
"Dimana dia..? tolong awasi dan kabari apa yang dia lakukan disana.. Saya akan segera kesana.." Ucap Rayan pada seseorang by phone
"Rayan..?" Perhatian Rayan teralihkan ke sumber suara yang terasa tak asing di telinganya
Rayan terpaku saat melihat seseorang di masa lalunya muncul di hadapannya. Matanya bergerak menyelidiki kondisi tubuh wanita itu yang kini duduk di kursi roda tapi terlihat begitu segar bugar
"Apa kabar Rayan..? Lama tak jumpa.." Basa basi wanita yang biasa di panggil Emil oleh Rayan tersenyum menatapnya
Rayan tersenyum kecil menatap wanita cantik itu
"Maaf saya harus pergi.." Ucap Rayan bergegas pergi
"Rayan tunggu.." Cegah Emil
Rayan menghentikan langkahnya tepat di samping Emil
"Aku tau kamu mau menghindariku.. Bukan benar benar sedang ada urusan penting.. Lihat pakaian kamu, kamu tidak sedang dalam tugas.." Ucap Emil menatap lurus kedepan, sementara Rayan juga melakukan hal yang sama
"Terserah.. Tapi aku harus pergi.. Assalamualaikum.." Ucap Rayan datar
Wanita cantik itu akhirnya membiarkan Rayan pergi meninggalkannya di depan pintu kamar rawatnya tanpa mencegahnya lagi. Emil menatap pintu kamar dimana Rayan masuk dengan tatapan dengan lesu
__ADS_1
"Siapa orang yang berada di dalam kamar itu.. Kenapa Rayan berada di kamar rawat itu.." Gumam Emil menatap pintu kamar rawat Ayana
"Kenapa dia datang lagi..? Apa yang terjadi padanya hingga dia di rawat di rumah sakit ini..? Ya Allah, aku takut istriku cemburu jika tahu masa laluku berada di rumah sakit dimana aku kerja.." Gumam Rayan dibalik pintu kamar rawat Ayana
Sementara itu, di rumah Rayan sedang terjadi keributan. Bu Lela sedang berhadapan dengan bu Ayu, Ibunya Tristan yang memang sudah sangat niat menemui Ayana dan Ibunya.
Bu Ayu ternyata pernah membuntuti Tristan yang selalu mendatangi restoran tempat Ayana bekerja. Terlihat Tristan menghampiri Susi. Dan dengan sangat kebetulan, bu Ayu bertemu dengan Susi di rumah Ayana pada waktu itu. Dengan diam diam, bu Ayu membututi Susi dari jauh. Ternyata benar dugaannya, Susi tahu rumah baru Ayana
"Ada apa ini..?" Tanya Rayan saat menghampiri mertuanya yang sedang menangis.
Sementara pak Ardi, satpam di rumah Rayan, sedang berusaha meminta bu Ayu keluar dari rumah bosnya. Namun bu Ayu tetap berusaha menyerang bu Lela
"Oh jadi ini yang jadi mangsa baru wanita tua ini dan anaknya..? Waahhhh hebat.." Celetuk bu Ayu tersenyum miring menatap bu Lela
Rayan menatap bu Ayu dengan tatapan tajam. Tangannya mengepal menahan amarah
"Apa maksud anda.. Anda ini siapa sudah berani datang ke rumah saya dan bikin keributan disini.. Jangan sampai saya melaporkan anda ke pihak berwajib." Ucap Rayan meluapkan emosinya
"Wahhh sabar dong.. Saya kesini cuma mau nyari perempuan yang bernama Ayana.. Mana dia, suruh dia keluar.." Ucap bu Ayu menatap bu Lela dan Rayan secara bergantian
__ADS_1
"Ada urusan apa anda dengan istri saya..?" Jawab Rayan
"Asal anda tau ya..? Ayana itu adalah wanita pembawa sial.. Dan masih beraniny dia mendekati anak saya Tristan.. Padahal sudah pernah saya peringatkan dia, tapi rupanya perempuan itu mau bikin masalah dengan saya.." Ujar bu Ayu dengan sombongnya
Rayan tersulut emosi istrinya di hina di depannya
"Jaga ucapan anda.. Istri saya adalah wanita terhormat, tidak seperti anda.. Sudah tua, tapi tidak punya etika.. Saya ingatkan kembali pada anda, istri saya tidak pantas berhubungan dengan laki laki yang mempunyai Ibu seperti anda.. Jadi jangan ngaco.. Silakan pergi dari sini sebelum saya kehabisan kesabaran.." Ucap Rayan menatap wajah bu Ayu dengan sinis
"Ardi, bawa orang ini keluar.. Dan anda, jangan pernah menginjakkan kaki anda kesini lagi jika anda tidak tidak mau berurusan dengan pihak berwajib.." Ucap Rayan tegas
Rayan merangkul pundak bu Lela dan membawanya masuk ke dalam rumah. Sementara bu Ayu sedikit di seret oleh satpam karena bersikeras untuk keluar
***
"Bi Ina, saya kasih tau bibi sekali lagi ya.. Jangan pernah bawa atau ajak Yuki keluar rumah tanpa seizin saya dan Ayana.. Dan jangan sampai Yuki terkena sinar matahari langsung, karena Yuki itu sedang sakit.. Saya hargai niat baik bibi yang mau bantu Ibu ngasuh Yuki biar Ibu gak capek.. Tapi harus dengan izin kami juga.." Ucap Rayan menjelaskan
Bibi Ina hanya diam menunduk takut. Karena ulahnya yang mengajak Yuki ke taman belakang membuat semua orang panik, bahkan Ayana masuk rumah sakit karenanya. Belum lagi kondisi Yuki yang lemas
"Bi, bibi tolong jaga rumah dengan baik.. Kalau ada tamu siapa pun yang datang, hubungi saya.." Pesan Rayan
"Bu, Ibu ikut ke rumah sakit ya..? Ayana masih harus di rawat, Yuki juga harus aku bawa ke rumah sakit.. Takut kondisinya menurun.." Ucap Rayan bergegas keluar menuju mobilnya dengan Yuki yang berada dalam gendongannya
__ADS_1
**BERSAMBUNG..
😇🙏🙏💞💞💞**