
"Tumben romantis gini sama suami..? biasanya cuek bebek meski liat suaminya lagi capek.. Paling cuma nanya mau minum apa, mau mandi dulu atau makan dulu.." Tutur Rayan dengan wajah datar.
Membuat Ayana tergelak mendengar ocehan suaminya yang terbilang baru selama mereka bersama.
"Protes juga akhirnya suamiku ini.. Tumben..? Selama ini cuek bebek aja, makanya aku santai aja.." Ucap Ayana masih dengan tawanya.
Membuat Rayan mencebikan bibirnya yang semakin membuat Ayana tergelak tawa.
Rayan terkesima melihat istrinya yang tertawa lepas. Perlahan tangannya terangkat menyentuh kepala sang istri yang tidur di pangkuannya dan mengelus dengan lembut.
"Bagaimana keadaan kamu hari ini..? calon bayi kita gimana, nakal gak dia hari ini..?" Tanya Rayan dengan nada lembut.
Ayana menatap wajah sang suami dengan senyum.
"Alhamdulillah baik sayang.. Dedenya juga pengertian, gak pernah bikin bundanya mual.." Ucap Ayana mengelus perutnya yang masih rata.
"Alhamdulillah.. Vitamin sama susunya udah di minum belum..?" Tanya Rayan lagi.
Ayana mengangguk dan memutar menghadap ke arah suaminya dan membenamkan wajahnya di perut Rayan yang berotot dengan tangan yang melingkar erat ke pinggang suaminya.
"Mas.. Aku mau tidur dengan posisi begini.. Jangan di bangunin aku ya..?" Tutur Ayana pelan
"Iya sayang tidurlah.." Jawab Rayan tanpa keberatan.
Karena sejujurnya dia juga menyukai jika Ayana bersikap manja padanya. Terlebih saat ini Ayana dalam keadaan mengandung.
***
Di kontrakan tempat Susi kost, Tristan sedang duduk di depan kamarnya menunggu kedatangan Susi yang katanya dalam perjalanan pulang dari kampung halamannya, setelah di telephone oleh Tristan.
Ada beberapa hal yang ingin Tristan tanyakan langsung kepada Susi karena rasa penasaran yang terus meresahkan hatinya.
📱
"Pulang aja, udah malam.. Besok kan masih bisa ketemu.. 😊😊 " Tristan terlihat kesal saat membaca isi pesan dari Susi
📱
"Saya tunggu di depan kontrakan.. 😡" Jawab Tristan dengan kesal
📱
"Kangennya gak bisa di tunda kah.. 😍😍 ?" Tristan mencebik membaca balasan pesan singkat dari Susi
📱
" Gak usah aneh.. Saya cuma ada sesuatu yang mau saya tanyakan sama situ ya.. 😡😠" Jawab Tristan jutek
__ADS_1
📱
"Kalau cuma mau nanya sesuatu kan bisa lewat chat.. Ngapain rela nungguin sampe larut malam segala.. Bilang aja kangen, ngapain malu.. 😝 " Jawab Susi dari seberang sana
Tristan yang kesal akan kelakuan Susi, memilih mengabaikan chat Susi dan menyimpan ponselnya ke dalam saku celananya.
Susi yang memang memiliki rasa pada Tristan, merasa bahagia saat Tristan bersedia menunggunya di depan kontrakan meski hari sudah larut malam.
Susi senyum senyum sendiri saat membayangkan wajah Tristan yang kesal akibat dari keusilannya
***
Rayan yang sedang fokus mengelus punggung istrinya agar tidur dalam keadaan nyaman, di kagetkan dengan suara dering ponselnya yang tergeletak di sofa sampingnya berada.
Rayan mengerutkan keningnya menatap nama yang tertera di layar ponsel tersebut.
"Assalamulaikum.. Ada apa Mil.. Ada yang bisa di bantu..?" Sapa Rayan setelah menggeser tombol hijau di layar ponsel
"Waalaikumsalam.. Yan, maaf mengganggu.. Turut berduka cita ya..? Maaf aku baru tau soal Yuki.." Tutur Emil dari seberang telephone
"Oh iya Mil makasih ya.. Keadaan kamu gimana sekarang..? Udah mulai terapi belum..?" Rayan yang menanyakan kondisi Emil karena bagaimana pun, selama Yuki di rawat di rumah sakit, Emil selalu berkunjung melihat kondisi Yuki.
"Aku baik ko sejauh ini.. Sudah empat hari lalu.. Makanya aku gak tau soal Yuki karena aku sendiri gak ada di kamar.." Jawab Emil
"Oh syukurlah.. Semoga cepat sembuh ya.." Ucap Rayan menyemangati mantan kekasihnya itu
Ayana yang memang belum tidur sejak tadi, mendengar semua obrolan suaminya dengan Emil mantan dari Rayan beberapa tahun yang lalu.
Rayan memutus panggilan telephone dari Emil secara sepihak dan menyusul Ayana ke tempat tidur.
Ayana yang tidur dengan posisi membelakangi Rayan, membuat Rayan yakin istrinya sedang dalam cemburu.
Rayan bergerak pelan dan memeluk Ayana dari belakang, bermaksud meminta maaf pada istri cantiknya itu.
Namun belum sempat berucap, Ayana membalikan badanya dan memeluk Rayan dengan erat.
Rayan yang terkejut, perlahan membenarkan posisi tidurnya dan Ayana agar lebih nyaman.
"Sayang..?" Panggil Rayan ragu.
Dia bermaksud ingin meminta maaf agar istrinya tidak salah paham soal Emil.
"Mmm..? Aku ngantuk sayang.. Tidurlah, besok kan mas juga masuk kerja.." Ucap Ayana pelan dalam pelukan suaminya.
"Iya sayang.." Jawab Rayan menuruti pinta sang istri.
Dalam diam Rayan merenung. Emil masa lalunya kini berada di sekitarnya dan Ayana.
__ADS_1
Arman juga dari masa lalu Ayana masih terus mengusik istrinya hingga saat ini.
Rayan menatap wajah Ayana yang berada dalam dekapannya yang tengah tertidur dengan pulasnya.
Rayan mengelus pipi istrinya itu dengan penuh perasaan.
"Aku janji sayang, aku akan menjagamu dengan segenap jiwa dan ragaku.. Aku juga janji tidak akan pernah mengkhianatimu.. Masa lalu kita kini sama sama sedang berada dekat dengan kita berdua, Aku berharap hatimu tetap utuh untukku seperti halnya aku.. Aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu.." Batin Rayan
Rayan mengecup kening Ayana begitu lama. Di eratkannya lagi dekapannya seakan takut Ayana pergi darinya.
Ayana terbangun dari tidurnya saat merasakan sesak.
"Mas.. Aku gak bisa nafas mas.." Rengek Ayana dengan suara serak khas orang bangun tidur
Ayana menatap wajah Rayan saat Rayan melepas dekapannya.
"Ada apa..? Apa yang mas pikirkan..?" Tanya Ayana pelan mengelus pipi sang suami yang terlihat sendu
"Tidurlah lagi.. Maaf sudah mengusik tidurmu.." Jawab Rayan tersenyum kecil
Ayana melihat ada sesuatu yang mengusik perasaan suaminya itu. Dan Ayana tahu itu. Meski bibirnya diam, tapi matanya berbicara.
Ayana bangun dan mencium kening Rayan, pipi kiri pipi kanan dan berakhir di bibir suaminya itu dengan lembut.
Ayana menatap mata sang suami dengan senyum manis di bibirnya.
"I love you.. Tidurlah, buang semua perasaan dan pikiran buruk tentang masa lalu dan yang terjadi hari ini.. Aku dan kamu, tak akan pernah terpisahkan oleh apapun selain kematian.. Jika Allah terus memberi kita umur hingga tua nanti, Mas maukan menua sama aku..?" Tutur Ayana mengecup bibir sang suami menanti jawaban dari suaminya itu.
"Iya sayang.. Aku mohon, jangan pernah tergoda lagi dengan mantan kamu itu juga laki laki lain.. Bisa kan..?" Ayana tertawa geli mendengar ucapan suaminya itu.
"Jadi itu yang mengusik pikiran mas sampe gak bisa tidur gini..?" Tanya Ayana tertawa.
"Istrahat yuk.. Kamu harus banyak istrahat biar cepat pulih.. " Rayan mengalihkan obrolan mereka karena merasa malu ketahuan oleh sang istri akan kebucinannya.
Membuat Ayana tertawa lepas.
.
.
.
.
.
**BERSAMBUNG..
__ADS_1
TERIMA KASIH YA TEMAN TEMAN ATAS KUNJUNGANNYA.. 🙏💞💞**