PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA

PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA
HANCURNYA PERASAAN RAYAN


__ADS_3

"Aku tidak menyalahkan mu atas rasa yang masih ada untuk suamiku.. Entah kamu sadar atau tidak, tapi aku justru kasihan padamu Emil.. Kali ini aku percaya pada suamiku, tapi aku tidak percaya lagi padamu.." Batin Aima menatap Emil.


Sementara itu, Rayan dan Mika masih terus saling becanda tanpa menghiraukan Ayana dan Emil yang sibuk dengan pikiran mereka masing masing.


***


Dini hari, tepatnya pukul 03.35 wib, suasana di ruang PICU sedang tegang tegangnya.


Para petugas medis yang bertugas, sedang bekerja ekstra untuk mengupayakan kesembuhan Yuki.


Yuki yang tadinya terlihat ceria, tiba tiba di dini hari para medis di kejutkan dengan suara patient monitor yang mendeteksi alat alat vital pada pasien.


Sementara itu Ayana yang sedang berada di ruang rawat Yuki di VVIP tengah tertidur dengan pulasnya.


Sedangkan Rayan yang berada di ruang operasi baru saja selesai melakukan pembedahan pada pasien yang kecelakaan, mendapat telephone dari petugas medis yang mengabarkan kondisi terkini Yuki.


Rayan berlari kencang tidak peduli lagi dengan keadaan sekitar. Yang ada di benaknya hanyalah bagaimana agar sampai di ruang PICU dengan segera.


"Dok, silakan masuk.. Dokter Amanda sama dokter Sila ada di dalam.." Sambut perawat yang sedang di perintahkan dokter Amanda untuk menghubungi dokter Rayan


"Dokter Miska sama dokter Eka mana..?" Rayan heran karena perawat tidak menyebutkan nama kedua dokter yang menangani Yuki selama berada di ruang PICU selama ini.

__ADS_1


"Dokter Miska sedang ada operasi.. Dokter Eka sedang dalam perjalanan dok.." Jelas suster jaga tersebut


Rayan bergegas masuk ke dalam ruang PICU dengan perasaan yang sulit di artikan.


Dokter Amanda yang melihat kedatangan Rayan, langsung menyambutnya


"Yang ikhlas.. Yuki sudah menjadi malaikat syurganya Allah.. Semoga disana Yuki akan membangun rumah yang indah untuk kalian nanti.." Dokter Amanda tahu betul seperti apa rasa sayang teman sejawatnya itu kepada anak sambungnya.


Cintanya pada Yuki seperti cinta seorang Ayah kandung kepada anaknya.


Bahkan dokter Amanda sebelumnya mengira Yuki adalah anak dari Rayan karena perlakuan Rayan yang begitu memanjakannya.


Di depannya petugas medis lainnya tengah melepas alat medis yang menempel di tubuh Yuki.


Tubuh bidadari kecilnya yang cantik meski terlihat begitu pucat, seperti sedang tertidur pulas.


"Sus, tolong pakaikan bajunya seperti biasa. Jangan perlakukan dia seperti mayat.. Aku ingin putriku terlihat sedang tidur seperti semalam.. " Rayan mengelus pipi cantik Yuki dengan deraian air mata yang terus jatuh membasahi pipinya


Setelah perintah Rayan selesai dilakukan oleh perawat, Rayan mencium kedua pipi dan kening Yuki dengan lembut


Dokter Amanda dan petugas medis lainnya yang masih berada di ruangan itu hanya memandang haru ke arah Rayan dan Yuki

__ADS_1


"Sayang.. Maafkan papa sayang.. Papa sama Opa Oma terlambat memberikan perawatan pada Yuki.. Maafkan papa sayang.." Tutur Rayan yang terdengar lirih, terus menangis di depan jasad sang anak sambungnya



"Yuki sekarang sudah tidak merasakan sakit lagi.. Yuki sekarang punya banyak teman juga nanti di syurga.." Sambungnya lagi


Rayan sejenak ingat akan Ayana. Dia melirik ke arah sekitar ruangan yang ternyata Ayana belum berada disana.


Rayan bergegas menerobos petugas medis dan berlari sekencang kencangnya menuju lift untuk menemui Ayana


.


.


.


.


**BERSAMBUNG..


TERIMA KASIH BUAT TEMAN TEMAN YANG MASIH MENUNGGU KELANJUTAN EPISODENYA AYANA DAN DOKTER RAYAN.. 😇🙏💞💞**

__ADS_1


__ADS_2