PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA

PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA
GARA GARA MIKA


__ADS_3

"Sayang.. Kamu gak cemburu lagi kan..? Kamu liat sendiri kan gimana Emil..? Dia sendirian menghadapi penyakitnya tanpa orang orang yang di cintainya.. Aku hanya sebatas menghiburnya, gak lebih.." Ucap Rayan merangkul pundak sang istri


Ayana melepas rangkulan Rayan dan beranjak menuju kamar rawat Yuki, membuat Rayan bingung ada apa dengan istrinya itu.


Ke esokan harinya, setelah sholat subuh, Arif mendapat panggilan darurat dari rumah sakit. Beruntung dia menginap di rumah sakit, lebih tepatnya menjaga Yuki yang sedang opname di kamar rawatnya bersama sang istri. Sementara bu Lela pulang beristrahat di rumah karena kondisinya juga yang sedang kelelahan.


Pukul 05.20 Rayan mulai di sibukkan dengan kedatangan tiga pasien darurat yang harus segera mendapatkan pertolongan. Dua di antaranya adalah korban kecelakaan. Sedangkan satunya lagi adalah ibu hamil, pasien rujukan yang harus segera pula di operasi. Sementara itu, dua dokter ahli beda termasuk dokter Edo sedang keluar kota untuk mengikuti seminar kedokteran. Membuat Arif harus bekerja ekstra hari ini


Di ruangan Yuki, Ayana yang belum sarapan pagi, bingung harus minta tolong sama siapa untuk membeli sarapannya.


Ayana terus menghubungi ponsel suaminya yang sejak tadi tidak di angkat, bahkan Ayana mencarinya di sekitar koridor namun nihil. Sejak matanya terbuka di pagi hari, dia tidak mendapati suaminya tidur di sampingnya



"Kamu kemana sih mas..? Handphone juga gak di angkat angkat.." Frustasi Ayana bercampur kesal


"Baru juga minta maaf semalam, sekarang ngilang lagi entah kemana.." Gumamnya menatap ponselnya



Tok.. Tok.. Tokk..


Perhatian Ayana teralihkan ke pintu kamar yang di ketuk dari luar. Ayana melangkah maju untuk membuka pintu kamar, berharap itu adalah suaminya


Ceklleekkk..


"Pagi Nyonya Rayan.." Sapa dokter Mika di ambang pintu saat pintu kamar rawat Yuki terbuka



Ayana hanya tersenyum menanggapi.


"Maaf pagi pagi sekali saya sudah kesini.. Saya mau ngasih tau, mulai hari ini Yuki akan di tangani oleh dokter Amanda. Beliau adalah dokter spesialis rheumatologistย yang baru saja pindah tugas ke rumah sakit ini.. Tapi jangan khawatir, saya juga pasti akan ikut mendampingi ponakan cantik saya ini.." Jelas dokter Mika tersenyum pada Ayana


Ayana yang memang tidak memgerti apa apa soal medical dan semacamnya, hanya mengangguk dan sekaligus meminta pendampingan terus dari sepupu suaminya itu. Karena bagaimana pun juga, dokter Mika lah yang sudah merawat Yuki sejauh ini dengan sangat baik

__ADS_1


"Oh iya, Rayan mana..?" Tanya Mika celingak celinguk mencari keberadaan sepupunya itu


"Aku juga gak tau dia kemana.. Tadi pas bangun, dia udah gak ada di kamar.." Jawab Ayana pelan


Mika mengangkat alisnya menatap wajah Ayana


"Lahh gimana sih si bucin satu itu..? Punya bini kayak masih single aja maen pergi pergi tanpa pamit.." Celoteh Mika berkacak pinggang


Ayana tersenyum geli menatap dokter Mika. Dia baru tahu bahwa kedua sepupuan itu terlihat sungguh sangat berbeda jika sudah membahas soal diri mereka masing masing.


"Wahh jangan jangan dia di kamar mantannya lagi..? Atau jangan jangan, dia gak ikut seminar karena gak mau jauh jauh lagi dari mantannya itu..? Wahhh awas kamu ya.." Gumam dokter Mika tanpa sadar


Ayana yang mendengar ada kata mantan dan Rayan tidak ikut seminar hanya karena mantannya, menjadi terbakar api cemburu. Raut wajahnya mendadak berubah. Saat mata Mika terarah pada Ayana, dokter Mika baru menyadari akan ucapannya itu. Dia sendiri kebingungan harus bagaimana mengklarifikasi ucapannya



"Hehe maaf ya kalau candaan saya keterlaluan.. Serasa beneran aja gitu.. " Ucap Mika cengengesan mencoba meralat ucapannya meski bingjng bagaimana caranya


Ayana tersenyum kecil menanggapi ucapan dokter Mika


Setelah kepergian dokter Mika dari ruangan itu, Ayana kembali meraih ponselnya yng dia letakkan di atas nakas samping sofa. Pikirannya kembali berkelana kemana mana. Disaat hatinya belum begitu sembuh dari luka penghianatan mantan suaminya, kini hatinya kembali tersayat saat mendengar ucapan dari sepupu suaminya itu


Berulang kali Ayana mencoba menghubungi Rayan lewat video call, tapi belum juga di angkat oleh suaminya. Semakin membuat hatinya sedih dan merana


Tanpa pikir panjang, Ayana keluar kamar dan mendatangi ruangan perawat jaga yang bertugas pagi itu untuk meminta menjaga Yuki sebentar di kamarnya. Setelah perawat masuk ke kamar Yuki di rawat, Ayana lantas berbalik dan berjalan menuju kamar rawat Emil. Dia curiga, yang di maksud oleh Mika adalah pasti adalah Emil.


Tokk.. Tookk Tokkk..


Tidak ada sahutan dari dalam, Ayana mencoba meraih gagang pintu dan menariknya


Ceklekkk..


Pintu terbuka. Ayana perlahan melangkah masuk dengan sedikit mengintip terlebih dahulu. Langkahnya terhenti saat melihat Emil terbaring tidur di ranjangnya dengan begitu pulasnya. Perasaannya kembali menjadi ibah melihat Emil yang seorang diri tanpa keluarganya di sisinya


__ADS_1


Di hampirinya Emil disana. Di elusnya lengan Emil penuh kasih. Cukup lama Ayana duduk di sisi ranjang Emil. Ayana bergumam dalam hatinya bahwa Jika benar Emil adalah mantan suaminya, sungguh Ayana begitu cemburu jika mereka kembali dekat meski hanya sebagai teman. Emil wanita yang cantik, tubuh bak model, wanita yang pernah di cintai suaminya. Namun di sudut hatinya yang lain, ada rasa ibah yang sangat kuat untuk Emil.


Ayana merapikan selimut Emil dan kembali mengelus lengannya sebelum dia keluar dari kamar itu. Setelah pintu kembali tertutup, Emil membuka matanya menatap pintu dimana Ayana baru saja keluar dari sana. Emil menarik nafas dan menghembuskannya pelan


***


"Kemana aja sih..? Seharian aku telephonin gak di angkat angkat.." Celetuk Ayana saat panggilan video call nya di terima suaminya



"Maaf sayang, tadi ada panggilan darurat.. Ada pasien kecelakaan dan pasien rujukan yang harus segera di tangani.. Dokter Edo sama dokter Eza gak ada.. Jadi benar benar darurat.." Jawab Rayan di seberang telephone


"Terus mas sekarang lagi dimana..?" Tanya Ayana menahan kekesalan


"Ini lagi di kamar ganti sayang.. Tadi baru selesai mandi.. Tadikan baru selesai operasi pasien sayang.." Jawab Rayan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil



Ayana hanya memanyunkan bibirnya cemberut menatap layar ponselnya. Membuat Rayan merasa bersalah


"Sayang.. Aku udah pesan makanan, nanti abis ini aku jemput di depan dulu biar kita makan di kamar Yuki.. Love you.." Ucap Rayan tersenyum, namun tidak mendapati tanggapan dari Ayana


"Untuk mantan juga..?" Tanya Ayana mengetes apa benar Emil kekasih suaminya di masa lalu


Rayan yang mendengar ucapan Ayana tentang mantan, mendadak panik takut Ayana cemburu lagi


"Mantan siapa sayang.. Jangan mikir yang aneh aneh.. Nanti hatinya bisa sakit sendiri.. Sudah ya jangan mikir yang gak gak.. Aku sayang sama kamu.." Ucap Rayan lembut


Sebetulnya Rayan bahagia ketika tahu Ayana cemburu. Bahkan ada ambekkan karena rasa cemburunya. Bukannya Rayan tega, tapi dengan mengetahui demikian maka ada rasa dicintai dan takut kehilangan dari pasangannya itulah yang membuatnya bahagia. Karena cemburu itu adalah perasaan takut kehilangan orang yang di cintai


**BERSAMBUNG..


TERIMA KASIH YA TEMAN TEMAN YANG SUDAH MAMPIR KESINI..๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž


DAN TERIMA KASIH JUGA ATAS DUKUNGANNYA.. ๐Ÿ™๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž**

__ADS_1


__ADS_2