.." Ucap Rayan bergegas masuk ke dalam ruangan bayi dan menggendong bayinya keluar menghampiri sang Ayah yang menunggunya di ambang pintu.


"Ya ampun cucu opa cakep banget sih.. Ayo nak kita ketemu mama.." Sapa pak Sultan mengelus lembut puncak kepala baby yang tertutup kupluk itu di dalam gendongan Rayan.


***

__ADS_1


Malam hari. Arman yang sangat di landa frustasi, beranjak dari kamarnya setelah memakai sweater dan meraih kunci mobil lalu bergegas meninggalkan kediaman mewah miliknya yang kini sepi bagai kuburan. Arman melajukan kendaraannya menyusuri ibukota yang penuh dengan kendaraan dan polusi itu menuju satu tempat.


Butuh satu jam Arman barulah sampai di sebuah perkampungan padat penduduk. Arman memarkirkan mobilnya di depan gang kecil yang hanya bisa di lalui oleh kendaraan roda dua.


Setelah Arman masuk beberapa meter kedalam gang tersebut, nampak sebuah rumah sederhana yang cukup bersih dan asri dengan tanaman hias yang indah indah.


Nampak pula terlihat seorang wanita paruh baya sedang menyapu di teras depan rumah tersebut. Arman sempat ragu melanjutkan langkahnya. Namun kemudian diapun perlahan melangkah maju menghampiri wanita tersebut.


"Assalamualaikum bu.." Sapa Arman tersenyum ragu.


"Waalaikumsalam.." Jawab wanita paruh baya tersebut yang biasa di sapa dengan panggilan Ibu Nani oleh warga sekitar.


"Nak Arman..? Sedang apa kesini..?" Tanya bu Nani yang masih dalam keterkejutannya.


Bagaimana tidak bu Nani tidak terkejut. Arman yang dia kenal bukanlah seorang yang suka berkunjung tanpa ada sesuatu yang di inginkannya.


"Saya kesini mau jemput Rika bu.. Apa Rikanya ada di dalam..?" Tanya Arman setelah mereka sudah berada di ruang tamu.


__ADS_1


"Rika..? Mau jemput Rika..?" Bu Nani mengerutkan keningnya menatap wajah Arman.


"Rika gak ada kesini.." Ucap bu Nina heran.


Arman mengerutkan keningnya.


"Memangnya Rika pamitnya mau kemana..? Kesini..?" Tanya bu Nani di penuhi kebingungan.


Arman bingung harus menjawab apa pada bu Nani. Seperti terperangkap dalam jebakan posisi Arman saat ini. Pikirannya pun melayang jauh. Kemana dia harus mencari Rika dan anaknya. Karena saat lima bulan lalu, Rika pergi dengan kondisi hamil besar.


"Bu, saya belum bisa menjelaskan apa apa sama ibu.. Saya cuma titip pesan, jika Rika kesini atau ketemu Ibu dimana pun, tolong hubungi saya ya bu.." Tutur Arman memohon.


"Nak Arman.. Saya juga tidak butuh penjelasan kamu.. Saya cuma ingin ingatkan pada kamu.. Jika nanti terjadi sesuatu pada anak saya, saya tidak akan maafkan kamu.. Kamu ingatkan dimana saya tidak pernah merestui kamu membawa anak saya pergi dari rumah ini..?" Sarkas bu Nani menantang Arman.


Arman yang merasa di ancam hanya bisa menarik nafas. Dia tahu jika terjadi sesuatu pada Rika di luar sana, Ibu dan pak RT setempat yang merupakan paman dari Rika tidak akan tinggal diam. Sebab Arman dan bu Nani telah memiliki kesepakatan hitam di atas putih sebelum Arman menikahi Rika.


**BERSAMBUNG..


TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA TEMAN TEMAN.. 🙏🙏💞💞💞**

__ADS_1


__ADS_2