PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA

PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA
MASALAH BARU


__ADS_3

Entah kenapa Susi begitu takut saat melihat kemarahan Tristan. Dan entah kenapa dia harus menjelaskan semuanya untuk menghindari salah paham dan bisa meredahkan amarahnya Tristan. Seolah mereka memiliki hubungan yang sangat serius.


Susi masih terus memeluk tubuh Tristan dengan erat. Tristan merasakan tubuh Susi gemetar. Seolah takut akan terjadi sesuatu akibat dari krmarahannya.


Tersadar dari apa yang dia lakukan, Tristan menutup mata sembari mengucap istighfar dalam hati.


Dengan lembut Tristan melerai pelukan Susi. Di tatapnya mata yang sedang berkaca kaca itu dengan lembut.


"Maaf.. Aku minta maaf.. Aku cemburu Susi.. Belum lagi aku mendapat penjelasan soal laki laki yang bersamamu di kontrakan, aku sudah di kejutkan lagi dengan laki laki barusan.." Ucap Tristan dengan pelan


Air mata Susi lolos. Dengan cepat Tristan menghapus air matanya dengan lembut.


"Maafkan aku.." Ucapnya lagi


Susi menjauh dari hadapan Tristan kemudian duduk di sofa yang berada di ruang tamu tersebut.


"Pulanglah.. Sebentar lagi mamaku, maksudku tanteku pulang dari toko.. Aku gak mau ada salah paham lagi.. Mengira aku sengaja membawa laki laki masuk ke rumah di saat rumah dalam keadaan kosong.." Ucap Susi tanpa menoleh ke arah Tristan.


Mendengar ucapan Susi, ada sedikit rasa nyeri di hati Tristan. Dia tidak menyangkah Susi akan mengatakan hal yang dia tuduhkan padanya.


Trsitan menunduk.


"Baiklah.. Aku minta maaf sayang.. Aku balik dulu.. Tapi besok aku akan kesini lagi.. Aku pengen kenalan sama tante kamu juga.." Ucap Tristan sembari mundur keluar dari rumah itu.


Susi tak menjawab. Dia hanya menunduk sembari menghapus jejak air matanya di pipi. Setelah terdengar suara mobil Tristan mulai menjauh, Susi bergegas masuk ke dalam kamarnya dan menangis disana.


***


Saat sore menjelang. Ayana yang sedang sibuk merapikan tempat tidur Pangeran, di kejutkan dengan suara dering ponsel yang berada di atas tempat tidur.


"Ma, ma ma.. Pon ma pon.." Ucap Pangeran menyodorkan ponsel ke arah Ayana.


Ayana menyambut ponsel di tangan Pangeran dengan senyum lebarnya.


"Makasih sayang.." Ucap Ayana gemas


"Ama ma.." Jawab Pangeran tersenyum lalu kembali mencari bermain dengan mainan mobil mobilan yang tergelatak di lantai kamarnya.


Saat Ayana membuka layar ponselnya, sebuah pesan di aplikasi hijau dari nomor tak di kenal sedang mengirim sebuah pesan gambar.


Ayana melebarkan matanya saat melihat beberapa pesan gambar dimana suami dan mantannya sedang berpelukan di sebuah ruangan yang dia yakini itu adalah gedung rumah sakit.

__ADS_1


"Ma.. mum.." Ayana tersentak dan hampir saja ponselnya lepas dari genggamannya saat Pangeran menarik ujung bajunya meminta air minum


"Iii iya sayang sebentar ya..? mama ambil dulu.." Ucap Ayana tergagap.


Namun bukannya bergegas mengambilkan air minum untuk sang anak, Ayana justru kembali melamun.


Tanpa dia sadari, Rayan yang sedang mencari keberadaannya, kini telah berada di ruangan yang sama tengah memperhatikannya dengan bingung.


"Paaa.. Pa pa pa.. Mum.. Pa mum.." Ucap Pangeran berlari ke arah Rayan.


"Iya sayang.. Pangeran mau minum..? Ayo kita ke bawah yuk..?" Ucap Rayan mengangkat tubuh Pangeran ke dalam gedongannya


"Sayang..? Kamu kenapa..?" Sapa Rayan mengelus lengan Ayana yang sedang terpaku dalam lamunannya.


Ayana tersentak. Matanya hanya melirik lewat ekor matanya ke arah Rayan dengan diam. Ayana keluar dari kamar tanpa mempedulikan sang suami dan anaknya yang masih berada di kamar Pangeran.


Hatinya begitu sakit. Bahkan air matanya lolos begitu saja dipelupuk matanya.


Rayan yang bingung apa yang terjadi dengan sang istri, akhirnya ikut keluar menyusul sang istri.


"Sayang.. Sayang, tunggu.. Ada apa ini..?" Tanya Rayan mencekal lengan Ayana di depan kamar sang anak.


"Mum pa mum.." Rengek Pangeran yang kini sedang berada di gendongan Rayan


"Sayang.. Kita harus bicara.. Tapi aku ke bawah dulu ngasih Pangeran minum dulu.." Ucap Rayan mengelus pucuk kepala sang istri


Ayana tak menjawab. Dengan cepat Ayana berjalan mendahului Rayan lalu masuk ke dalam kamarnya dan sang suami. Rayan hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya melihat reaksi sang istri.


"Ada apa lagi ini.." Gumam Rayan dalam hati


***


"Assalamualaikum.."


Susi dan bu Mina yang sedang sibuk di dapur, serentak menjawab salam dari Tio yang baru saja masuk ke dalam rumah menuju dapur.


"Tumben udah pulang nak..?" Tanya bu Mina tanpa menoleh ke arah sang anak


Sementara di sudut dapur, Susi yang sedang membantu pekerjaan sang tante mencuci sayuran untuk pelengkap makan malam mereka, sontak terpana melihat Tio yang memakai sarung lengkap dengan pecinya.


Entah kenapa dia begitu menyukai saudaranya itu jika memakai sarung dan peci seperti itu.

__ADS_1


"Aku laper ma.. Nanti isyanya di rumah aja.." Jawab Tio yang biasanya pulang ke rumah setelah sholat isya selesai.


Bu Mina hanya menggeleng gelengkan kepalanya mendengar jawaban sang anak.


"Masak apa Sus..?" Tanya Tio bersedekap dada sembari bersandar di tembok dapur menatap ke arah Susi.


"Sayur.." Jawab Susi singkat


"Lusa sudah mulai masuk kuliah kan..?" Tanya Tio basa basi


"Iya.." Jawab Susi lagi dengan singkat


Tio tersenyum kecil. Ini bukan Susi yang dia kenal. Sejak Susi mengetahui perasaan Tio kepadanya, sikap Susi berubah 180 derajat kepada Tio.


"Tadi aku ke kampus kamu.." Ucap Tio membuat Susi sontak berbalik menatap wajah Tio


"Ngapain..?" Tanya Susi curiga


"Ngurus sesuatu.. Oh iya, kamu gak usah khawatir soal biaya.. Semua sudah aku atur dengan baik.. Kamu cukup fokus aja di skripsi kamu nanti.." Ujar Tio santai kemudian berbalik berjalan menuju kamarnya.


Susi yang hendak menyusul Tio, di cegah oleh bu Mina.


"Sudah jangan di permasalahkan.. Tio tulus melakukannya.. Tante juga sudah setuju apapun yang menjadi keputusan Tio soal kuliah kamu.. Tugas kamu cukup belajar dan cepat lulus.. Dengan begitu Tio akan merasa bahagia.. Dia tulus tanpa mengharapkan balasan apapun dari kamu Susi.. Jangan khawatir.. " Ucap bu Mina tersenyum


Susi luluh. Dia akhirnya merasa sudah jahat dengan mengacukan Tio dan sang tante selama beberapa hari ini. Padahal mereka tidak pernah menuntut apapun darinya.


"Maafkan aku ma.. Aku banyak merepotkan kalian.." Ucap Susi yang masih bingung harus berkata apa.


"Iya sayang.. Yasudah kamu panggil Tio dulu sana.. Biar mama yang nyiapin makanan di meja.." Ucap bu Mina tersenyum


"Iya ma.." Jawab Susi sembari melangkah menuju kamar Tio


Sesampainya di depan pintu kamar Tio, Susi membuang napasnya sebelum akhirnya tangannya terangkat mengetuk pintu kamar


Namun tanpa di duga, Tio yang sedang buru buru keluar kamarnya, bertabrakan dengan Sus yang tepat berada di depannya.


Susi terkejut saat bibir mereka bersentuhan cukup keras. Membuat keduanya menjadi salah tingkah.


"Maaf.. Aku.." Ucapan Tio terhenti saat Susi bergegas pergi dari hadapannya sambil menghapus jejak bibir Tio di bibirnya.


**BERSAMBUNG..

__ADS_1


HAI TAMEN TEMAN.. TERIMA KASIH YA BUAT KALIAN YANG MASIH SETIA MENUNGGU LANJUTAN NOVEL INI.. 🙏💞💞


TERIMA KASIH JUGA ATAS DUKUNGAN YANG SUDAH KALIAN BERIKAN.. 😇💞💞💞**


__ADS_2