
Ayana hanya geleng geleng kepala tersenyum melihat tingkah Rayan. Dia bahagia Rayan tak hanya mencintainya tapi juga menerima dan menyayangi Yuki anaknya
"Ya sudah papa pergi dulu ya..?" Pamitnya mencium pipi Yuki
"Sayang, aku keluar sebentar ya..? Kamu baik baik di rumah.." Pamit Rayan mencium kening Ayana
Ayana yang belum terbiasa, masih merasa kaku dengan perlakuan Rayan padanya
"Hati hati mas.." Jawab Ayana tersenyum
Melihat senyum Ayana, tangan Rayan terangkat ke atas mengelus pipi Ayana dan menciumnya. Ayana semakin di buat tersipu malu oleh perlakuan hangat Rayan
Setelah kepergian Rayan untuk mengecek kesiapan rumah barunya, Yuki dan Ayana duduk bersantai di teras depan. Sang Ibu pun datang ikut bergabung dengan anak cucunya itu
"Mama.. Kenapa kok Yuki gak sekolah ma sepelti Lia yang itu ma..? " Tanya Yuki yang cemburu saat melihat anak tetangga lewat depan rumah mereka dengan pakaian seragam sekolahnya
Ayana mengikuti arah pandangan mata Yuki yang tertuju pada salah satu anak tetangga yang sedang berangkat sekolah
"Sayang.. Yuki kan masih kecil sayang.. Nanti kalau Yuki udah gede kayak Lia, Yuki juga pasti mama sekolahin di sekolah yang paling bagus.." Jawab Ayana lembut
"Ayah.." Yuki yang melihat mobil Arman berhenti tepat depan rumahnya langsung turun dari pangkuan Ayana dan berlari ke arah Ayahnya itu
Ayana yang terkejut spontan memekik memanggil Yuki untuk kembali. Bu Lela yang juga ikut terkejut bergegas lari menyusul Yuki keluar. Terlihat Arman yang baru saja turun dari mobil, malah menggendong Yuki tampa beranjak dari tempatnya berdiri
"Nak Arman, bawa Yuki masuk cepat.. Dia gak boleh terpapar sinar matahari secara langsung begini.. Bahaya buat kesehatannya.." Jelas bu Lela pada Arman
Bukan nya bergegas masuk ke rumah, Arman justru diam mematung menatap bu Lela. Ayana segera meraih Yuki dari gendongan Arman dan membawa Yuki masuk ke dalam rumahnya
"Kamu gak apa apa sayang..? Apa ada yang sakit..? Ayana terlihat begitu panik
Arman dan bu Lela yang ikut menyusul masuk terdiam di ambang pintu melihat Ayana yang begitu panik. Arman menoleh ke arah bu Lela
"Ada apa bu dengan Yuki..?" Tanya Arman yang kebingungan
Bu Lela menoleh ke arah mantan menantunya itu
"Arman.. Yuki itu mengidap penyakit lupus Arman.. Dia gak boleh kenak sinar matahari langsung.. Sel sel dalam tubuhnya bisa cepat rusak.." Bu Lela bicara dengan nada marah karena terbawa kesal pada mantan menantunya itu
Arman terkejut mengetahui penyakit anaknya dari penjelasan mantan mertuanya itu. Selama ini dia hanya mengetahui Yuki cuma gampang lemas aja karena terlalu aktif atau demam seperti anak pada umumnya aja. Dia tidak menyangka anaknya ternyata mengidap penyakit yang serius
__ADS_1
Menyesal karena sudah mengabaikan anaknya ketika mantan istrinya sering memintahnya untuk selalu memperhatikan anaknya..? Entah sudah terlambat atau belum. Tapi yang jelas, Arman cukup terpukul saat ini
Arman melangkah dengan gontay mendekat ke arah anak dan mantan istrinya yang duduk di sofa. Di raihnya tubuh gadis kecil itu dan di bawanya ke dalam dekapannya. Tangisnya pecah seketika
"Maafkan Ayah sayang.. Ayah sudah banyak dosa karna mengabaikanmu.. Ayah banyak salah pada kalian.. Maafkan Ayah nak.." Tangis Arman terdengar begitu pilu
Ayana yang berada di samping Yuki dan Arman pun tidak dapat menahan air matanya mendengar penyesalan Arman. Sedangkan Yuki yang berada di dalam dekapan Arman, hanya diam tidak mengerti apa yang tengah terjadi
Arman melerai pelukannya. Arman menoleh menatap wajah Ayana yang tertunduk sedih di sampingnya dan Yuki. Di raihnya tangan Ayana di genggamannya. Ayana yang terkejut langsung menarik tangannya pelan
"Ayana.. Aku minta maaf Ayana.." Ucap Arman lirih
Arman masih terus berusaha meraih jemari tangan Ayana. Namun terus di tepis oleh Ayana. Sedangkan bu Lela hanya diam mematung tidak tahu harus berbuat apa
"Ayana.. Aku menyesal.. Aku mohon beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahan ku pada kamu dan Yuki.. Aku ingin menebus semua keaalahan ku dan akan bertanggung jawab pada kalian.. Aku mohon Ayana beri aku kesempatan.." Suara Arman terdengar begitu sendu
Air mata Ayana jatuh perlahan menetesi pipinya
"Sudah terlambat mas.. Bukan kah dulu aku yang sering memohon padamu.. Tapi pernah kah kamu mau sedikit saja peduli..? Bahkan disaat kita berpisah, aku tidak pernah menuntut apapun selain perhatian dan tanggung jawabmu pada Yuki, hanya itu mas tidak lebih.. Tapi apa kamu peduli..? " Sarkas Ayana menatap Arman
Ayana meraih Yuki ke dalam gendongannya dan membawanya masuk ke dalam kamar Yuki. Karena badannya yang lemas, Yuki akhirnya tidur pulas.
Bu Lela yang melihat kesedihan Arman, mencoba menghampiri mantan menantunya itu
"Nak Arman.. Nak Arman pulang saja dulu.. Yuki sudah tidur, Insya Allah dia baik baik aja.." Ucap bu Lela
Arman menoleh ke arah bu Lela kemudian mengalihakan pandangannya ke arah kamar Yuki
"Apa aku boleh lihat Yuki sebentar bu..? Sekalian mau pamit.." Tutur Arman
Bu Lela yang tidak tega melihat Arman yang nampak masih terpukul, menganggukan kepalanya setuju. Dengan di temani olehnya, Arman masuk ke dalam kamar Yuki. Terlihat disana Ayana sedang menyelimuti Yuki
Arman menghampiri dan duduk di samping Yuki yang tengah terlelap. Ayana menggeser posisinya dan berdiri di samping sang Ibu
"Maafin Ayana sayang.. Ayah janji akan selalu ada untuk Yuki.. Ayah akan meluangkan banyak waktu lagi untuk Yuki mulai sekarang.. Ayah akan memberikan pengobatan yng terbaik untuk Yuki.. Maafkan Ayah anakku.." Tangis Arman kembali pecah
__ADS_1
Ayana dan bu Lela hanya diam menyaksikan. Arman menoleh ke arah keduanya
"Jika ada apa apa, hubungi aku.. Aku akan mengusahakan pengobatan yang terbaik untuk Yuki.." Ucap Arman kemudian beranjak dari tempatnya
"Aku pulang dulu.. Jangan lupa hubungi aku.. Assalamualaikum.." Ucap Arman berlalu pergi
Ayana hanya menunduk diam. Sedangkan bu Lela menghampiri Yuki sebentar dan keluar kamar
***
"Sayang.. Baju gantiku mana ya..? " Tanya Rayan yang saat keluar kamar mandi melihat Ayana duduk melamun di pinggir ranjang
Ayana yang terkejut melihat Rayan hanya menggunakan handuk pendek yang menutupi bagian bawanya sontak memalingkan pandangannya ke arah lain. Rayan mengerutkan keningnya melihat gelagat aneh sang istri
"Sayang..?" Rayan mengelus kepala Ayana
Ayana lantas berdiri dan berjalan menuju lemari menyiapkan pakaian ganti suaminya. Arah pandangan Rayan mengikuti langkah istrinya berjalan. Setelah menyiapkan pakaian ganti suaminya, Ayana melangkah keluar kamar. Namun tangannya di cegat oleh Rayan dengan cepat
"Sayang.. Ada apa..? Kok dari tadi akunya di diemin..?" Tanya Rayan lembut
Ayana tak bergeming. Rayan membalikan tubuh Ayana menghadap ke arahnya. Dengan penuh sabar, Rayan mengelus lengan Ayana penuh sayang
Ayana menundukan pandangannya. Tidak terasa air matanya menetes perlahan. Rayan yang menyaksikan itu mengangkat wajah Ayana menatapnya
"Ada apa sayang..? Kalau ada masalah, jangan di pendam.. Kita sekarang sudah menjadi suami istri.. Aku berhak tau setiap masalah yang di hadapi istriku.." Tutur Rayan lembut menghapus air mata Ayana
Ayana menatap wajah suaminya. Dia tidak tahu harus memulai ceritanya dari mana. Dia juga takut menyakiti perasaan suaminya. Dia merasa tertekan antara jujur atau diam dan memendamnya sendiri
"Aku gak apa apa mas.. Aku liat Yuki dulu sebentar.. Mas kalau udah selesai, langsung ke meja makan ya..? Makan malamnya sudah siap.." Ayana langsung keluar kamar setelahnya
Rayan yang semakin di buat bingung dengan sikap istrinya, hanya diam menaruh curiga mungkinkah ada hubungannya dengan mantan suaminya. Apakah mantan suaminya datang lagi menemuinya tanpa sepengetahuannya?
BERSAMBUNG..
TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR KESINI..
__ADS_1
MOHON DUKUNGANNYA TERUS, SEMOGA BERIKUTNYA BISA LEBIH SEMANGAT LAGI.. 🙏💞💞