PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA

PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA
BERTEMU LAGI


__ADS_3

Orang yang tak pernah mengubah pendapatnya dan tak pernah mengoreksi kesalahannya tak akan lebih bijaksana di hari esok dibanding hari ini.


Arman tidak pernah berkaca dari pengalaman. Kini dirinya justru kembali merajut kasih dengan sekretaris di kantornya. Namun bukan berarti dia melupakan Ayana, wanita yang pernah menjadi istrinya, Ibu dari anaknya Yuki. Ayana tetaplah menjadi obsesinya.


Terlebih saat ini, Jika Arman melihatnya, pasti obsesinya akan semakin memuncak. Ayana bak seorang artis papan atas. Cantik. Ayana sudah di ijinkan suaminya ketika mendapat panggilan sebagai model di butik Ratu Medina dengan syarat tugas utamanya sebagai istri dan Ibu harus menjadi yang utama.


Rayan tidak mau membatasi bahkan mengekang istrinya. Rayan membebaskan istrinya berkarya dan melakukan keinginannya selama itu di jalur yang benar.


Seperti saat ini. Setelah beberapa bulan berlalu dari pasca lahiran, tubuh Ayana yang sudah kembali seperti semula sebelum hamil dan melahirkan, tengah melakukan pemotretan untuk promo gaun dan pakaian casual karya desainer Ratu Medina.


Ratu Medina memang sangat menyukai bentuk tubuh dan kecantikan alami yang di miliki oleh Ayana sebagai model hasil rancangannya. Di pakaikan apapun dari mulai rancangan untuk usia tuju belas hingga empat puluhan, sangatlah cocok.


Arman yang tidak sengaja menemani sang kekasih ke butik mencari gaun untuk acara kantornya nanti malam di sebuah hotel, terkejut melihat Ayana sedang bercengkrama dengan pemilik butik mewah itu. Iya, Arman dan Sari kekasih barunya kini sedang berada di butik ternama itu, Ratu Medina.


Tatapan Arman perlahan menjadi sayu. Betapa hatinya sangat rindu pada sosok yang kini telah berada di depannya.


"Ternyata Ayana disini.." Gumamnya



Bukan tanpa alasan Arman terkejut melihat mantan istrinya itu berada di tempat itu. Sebab dulu sewaktu Ayana bekerja disana, Arman sangat menentangnya meski sebelum menikah dengannya, Ayana memang sudah menjadi karyawan butik itu. Sebab dirinya cemburu melihat Ayana jika ada pelanggan butik pria yang berada disana. Namun kini, Ayana berada disana dengan style dan wajah yang semakin cantik.


"Ayana..?" Sapa Arman yang tak jauh dari tempat Ayana berdiri.


Ayana yang mendengar namanya di sebut, langsung menoleh ke arah suara. Senyumnya pudar berganti datar ketika melihat sosok yang memanggilanya adalah Arman, mantan suaminya yang ego itu.

__ADS_1


Mata Arman melirik penampilan Ayana dari kaki hingga ujung kepala berulang kali. Membuat Ayana merasa risih dan berbalik untuk menghindar.


"Tunggu Ayana.." Cegah Arman mengejarnya dengan menarik pergelangan tangan Ayana.


Dengan cepat pula Ayana menepis sentuhan Arman di tangannya dan memberinya tatapan tajam. Semua itu tidak luput dari pandangan Sari dan beberapa karyawan disana terutama Ratu sang pemilik butik.


"Mau apa..? Mau menyerangku lagi dengan ancamanmu itu..?" Sarkas Ayana menatap ke arah Arman.


"Aku mau bicara berdua dengan kamu.. Kali ini aku janji gak akan menyakitimu.." Ucap Arman menatap Ayana penuh harap.


Sementara Sari yang melihat kekasihnya berkata seperti itu pada wanita lain, membuatnya dilanda api cemburu.


"Berarti anda sadar selama ini anda telah menyakitiku.." Sarkas Ayana tersenyum miris.


Arman lupa bahwa dia ke butik itu tidak sendirian. Ada wanita yang sedang meradang sedang menatap ke arah mereka.


"Maaf.. Anda merasa tidak enak karena disini banyak orang yang menyaksikan. Saya justru tidak enak karena saya memiliki suami yang sangat mencintai saya tapi masa lalu yang sudah saya lupakan justru mengajak saya berduan tanpa ada rasa malu.." Ujar Ayana lalu bergegas pergi dari hadapan Arman.


"Mbak, saya pamit pulang dulu ya..? Terima kasih sebelumnya.." Pamit Ayana meboleh ke arah Ratu sang bos yang sejak tadi belum beranjak dari tempat mereka berdiri sebelumnya.


"Iya hati hati.. Nanti saya kabari lagi project yang kita bahas tadi.." Jawab Ratu tersenyum.


"Iya mbak.. Assalamualaikum.." Pamit Ayana.


Sementara Arman, hanya bisa berdiri di tempatnya dengan perasaan kesal bercampur malu atas perkataan Ayana yang di saksikan oleh karyawan dan pengunjung butik.

__ADS_1


Ayana yang melupakan sesuatu, berbalik dan menoleh ke arah Arman.


"Mengakui kesalahan dan melakukan perbaikan merupakan bentuk tertinggi untuk menghormati diri sendiri.." Ucap Ayana tersenyum lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju mobil yang berada tepat di samping mobil Arman dan segera pergi dari butik tersebut.



Arman semakin kesal. Dengan cepat dia keluar dari butik tersebut lalu pergi dari sana. Dia lupa bahwa dia bahkan meninggalkan kekasihnya disana yang sedang terluka hatinya.


***


Meeting yang menghadirkan beberapa pemilik saham yang kini semakin berkembang, baru selesai saat jam makan siang tiba. Ayana yang sedang di jalan menuju rumahnya, terpaksa harus memutar balik arah tujuannya setelah mendapat telephone dari sang Ibu yang sedang mendapat undangan makan siang oleh mertuanya di restoran hotel milik mertuanya.


Sesampainya disana, Ayana terkejut melihat sosok yang tidak asing baginya. Saat dia mendekat, ternyata benar. Di tengah tengah keluarganya duduklah seorang Emil yang dulu sempat menjadi pemicu dalam rumah tangganya.


"Sedang apa lagi dia..? Kenapa dia berada disinu setelah sekian lama.." Monolog Ayana menatap ke arah meja dimana Emil dan keluarganya berada disana.


"Eh anak mama kok disini juga sayang..?" Sapa Ayana yang terkejut melihat sang putra duduk di kursi khusus bayi.


Pangeran Abqary adalah nama putra mereka. Pangeran tersenyum ceria melihat sang Ibu menghampirinya. Melihat itu, Emil merasakan kecemburuan yang mendalam. Sebab merasa hidup Ayana sungguh sangat sempurna dan mendapat limpahan cinta kasih dari keluarga mantan kekasihnya.



BERSAMBUNG..


TERIMA KASIH BUAT TEMAN TEMAN YANG SUDAH MAMPIR KESINI.. 🙏🙏💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2