
"Mas tunggu disini sebentar ya.. Biar aku liat dulu kedepan.." Ayana melepas apron dan bergegas menuju pintu depan
Ckleekkkk..
Ayana tersenyum lebar melihat raut wajah sahabatnya yang cemberut dengan bersedekap dada tengah menatapnya.
"Ada apa..? Kok cemberut gitu mukanya..?" Tanya Ayana lembut seolah tak tahu apa penyebab sahabatnya bermuka masam
Susi langsung menerobos masuk tanpa menjawab. Ayana menggeleng gelengkan kepalanya mengikuti langkah Susi dengan ekor matanya
"Ini beneran rumah kamu Ana..?" Tanya Susi berdecak kagum melihat interior rumah Ayana
Ayana hanya tersenyum menanggapi ocehan sahabatnya itu
"Ana.. Kamu beneran udah nikah..? kok aku gak di undang..? kamu nikah diam diam atau kamu hanya jadi simpanan..? Susi yang tak bisa sabar terus memborongi Ayana pertanyaan
Ayana hanya diam tersenyum tanpa niat menjawab
"Sayang..? Siapa yang datang..?" Rayan yang sejak tadi menunggu istrinya di dapur, terpaksa menyusul istrinya kedepan
Perhatian keduanya teralihkan pada Rayan yang muncul tiba tiba dari arah dapur. Susi yang tidak menyangka bahwa suami dari sahabatnya itu ternyata ada dokter tampan yang pernah mencari Ayana di tempat kerjanya waktu itu, melongo tak bergeming
"Ekheemmm.." Rayan berdehem dengan kedua tangan di masukkan ke dalam saku celananya menatap Susi datar
"Ehh maaf.. Mmm kenalkan, saya Susi sahabat Ayana.." Ucap Susi menyengir sambil mengulurkan tangannya
Rayan menoleh ke arah sang istri sebelum menyambut uluran tangan Susi
"Iya udah ayo ikut aku ke dapur.. Kebetulan aku hari ini masak yang banyak, ikut makan bareng ya..?" Ucap Ayana merangkul Susi
"Mas, mas tunggu aja dulu di meja makan ya..? biar aku siapkan.." Ucap Ayana menatap suaminya
"Biar aku panggil Ibu sama Yuki aja dulu.." Tawar Rayan, Ayana mengangguk menyetujui
__ADS_1
"Ana.. Kamu ko tega sih gak undang aku..? Mana pindah rumah gak ngomong lagi.. Kamu udah gak mau ya kita sahabatan..?" Ucap Susi sambil berjalan mengikuti langkah Ayana menuju dapur
"Aku gak sempat Susi.. Semua serba mendadak.. Rencananya juga aku mau maen ke restoran ngundang kamu dalam acara besok di rumah ini.." Jawab Ayana sambil sibuk memindahkan masakkan ke dalam wadah untuk di sajikan ke meja makan
"Acara..? Acara apa..?" Tanya Susi penasaran
"Acara syukuran aja atas terlaksanakan semua hajat termasuk naik rumah baru ini dan Yuki masih di beri kesehatan oleh Allah.." Tutur Ayana
"Oh iya, nanti lain waktu aku maen di restoran.. Nanti aku ceritakan semuanya sama kamu.. " Ujarnya lagi
Susi mengangguk setuju. Karena memang ada banyak hal yang ingin dia dengar langsung dari Ayana. Jika di paksakan sekarang, waktunya kurang tepat karena suami sahabatnya itu berada di rumah
Setelah semuanya sudah berkumpul di meja makan, mereka pun akhirnya makan bersama dengan hening. Rayan yang baru pertama kali menyicipi masakan Ayana, makan dengan begitu lahapnya. Ayana bersyukur suaminya menyukai masakannya hingga sebegitu lahapnya
***
"Mas, makasih ya untuk acara hari ini.. Aku pikir ini hanya doa syukuran atas rumah baru kita aja.. Makasih, mas sudah mengundang semua teman teman aku dan mengenalkan aku juga pada semua rekan kerja mas di rumah sakit.." Tutur Ayana memeluk suaminya begitu erat
Acara yang di gelar Rayan berjalan sukses. Kini semua tamu sudah meninggalkan kediaman mereka.
"Iya sayang.. Semoga kamu selalu bahagia.." Jawab Rayan tulus
Ayana mendongak menatap wajah Rayan
"Mas, ini bau apa ya..?" Tanya Ayana mengendus
Rayan yang mencium bau seauatu yang gosong, langsung berlari menuju dapur. Dia baru sadar bahwa sebelum menemui istrinya di kamar, dia sedang membuat ramuan untuk mertuanya yang memang suka dengan minuman herbal
Ayana yang juga ikut menyusul suaminya ke dapur, melongo melihat suasana dapur yang berantakan akibat ulah suaminya
"Mas..?" Ayana terpaku di tempatnya berdiri dengan ekspresi yang sulit di artikan
Ayana memperhatikan penampilan suaminya yang juga ikut berantakan, tak serapi sebelum ke dapur tadi
__ADS_1
"Hehe, maaf.. Aku terpaksa nyiram kompornya karna apinya udah gede.." Ucap Rayan cengengesan
"Sayang gak usah di beresin.. Biar bibi Ina aja yang beresin.." Cegah Rayan Saat Ayana kebelakang mengambil alat pel lantai
"Tapi mas, kasihan bi Ina tugasnya jadi bertambah gini gara gara ulah mas.." Ujar Ayana kesal
"Sudah sayang, nanti aku kasih bonus buat bi Ina.." Rayu Rayan memeluk istrinya
"Mas lepas mas, malu kalau ada yang liat.." Tolak Ayana mencoba melepas pelukan suaminya
Rayan melepas pelukannya dan mencium bibir Ayana gemas. Ayana meninggalkan Rayan kembali ke kamar dengan wajah yang merona. Membuat Rayan tergelak melihat istrinya yang masih malu padanya
"Nak Rayan, Ayana mana..? Tanya bu Lela
Rayan yang awalnya mau menyusul Ayana ke kamar, menghentikan langkahnya saat mendengar suara mertuanya mencari keberadaan Ayana istrinya
"Di kamar bu.. Ada apa bu..?" Rayan menghampiri bu Lela yang terlihat panik
"Dari tadi Ibu nyari nyari Yuki gak ketemu ketemu.. Apa Yuki ada sama dia..?" Bu Lela terlihat begitu ketakutan
"Ayana sejak tadi lagi sama aku bu.. Yuki gak ada bareng kami.." Jawab Rayan mulai ikutan panik
"Sebentar bu, biar aku cek dulu di kamarnya.." Ucap Rayan langsung berlari menaiki anak tangga menuju lantai dua rumahnya
Ckleekkk..
Suara pintu terbuka lebar
"Sayang..? Kamu disini..? Yuki mana..?" Tanya Rayan melihat Ayana di kamar Yuki namun bayangan Yuki tidak terlihat berada disana.
__ADS_1
**BERSAMBUNG..
TERIMA KASIH YA TEMAN TEMAN ATAS DUKUNGANNYA.. SEMOGA KITA SEMUA SELALU DI BERI KESEHATAN OLEH ALLAH SWT, AAMIIN.. 😇😇🙏🙏💞💞**