PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA

PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA
MENJAGA JARAK


__ADS_3

Ayana meraih tangan Rayan yang sedang mengelus lengannya dan mencium telapaknya


"Mas.. Makasih ya..? Aku gak tau apa jadinya jika gak ada kamu dan mama papa.. Aku gak tau mas.." Ucap Ayana menangis sendu


"Iya sayang.. Kita ke kamar dulu ya..? Bersihin badan kamu dulu, setelah itu kita makan di kantin aja biar gak lama.. Atau kita pesan via aplikasi aja..?" Ucap Rayan mengelus pipi istrinya lembut


"Kantin aja mas.. Tapi dzuhur dulu, biar gak nunda sholatnya.." Jawab Ayana pelan


"Iyasudah ayo.. Kuat jalan..? Pakai kursi roda aja ya..?" Tanya Rayan lembut


"Gak mas.. Aku kuat kok.." Jawab Ayana tersenyum


***


"Mas udah selesai tugas..?" Tanya Ayana setelah Rayan memasuki kamar rawat Yuki yang berada di VVIP


"Iya sayang, udah.."Jawab Rayan menghampiri Ayana dan menempelkan punggung tangannya di kening Ayana mengecek suhu tubuhnya


"Masih pusing..?" Tanya Rayan lagi


"Gak mas.. Aku udah mendingan setelah minum obat tadi sore.." Jawab Ayana tersenyum



"Cantik.." Ucap Rayan mencium pipi Ayana


"Mas ini ada ada aja.. Mas mandi dulu, nanti kita jenguk Yuki ya mas..?" Ucap Ayana


"Iya sayang.. Yasudah aku mandi dulu ya..?" Rayan berlalu menuju kamar mandi


"Mas.. Mas mau makan apa biar aku pesanin.." Tanya Ayana


"Mmm apa ya..? ini aja deh.." Jawab Rayan sambil mengangkat jarinya yang berbentuk hati ke arahnya, membuat Ayana menggeleng gelengkan kepalanya



"Mas Rayan mas Rayan.. Mana kenyang mas cuma makan cinta.." Ucap Ayana mendelik, membuat Rayan tergelak


"Aku udah pesan makanan tadi lewat mama.. Nanti mama kesini sayang.. Kita makan masakan rumah.. Ibu juga mau kesini katanya mau ikutan nginap.." Tutur Rayan menghampiri istrinya dan mencium sekilas bibirnya kemudian berlalu masuk ke kamar mandi

__ADS_1


Ayana tersenyum menatap punggung sang suami yang berjalan ke araha kamar mandi hingga hilang dari balik pintu.


Ayana sangat bersyukur dalam hati, Allah telah menggantikan yang lebih baik setelah kehilangan.


Allah memberikan kemudahan hidupnya setelah kesusahan yang luar biasa. Hatinya mendadak haru mengingat semua perjalanannya hingga dia bertemu dengan Rayan.


Sikap Rayan yang selalu hangat sejak awal mereka berjumpa, kini setelah menikah justru semakin hari semakin memperlakukannya dengan sangat baik.



Seusai mereka melaksanakan sholat Isya berjamaah, Rayan menelephone bu Retno yang ternyata sedang menuju rumah sakit tempatnya bekerja karena mendapat panggilan darurat.


Sementara masakan pesanannya, kini terpaksa di antar oleh supir rumahnya. Sedangkan bu Lela sang mertua, sudah berada di ruang rawat Yuki bersama Ayana.


Profesi yang kini di jalani Rayan dan sang Ibu memang tidak tentu jam kerjanya.


Terlebih ada pasien yang harus segera mendapatkan tindakan. Mereka di tuntut harus ekstra siaga kapan saja mereka di butuhkan


***


"Rayan, Ayana mana..?" Tanya dokter Mika saat mereka bertemu di koridor menuju klinik rumah sakit


"Emil..?" Sapa dokter Mika tersenyum


Sementara Rayan hanya menatapnya dengan diam. Kejadian sewaktu dia menolong Emil yang jatuh terkulai di kamarnya, membuatnya enggan memberinya perhatian lagi seperti sebelumnya.


Dia takut Emil akan menyalah artikan kebaikan yang dia berikan. Sebab dia kini telah memiliki istri yang sangat dia sayangi.


Perasaannya terhadap Emil telah memudar sejak hadirnya Ayana dalam hidupnya.


Ayana mampu menempati satu satunya ratu dalam relung hatinya.


"Gimana keadaan kamu Mil..? Oh iya, nanti setelah aku selesai pratek, aku temui kamu ya.. Ada yang mau aku ceritain.." Ucap Mika tersenyum hangat


Mereka memang lumayan dekat sejak Emil menjadi kekasih sepupunya Rayan di masa itu. Mereka bahkan sering shopping bareng di waktu senggang mereka.


"Iya Mika.. Aku tunggu.." Jawab Emil tersenyum kecil


Emil melirik Rayan sebentar dalam diam. Dia sedih melihat Rayan yang sejak tadi tidak menyapanya. Bahkan terlihat seperti mendiaminya.

__ADS_1


"Kemana sikap hangatmu Yan.. Aku rindu kamu yang seperti dulu.." Batin Emil


"Mika, Rayan, aku duluan.." Ucap Emil pamit dalam sedihnya. Mika mengangguk dan sekilas menatap Rayan dengan tatapan curiga


"Heiii.. Ada apa dengan kalian..?" Mika menepuk lengan Rayan


"Gak kenapa napa.." Jawab Rayan datar dan berlalu meninggalkan Mika yang masih terdiam di tempatnya


Di ruang PICU, Yuki yang sudah bangun dari komanya sedang becanda dengan Ayana. Ayana terlihat begitu bahagia mendengar celotehan sang anak.



"Yuki kenapa cemberut sayang..? Kan papa lagi kerja dulu sayang, nanti juga kesini.." Rayu Ayana tersenyum gemas


Dia tidak menyangka sang anak merajuk karena rindu pada Ayah sambungnya ketimbang Ayah kandungnya.


Sementara itu, di rumah mantan suaminya, sepasang suami istri itu sedang berselisih paham.


Arman yang masih sibuk mencari keberadaan Ayana dan anaknya selalu pulang larut sehingga Raya merasa terabaikan.


"Mas, kalau sikap mas seperti ini terus, lebih baik aku pulang aja kerumah orang tua ku.. Percuma punya suami tapi seperti seoarang diri.." Ucap Raya meluapkan amarahnya


"Raya, kamu sadar gak apa yang kamu ucapkan..? Yuki itu anak aku, wajar jika aku mengkhawatirkannya.." Sarkas Arman menatap istrinya


"Tapi yang aku kandung juga anak kamu mas.. Dia juga butuh perhatian kamu.." Jawab Raya menaikan volume suaranya melampiaskan emosinya


"Jika mas masih mencintai Ayana, kejarlah dia mas.. Aku ngalah, aku juga harus membahagiakan diriku, meski tanpa kamu.." Ucap Raya keluar dari kamarnya, membuat Arman tersentak kaget.


.


.


.


.


**BERSAMBUNG..


TERIMA KASIH YA BUAT TEMAN TEMAN YANG SUDAH MAMPIR KESINI.. 🙏💞💞💞**

__ADS_1


__ADS_2