
"Rayan..? Yuki kenapa..?" Tanya dokter Mika saat menyambut mereka di ruangannya
"Kemarin setelah selesai acara, dia maen sama asisten rumah di taman belakang.. Aku khawatir kondisinya menurun.." Ucap Rayan menjelaskan
"Ya ampun, kok bisa..? aku udah ingetin kan kalau Yuki jangan beraktivitas di luar rumah..?" Ucap dokter Mika sedikit kecewa
Bu Lela hanya diam merasa bersalah
"Sini sayang.. Yuki di periksa dulu ya sebentar..?" Ucap dokter Mika mengambil alih Yuki dari gendongan Rayan
Yuki terlihat lemas. Wajahnya bahkan terlihat sedikit pucat
"Rayan, bu Lela, Yuki biar di opname dulu ya malam ini..? Aku ingin memastikan kondisinya dari hasil pemeriksaan ku dulu sebelum mengambil tindakan.." Ucap dokter Mika menjelaskan
Bu Lela terisak sedih. Dia khawatir sesuatu terjadi pada cucunya karena kelalaiannya. Sementara Ayana juga dia belum tahu gimana kondisinya karena efek dari semua itu. Rayan mengelus lengan bu Lela mencoba memahami
"Mik, di kamar rawat Ayana aja ya sekalian..?" Tawar Rayan pada Mika untuk Yuki bisa sekamar dengan Ayana
"Nanti aku konfirmasikan dulu.. Sementara ini Yuki biar disini dulu.." Ucap dokter Mika
"Baiklah.. Minta tolong kamu bantu aku ngurusin ya..? Aku harus ke kamar Ayana dulu.." Ucap Rayan pada dokter Mika yang di anggukinya
"Bu, Ibu disini dulu gak apa apa ya..? Nanti dokter Mika ngurus administrasi Yuki biar secepatnya pindah kamar.. Aku harus ke kamar Ayana dulu.. Ibu gak apa apa kan..?" Tutur Rayan lembut pada bu Lela
"Iya nak Ibu gak apa apa.. Maaf sudah merepotkan.. Ibu minta maaf.." Ucap bu Lela terisak
Rayan mengelus lengan mertuanya dan tersenyum menatapnya
"Ibu ngomong apa sih Bu..? Yuki itu anak aku, Ayana itu istri aku.. Apanya yang merepotkan bu..? Ibu jangan mikir apa apa lagi ya..?" Jawab Rayan
"Mik, aku ke Ayana dulu ya..? Bu aku keluar dulu.." Ucap Rayan yang di angguki keduanya
***
Dari ujung koridor, Rayan melihat Emil dan seorang suster sedang keluar kamar rawatnya. Rayan masih penasaran kenapa wanita itu bisa di rawat di rumah sakit tempatnya bekerja. Sedangkan yang dia tahu, Emil selama ini ikut suaminy tinggal di belanda. Jika dia sakit parah, kenapa bukan di rawat di belanda saja, kenapa harus balik ke indonesia. Bukan kah disana juga pengobatannya sangat maju.
Rayan berusaha untuk tidak menghindari Emil lagi. Namun dia bersikap seolah mereka tidak saling kenal saat Emil lewat depannya dengan suster yang mendorong kursi rodanya dari belakang. Mata Emil sempat meliriknya denga sikap yang sama, cuek
Setelah Emil dan susternya sudah menjauh, Rayan kemudian kembali melangkah maju menuju kamar rawat Ayana dengan wajah datar
Ckleekkk
__ADS_1
Suara pintu kamar rawat Ayana terbuka
"Mas..? Dari mana saja..? Aku cariin dari tadi.." Cemberut Ayana saat melihat Rayan di ambang pintu masuk
Rayan tersenyum manis menghampiri sang istri dan mencium keningnya cukup lama
"Aku tadi pulang ke rumah sayang jemput Ibu sama Yuki.. Yukinya ternyata lagi main sama bi Ina.. Karena ke asikan maen, jadi mereka gak denger saat di panggil panggil.." Ucap Rayan mencoba sedikit berbohong soal Yuki dan keadaan di rumahnya sore tadi
"Terus, Yuki sama Ibu mana..? Yuki baik baik aja kan mas..? Dia gak kenapa napa kan..?" Tanya Ayana curiga
"Yuki lagi sama Mika dulu, ada Ibu juga disana.. Nanti Mika ajak Yuki kesini kok, ikut nginap karena kamu harus lewati malam ini dulu disini.. Yuki sangat baik kondisinya, dia gak kenapa napa.." Jelas Rayan dengan lembut biar istrinya tidak curiga
Ayana hanya diam menatap wajah Rayan. Ada tatapan kecurigaan disana. Membuat Rayan mengecup bibir Ayana untuk mengalihkan. Ayana terkejut, namun tidak berniat menghindar
Rayan mengangkat wajahnya menatap manik mata Ayana dengan tatapan lembut. Rayan begitu menyayangi istrinya. Dia khawatir jika bu Ayu kembali menemui Ayana dan membuat Ayana sedih. Belum lagi masa lalunya kini berada di rumah sakit yang sama dan sudah pernah bertemu dengannya
"Mas..? Ada apa..?" Tanya Ayana saat dia menangkap ada yang sedang di pikirkan oleh suaminya
Rayan menatap wajah sang istri dengan senyum. Rayan kembali mengecup bibir sang istri dengan lembut. Ayana menyambutnya dengan lembut pula
"Mau makan apa sayang..?" Tanya Rayan kemudian
Ayana tersenyum menggelengkan kepalanya.
Rayan mengerutkan alisnya dengan bibir di majukan menatap Ayana
"Mas lucu kalau ekspresinya begitu.." Ucap Ayana tertawa kecil, membuat Rayan tersenyum lebar bahagia melihat istrinya ceria
"Ternyata membuatmu bahagia, sangatlah sederhana.." Gumam Rayan dalam hati
Rayan menundukan wajahnya hendak kembali mencium Ayana.
Ckleekkk..
Suara pintu terbuka lebar dengan dokter Mika yang masuk selangkah di susul Yuki yang di dorong oleh suster di kursi rodanya bersama bu Lela di belakangnya. Rayan dan Ayana terlonjak kaget. Perhatian mereka teralihkan ke suara rombongan yang datang mengacaukan moment keromantisan mereka
Rayan menggaruk kepalanya yang tidak gatal berusaha santai. Sedangkan Ayana wajahnya merona karena tersipu malu
"Mama, papa, Yuki mau disini..?" Ucap Yuki merengek manja
Rayan membelalakan matanya tidak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan. Sedangkan Ayana menatap ke arah Rayan saat mendengar Yuki memanggilnya dengan sebutan papa. Sementara itu, Rayan menatap wajah bu Lela dan Mika meminta jawaban lewat isyaratnya.
__ADS_1
"Gak usah lebay.." ucap dokter Mika menepuk lengan Rayan
"Cepat bersihkan kasurnya Yuki.. Biarkan dia istrahat.. Aku harus balik lagi, masih ada pasien menunggu.." Ucap dokter Mika datar, membuat Rayan menyubit pelan pipi sepupunya itu
Mereka lupa menjaga image mereka sebagai seorang dokter di depan keluarga pasien karena kebiasaan mereka jika sudah bersama. Membuat bu Lela dan Ayana tergelak saling pandang
Sepeninggal dokter Mika dan suster dari ruangan kamar Ayana, Rayan menghampiri Yuki dan membawanya ke dalam gendongannya
"Sayang.. Siapa yang ngajarin Yuki manggil papa..?" Tanya Rayan lembut
Yuki menatap wajah Rayan dan menciumnya. Rayan tersenyum di perlakukan manis oleh putri sambungnya itu
"Aunty Mika pa.. Kata Aunty, kata aunty, kalau Yuki sayang sama om doktel, Yuki harus panggil papa.. Gak boleh manggil om doktel lagi.." Jelas Yuki dengan polosnya
"Pinter anak papa.." Ucap Rayan mencium pipi Yuki berkali kali membuat Yuki tertawa kegelian
"Yuki istrahat dulu ya sama nenek ya..? Sudah malam sayang.. Besok papa beliin boneka banyak buat Yuki.." Ucap Rayan mengecup pipi Yuki sekali lagi
"Iya papa.." Jawab Yuki nurut karena memang Yuki sudah merasa lemas. Bahkan persendiannya terasa sakit
"Selamat tidur sayang.. Jangan lupa baca doa dulu.." Ucap Ayana yang sejak tadi hanya tersenyum memperhatikan interaksi keduanya
***
"Dokter Rayan, anda di tunggu di ruangan dokter Edo.. Katanya ada yang mau di bahas bersama tim medis lainnya sebelum meeting.." Tutur petugas medis yang di utus dokter Edo, yang di angguki Rayan
Setelah selesai bertemu dokter Edo, dan selesai meeting bersama parah dokter ahli lainnya, wajah Rayan begitu kusut saat keluar dari ruangan meeting. Dokter Edo menghampiri Rayan dan menepuk pundaknya
"Selamat ya..?" Ucapan selamat dari dokter Edo semakin membuat Rayan lemas
"Aku gak mungkin ninggalin istri dan anakku sendirian.. Mau tidak mau, aku akan mengajukan penolakan atas promosi ini Do.." Ucap Rayan dengan pelan
Dokter Edo mengerutkan keningnya menatap wajah Rayan tak setuju. Karena setiap dokter yang berprestasi berhak mendapatkan promosi jabatan
"Yan, kamu hanya perlu menyelesaikan seminar selama dua minggu.. Apanya yang membuat mu sulit..?" Ucap dokter Edo heran
"Istri aku baru sembuh, anak aku lagi di rawat.. Aku gak mungkin ninggalin mereka.. Ya aku tau seminar ini penting untuk aku, dan setelahnya aku akan di promosikan naik jabatan.. Tapi aku gak bisa ninggalin keluarga aku saat ini.." Ucap Rayan menjelaskan
Tanpa Rayan ketahui, Emil yang saat itu melintas saat baru saja keluar dari ruang radiologi, mendengar pembicaraan mereka. Wanita cantik itu tidak menyangka bahwa Rayan ternyata sudah menikah. Dan lebih mengejutkannya lagi, Rayan begitu mencintai istri dan anaknya.
Emil menunduk lesu. Dia ingat, dulu Rayan juga memperlakukannya dengan begitu lembut sebelum dia memutuskan hubungan mereka secara sepihak dan pergi dengan lelaki lain
__ADS_1
**BERSAMBUNG..
TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR DAN SUDAH MEMBERIKAN SUPPORT.. 🙏🙏💞💞💞**