PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA

PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA
PERINTAH DOKTER RETNO


__ADS_3

Ayana yang di tuntun oleh Rayan keluar, kembali menghampiri Yuki dan mencium membelai wajah sang anak penuh sayang dan kembali melangkah keluar dan membiarkan Mika mengurus mayat Yuki.


Sesampainya di luar, ternyata dokter Amanda sedang menunggu Rayan dan Ayana.


Ada sesuatu yang ingin di sampaikan olehnya kepada sepasang suami istri itu.


Rayan dan Ayana pun menyetujui dan menyerahkan proses tersebut kepada dokter Amanda sebagai yang juga berhak.


***


"Sayang, sebentar lagi Yuki akan di makamkan.. Kamu kenapa hanya diam saja sayang.. Jika ingin menangis, menangislah.. Jangan pernah kamu tahan.." Rayan yang melihat Ayana hanya diam terpaku di samping jasad sang anak yang sudah terbungkus kain kafan, sangat takut akan kondisi sang istri.


Terlebih Ayana yang tidak mau menyentuh makanan bahkan minuman sekalipun.


Air matanya tidak ada lagi yang jatuh di pipinya. Tatapannya terasa kosong.


Bahkan tidak ada satu katapun yang keluar dari bibirnya.


Sedangkan bu Lela, sangat terpukul dengan kepergian Yuki untuk selama lamanya.


Dokter Retno dan pak Sultan, ikut melantunkan surat yasin bersama kerabat dan para pelayat yang memenuhi ruang rumah mewah milik Ayana dan Rayan dengan khusu dan begitu khidmat.


Rayan meraih tubuh Ayana masuk ke dalam pelukannya. Namun Ayana menolak dengan mendorong pelan dada Rayan.


"Sayang.. Tolong katakan sesuatu, apapun itu.. Jangan bikin aku khawatir sayang.." Ucap Rayan frustasi


Ayana diam tidak bergeming. Tatapannya tak teralihkan dari jasad sang anak yang terbujur kaku di depannya.

__ADS_1


Sampai pada saat pak ustadz menghampiri keduanya untuk meminta ijin karena Yuki sudah harus segera di makamkan, air mata Ayana mulai jatuh membanjiri pipinya.


Namun tetap saja, tidak terdengar suara tangisan sedikitpun keluar dari bibirnya.


Setelah semua proses pemakaman selesai, kini tinggalah Ayana dan keluarganya yang masih berada di pusara Yuki.


Semua begitu khusu mengaminkan doa yang di pimpin oleh pak Sultan.


"Sayang.. Kita pulang ya..? Biarkan Yuki tenang disana.. Kamu juga harus memikirkan kesehatan kamu biar Yuki gak sedih melihat mamanya seperti ini.." Bu Retno mencoba merayu Ayana agar mau beranjak dari makam sang anak.


Bu Retno tidak tega melihat Ayana yang terlihat seperti tidak ada semangat hidup lagi. Seperti berada di puncak putus asa.


Bu Retno mengelus pipi Ayana, melihat pupil matanya yang kini terlihat berbeda.


Rayan yang melihat perubahan raut wajah sang Ibu, mengalihkan pandangannya ke wajah Ayana penuh selidik.


Sementara bu Lela dan pak Sultan hanya mengerutkan kening mentap bingung dengan apa yang terjadi.


"Pah, tolong anterin bu Lela ke rumah.. Papa tolong handle semua persiapan acara tahlilan nanti malam ya pah..? Nanti setelah dari rumah sakit, mama segera kesana.." Bu Retno segera beranjak meninggalkan pak Sultan dan bu Lela bersama supir mereka di pemakaman Yuki dengan pikiran yang masih belum bisa menangkap apa yang sebenarnya terjadi.


***


Rayan berdiri mematung dengan menyandarkan punggungnya di tembok ruang UGD, menungu dokter Retno yang tengah mengurus administrasi dan ruang perawatan untuk Ayana.


Pikiran Rayan kini terbagi untuk Yuki dan Ayana.


__ADS_1


"*Ya Allah, kenapa kau beri cobaan yang begitu berat kepada mereka.. Apa karena mereka adalah wanita wanita tangguh pilihan-Mu ya Allah..? jika iya, maka berilah istri hamba keluasan hati, jiwa yang tegar, serta imam yang kuat, agar istri hamba bisa melewati cobaan ini dengan ikhlas.."


"Ijinkanlah hamba dan keluarga hamba membahagiakan lahir dan batinnya ya Allah*.." Batin Rayan


"Rayan, Ayana harus di opname.. Kamar rawatnya juga sudah siap.. " Rayan terkejut sang Ibu tiba tiba muncul dari arah sampingnya bersama dua perawat yang siap memindahkan Ayana ke kamar rawatnya.


Sesampainya di kamar rawat inap, bu Retno di bantu oleh kedua petugas medis, masih terlihat sibuk menangani Ayana di ranjang pasiennya.


Melihat kondisi Ayana yang tidak baik baik saja, membuat Rayan semakin dilanda frustasi.



"Ma, gimana kondisi Ayana..?" Rayan seoarang dokter, tapi kali ini dia seperti awam soal medical di karenakan pikirannya yang kini tidak dapat dia kondisikan, membuat bu Retno menatap lesu wajah sang anak.


.


.


.


.


**BERSAMBUNG..


TERIMA KASIH ATAS BENTUK DUKUNGAN DARI TEMAN TEMAN.. 🙏🙏💞


INSYA ALLAH PART BERIKUTNYA BISA MENGOBATI KERINDUAN KALIAN PADA YUKI.. 🙏🙏💞💞**

__ADS_1


__ADS_2