
Karena dengan kelembutan Tristan yang terus berusaha menenangkannya, Susi perlahan mulai bisa mengendalikan dirinya. Tangan Tristan tak henti hentinya mengelus kepala Susi sambil terus mengucapkan kata untuk menenangkannya.
"Maafin aku ya..? Aku gak akan gitu lagi.. Aku, aku benar benar khilaf.." Susi masih terus menunduk dalam isakan tangis meski hatinya mulai bisa dia kendalikan.
"Pergi dari sini.. " Ucap Susi terbata bata karena terisak.
Tristan tak bergeming. Tristan menatap Susi dalam diam. Entah apa yang dia pikirkan. Hingga akhirnya tangannya terangkat mengelur pucuk kepala Susi dan beranjak pergi dari ruangan kontrakan Susi.
***
Ayana melirik sang suami yang tidur terlentang dengan kedua tangannya terangkat ke atas. Ada rasa yang mengganjal di hati Ayana melihat sang suami tidur tanpa memeluknya seperti biasa. Sejak perjalanan pulang sedari mengantarkan Susi ke kontrakannya, Rayan terlihat seperti memendam sesuatu.
Ayana tidak dapat menebak dengan pasti. Sebab selama perjalanan dia sudah mencoba menanyakan perihal kehadiran Tristan, Rayan menanggapinya dengan baik.
Ayana mengubah posisi tidurnya dari terlentang menjadi miring menghadap ke arah sang suami yang berada di sisi kirinya. Di pandanginya wajah tampan Rayan dengan seksama. Perasaan cinta kasihnya semakin tumbuh berkembang pada Rayan. Yang awalnya biasa saja.
Tangan Ayana terangkat mengelus dada sang suami.
"Semoga Allah selalu memberikan kesabaran yang lebih lagi di hatimu mas.. Aku gak tau apa yang membuatmu tidak nyaman, tidak suka akan sesuatu yang dari sikap dan perlakuanku, tapi semoga disini, di hati kamu ini, terus tumbuh dan luas rasa sabarnya.." Lirih Ayana dengan tangannya berada di dada sang suami yang sedang tertidur lelap.
Ayana kemudian bergerak maju mendekatkan dirinya pada Rayan. Ayana menurunkan tangan sang suami dan masuk ke dalam dekapan suaminya itu dengan pelan. Hingga tak lama kemudian diapun terlelap dalam buaian mimpi indah dalam tidurnya.
__ADS_1
Subuh menjelang, Rayan yang merasa kebas pada lengannya terbangun dari tidurnya.
"Ahh ya ampun.. Pantas saja, rupanya kamu tidur disini sayang.." Gumam Rayan melirik sang istri yang tidur di lengannya dengan lelapnya.
Bukannya memindahkan kepala Ayana, Rayan justru membawa sang istri ke dalam dekapannya serambi mencium pucuk kepalanya.
Ayana terusik.
"Mas.. Mas udah bangun..?" Suara Ayana terasa berat terdengar di telingga Rayan.
"Tidurlah lagi kalau masih ngantuk.. Subuhnya masih lama sayang.." Ujar Rayan mengelus kepala Ayana dalam pelukannya.
"Ini jam berapa mas..?" Tanya Ayana dengan mata terpejam karena ngantuk.
"Sayang.." Panggil Rayan.
"Mmm.."
"Boleh..?" Tanya Rayan ambigu
"Apa mas.." Tanya Ayana pelan karena memang dirirnya masih begitu mengantuk.
__ADS_1
Rayan lantas tak menjawab lagi. Tapi justru membalikan posisi tidur sang istri dan mencium bibirnya cukup lama.
"Boleh selingkuh..?" Jawabnya kemudian dengan terus menciumi sang istri
Ayana yang terkejut mendengar ucapan Rayan, spontan mendorong keras dada sang suami sehingga Rayan terpental ke arah samping.
"Mas ngomong apa tadi..? Coba ulangi lagi..?" Tanya Ayana dengan sorot mata datar.
"Gak sayang.. Becanda.." Jawab Rayan tersenyum manis.
"Becanda..? Gak ada becandaan yang lain gitu..?" Tanya Ayana masih dengan datarnya.
Ayana bangun dari posisi tidurnya lalu duduk di tepi ranjang dengan bersandar di sandaran tempat tidur.
Ayana sengaja bersikap datar di banding dengan marah marah. Sebab dia tidak punya waktu untuk membuang buang tenaga hanya karena sebuah kata yang dulu pernah di alaminya.
Bagi Ayana, kata selingkuh bukan kata yang asing lagi di telinganya. Dulu pun mantan suaminya juga mengungkapkan keinginan untuk menduakannya dengan berpoligami. Dan saat ini, suami keduanya justru mengingatkannya lagi dengan kata itu meski di ralatnya dengan mengatakan itu hanya candaan.
"Maaf sayang.. Aku benaran cuma becanda.. Gak mungkin aku menduaknamu, dapatin kamu aja susahnya minta ampun.." Ucap Rayan dengan mimik muka yang begitu serius.
Ayana melirik sang suami dengan perasaan yang sulit di artikan.
__ADS_1
**BERSAMBUNG..
TERIMA KASIH UNTUK KALIAN SEMUA YANG SUDAH MAMPIR KESINI SERTA YANG SUDAH MEMBERIKAN DUKUNGANNYA JUGA.. 🙏🙏💞💞**