
"Mas.. Hentikan mas ih.." Kesal Ayana
"Suruh siapa mendiami aku.. Aku kan udah pernah bilang, kalau ada masalah di omongin jangan cuma di pendam dalam hati.. Lama lama bisa jadi penyakit tau.." Tutur Rayan menatap istrinya yang terlihat kesal
Ayana mendelikkan matanya dan kembali tidur. Namun Rayan yang belum puas mengerjai istrinya masih terus mengecup pipinya berulang kali. Ayana yang benar benar merasa kesal, mendorong Rayan untuk menjauh. Ayana bangun dan menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa. Di tatapnya wajah sang suami
"Mas mau tau kenapa aku bersikap seperti ini..?" Tanyanya dengan datar
Rayan meraih tangan Ayana dalam genggamannya. Dia mengangguk pelan menatap wajah sang istri dengan lembut. Ayana menarik nafas dan menghembuskan pelan
"Siapa perempuan itu..?" Tanya Ayana langsung pada intinya. Karena Ayana memang seperti itu, tidak suka berbelit belit
Rayan terkejut mendengar pertanyaan sang istri. Rayan yang takut istrinya akan marah dan menjauhinya, semakin mengeratkan genggamannya. Ayana bisa merasakan kegugupan sang suami lewat genggamannya. Di tatapnya tangan sang suami yang menggenggam jemarinya itu
"Namanya Emil.. Dia teman ku sejak aku masih kuliah dulu.. Dia, sakit parah sayang.. Suami dan keluarganya gak ada yang dampingi dia disini.. Dia sendirian disini.." Jawab Rayan menatap mata istrinya lembut, berharap istrinya bisa mengerti
Ayana diam tak bergeming. Di lepasnya tangannya dari genggaman Rayan, membuat Rayan menaikan alisnya menatap mata sang istri. Rasa takut mulai menyerangnya.
Ayana bangkit dari sofa dan menuju lemari pakaian kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Rayan terus memperhatikan setiap gerak gerik sang istri. Sesaat kemudian Ayana keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang berbeda
"Bawa aku menemuinya.." Ucap Ayana mengejutkan Rayan
"Buat apa sayang..?" Tanya Rayan menghampiri sang istri
Ayana hanya diam menatap wajah Rayan tanpa mau menjawab. Rayan meraih tubuh Ayana dalam dekapannya
"Jika aku salah dan sudah menyakitimu, aku minta maaf.. Aku juga baru ketemu dia saat kemarin kamu masuk rumah sakit ini.." Ucap Rayan mengecup pipi Ayana dari samping
Ayana melepas pelukan sang suami dan menatap matanya intens
"Bawa aku menemuinya.." Ucapnya mengulangi
Rayan tersenyum simpul dan akhirnya mengangguk pelan. Mau tidak mau dia harus menuruti ingin istrinya. Dia berusaha meyakini dirinya bahwa Ayana tidak mungkin membuat masalah. Karena selama dia mengenal Ayana, Ayana adalah wanita yang lembut
Rayan meraih jemari kiri Ayana dan membawanya keluar kamar rawat Yuki menuju kamar rawat Emil. Rayan terus berdoa dalam hati, semoga tidak ada kesalah pahaman di antara keduanya
Tok.. Tok.. Tokk..
__ADS_1
Cekklekk..
Suara pintu terbuka. Nampak seorang suster dari balik pintu mempersilahkan mereka masuk. Suster tahu bawah Rayan adalah dokter di rumah sakit itu, dan kenal dengan pasien.. Tanpa meminta izin pun pada pasien, suster membiarkan Rayan dan sang istri masuk meski waktu berkunjung pun sudah selesai.
Nampak Emil duduk di sofa sedang menyelesaikan cemilannya dan segelas susu di tangannya. Emil terpaku melihat Rayan bersama seorang wanita cantik berkunjung di kamar rawatnya. Matanya melirik tangan Rayan yang sedang menggenggam jemari Ayana
"Emil.." Panggil Rayan melihat Emil yang sejak tadi hanya diam mentap mereka
Emil meletakkan gelas dalam genggamannya di atas meja dan kembali menatap keduanya
"Silakan duduk.." Ucapnya kemudian
Rayan menuntun Ayana duduk di sofa tepat di depan Emil. Sedangkan dia duduk tepat di samping Ayana.
"Mil, kenalkan.. Ini Ayana, istriku.. Sayang, ini Emil.." Ucap Rayan pada kedua wanita di masa lalu dan masa kininya
"Sayang..? Manis sekali panggailannya.." Gumam Emil dalam hati
Emil menatap keduanya dengan diam. Sedangkan Ayana masih terus memperhatikan kondisi tubuh Emil
Ayana menoleh menatap Rayan. Ayana tersenyum kecil dan kemudian kembali menatap wajah Emil. Ayana bangkit dari tempat duduknya dan berpindah ke samping Emil. Emil sedikit menoleh ke arah Ayana dengan diam
"Rayan sudah menceritakan apa hubungan kalian.. Dia juga sudah cerita kenapa kamu di rawat disini.. Maaf bukannya dia lancang, dia hanya ingin menjalin hubungan yang baik.." Tutur Ayana lembut
"Saya sebagai istrinya juga berhak tau bukan dengan siapa suami saya berteman..? Ujarnya lagi
Rayan terkejut mendengar penuturan istrinya. Sedangkan Emil sendiri, hanya diam tak bergeming
Ayana meraih tangan Emil dan menggenggamnya. Emil menatap tangannya yang berada dalam genggaman Ayana dengan datar
"Kamar kita ternyata hanya bersebelahan.. Kalau ada apa apa, kamu bisa minta suster jaga untuk panggilkan kami.. Jika Rayan bertugas, ada saya dan Ibu, kami bisa gantian kesini.. Atau jika kamu mau berkunjung, dengan senang hati kami menerima mu.." Ucap Ayana menatapnya ibah
Sejujurnya saat melihat Emil dari dekat seperti saat sekarang ini, hati Ayana di landa rasa cemburu. Wanita cantik dan bentuk tubuh yang sempurna, sungguh dambaan semua wanita. Dia cemburu pada Emil yang dekat dengan suaminya itu. Namun mengetahui wanita di depannya ini sedang sakit dan hanya seorang diri, dia mengedepan kan rasa emptinya sebagai sesama perempuan
__ADS_1
Diam diam Rayan memuji istrinya dalam hati. Semakin bertambah lagi rasa cintanya pada Ayana. Ayana yang sejak awal dia kenal begitu lembut dan dewasa dalam bersikap, ternyata lebih dari itu. Rayan bersyukur, Allah memberinya jodoh seperti Ayana
Emil menunduk menatap tangannya yang masih dalam genggaman Ayana. Dia tidak mengerti kenapa pasangan suami istri itu begitu peduli padanya. Lelaki di masa lalunya, yang pernah di cintainya, muncul bersama seorang istri di depannya dengan semua kepeduliannya.
"Pantas saja Rayan begitu mencintaimu.. Tak hanya cantik, kamu juga baik.." Gumam Emil dalam hati, menatap wajah Ayana
Emil tersenyum mengangguk pelan. Ayana tersenyum mengusap lengan Emil lembut
"Baiklah kami balik dulu ya..? Ingat, kalau ada apa apa, atau butuh apa, minta perawat jaga untuk menghubungi kami.. Atau kita tukeran nomor handphone aja..?" Tutur Ayana menatap Emil yang terlihat melamun
"Mmm, iya boleh.." Jawabnya gagap saat lamunannya buyar
Ayana tersenyum mengelus lengan Emil
"Jangan banyak melamun.. Gak baik.. Ya gak mas..?" Ucap Ayana menoleh ke arah sang suami
"Gak tau sayang.. Sejak kemarin dia melamun terus.. Kebanyakan diam.." Tutur Rayan menyandarkan punggungnya ke sofa
Emil hanya tersenyum kecil menatap keduanya secara bergantian
"Iya sudah kami balik dulu ya.. Kamu istrahat, biar besok badannya terasa bugar.. Assakamualaikum.." Pamit Ayana sambil beranjak dari duduknya di susul Rayan kemudian
Di kamar Yuki, Yuki terjaga dari tidurnya dan merengek mencari Ayana. Bu Lela yang tidak tahu kemana Ayana hanya berusaha menenangkan Yuki dalam gendongannya
Sementara Ayana dan Rayan yang baru saja keluar dari kamar rawat Emil, masih betah berada di depan kamar itu
"Sayang.. Kamu gak cemburu lagi kan..? Kamu liat sendiri kan gimana Emil..? Dia sendirian menghadapi penyakitnya tanpa orang orang yang di cintainya.. Aku hanya sebatas menghiburnya, gak lebih.." Ucap Rayan merangkul pundak sang istri
Ayana melepas rangkulan Rayan dan beranjak menuju kamar rawat Yuki, membuat Rayan bingung ada apa dengan istrinya itu..
**BERSAMBUNG..
TERIMA KASIH KAWAN KAWAN SUDAH MAMPIR KESINI DAN TERIMA KASIH JUGA ATAS BENTUK DUKUNGANNYA.. 😇🙏🙏💞💞
NOVEL BARU, JANGAN LUPA UNTUK MAMOIR JUGA DISANA.. SEMOGA SUKA DENGAN ALURNYA.. 😇😇💞💞💞**
__ADS_1