PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA

PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA
KEGUNDAHAN HATI


__ADS_3

Dan kini giliran wanita itu yang mengerutkan keningnya heran.


"Siapa yang menjemputnya..? Wanita atau pria..? Dan kemana mereka pergi..?" Desak Arman mulai emosi.


"Maaf, saya tidak tau persis apa hubungan keduanya.. Tapi yang menjemputnya itu seorang laki laki mungkin seumuran dengan anda.. Dan saya gak tau kemana mereka pergi.. Maaf, kalau tidak ada lagi urusan lain, saya mau istrahat.." Tutur wanita itu panjang lebar.


Arman langsung bergegas pergi meninggalkan apartemen itu dengan perasaan yang penuh dengan amarah. Harapannya untuk bertemu dengan sang anak rupanya tidak akan terwujud. Rika sepertinya akna sulit di temui keberadaannya saat ini.


"Ya Allah.. Kenapa disaat saya mau berubah, rasanya begitu berat langkah yang saya harus saya tempu.. Rika, kemana kamu membawa anak kita.." Lirih Arman di tengah perjalanan menuju kediamannya.


***


Tristan menuntun Susi duduk di sofa yang berada di sudut ruangan. Dengan perasaan deg degan, Susi menatap cemas wajah Tristan. Tristan tahu apa yang di rasakan oleh Susi. Sebab hal yang sama pun kini tengah dia rasakan juga.


Tristan duduk bersimpuh di depan Susi dengan kedua tangan saling bergenggaman.


"Boleh aku panggil kamu sayang..?" Pertanyaan Tristan membuat jantung Susi semakin terpacu

__ADS_1


Tristan tersenyum telah berhasil mengerjai Susi.


"Istrahatlah.. Ini udah mulai larut.. Aku balik pulang dulu.. Makanannya jangan lupa di makan.." Ucap Tristan mengelus punggung tangan Susi dengan lembut.


Susi hanya bisa mengangguk. Jujur saja Susi masih merasa malu dengan keintiman mereka barusan. Terlebih melihat Tristan yang biasa saja seperti tidak terjadi sesuatu apapun di antara mereka.


Tristan kembali mencium singkat bibir Susi membuat Susi terkejut dan langsung menunduk. Melihat itu, Tristan sedikit mengerjainya dulu sebelum pulang. Dengan manjanya Tristan meletakkan dagunya di atas paha Susi dan menatap ke arah wajahnya.


"Kok aku males pulang ya..? Apa aku menginap aja disini..?" Dalam hati Tristan tertawa mengerjai Susi.


Susi terlonjak kaget dan refleks berdiri sehingga Tristan kepental kebelakang.


Saat Susi menunduk niat membantu Tristan untuk berdiri, dengan gerakan cepat Tristan mencium tepat di bibirnya.


"Ih dasar.. Mesum banget sih.. Iya udah sana pulang.. Aku mau istrahat.." Pekik Susi


"Dari tadi ciuman gak marah.. Giliran cuma sebentar marah.." Ucap Tristan tersenyum membuat Susi merona.

__ADS_1


"Iya udah.. Aku pulang dulu ya..? Jangan rindu.. Assalamualaikum.." Tutur Tristan tersenyum lebar sambil beranjak dari sana menuju mobilnya dan pergi meninggalkan kontrakan Susi.


Setelah kepergian Tristan, Susi tersenyum membayangkan kejadian dimana Tristan mencumbunya dengan mesra dan lembut. Hatinya penuh dengan bunga bunga, hanya saja dia masih jaim di depan Tristan.


***


Pandangan Ayana jauh ke awang awang. Rayan melirik sekilas ke arahnya dengan perasaan waswas. Sejak orang mertuanya membahas Emil yang melamar kerja di hotel milik mertuanya, dirinya hanya diam.


Bukan khawatir sang suami akan kembali tergoda pada mantanya itu, tapi lebih kepada ancaman Emil kepadanya pada waktu itu. Dimana Emil akan membuat Rayan tak berkutik karena dirinya saat ini sedang menanam saham di hotel milik mertuanya.


Sesampainya di rumah, Ayana langsung turun dan bergegas naik ke lantai dua menuju kamarnya. Belum juga sampai di ranjang, langkahnya terhenti ketika Rayan tiba tiba memeluknya dari belakang.


"Ada apa sayang..? Sejak tadi di rumah mama, kamu murung terus.. Kalau ada yang kurang berkenan di hati kamu, cerita sama aku.. Aku akan mendengarkan semua dan mempertimbangkannya.." Tutur Rayan lembut.


"Iya mas, nanti ya..? Saat ini aku cuma mau istrahat, badan aku rasanya capek banget mas.." Jawab Ayana lembut, berusaha menyembunyikan keresahan dalam hatinya.


**BERSAMBUNG..

__ADS_1


TERIMA KASIH BUAT TEMAN TEMAN SEMUA ATAS KUNJUNGANNYA DISINI.. 🙏🙏💞💞💞


TERIMA KASIH JUGA ATAS SEGALAH BENTUK DUKUNGANNYA.. 🙏🙏💞💞💞💞😘**


__ADS_2