
"Eh anak mama kok disini juga sayang..?" Sapa Ayana yang terkejut melihat sang putra duduk di kursi khusus bayi.
Pangeran Abqary adalah nama putra mereka. Pangeran tersenyum ceria melihat sang Ibu menghampirinya. Melihat itu, Emil merasakan kecemburuan yang mendalam. Sebab merasa hidup Ayana sungguh sangat sempurna dan mendapat limpahan cinta kasih dari keluarga mantan kekasihnya.
"Mama yang bawa nak.. Mama sama papa kan pengen quality time juga sama pangeran.." Tutur dokter Retno tersenyum menanggapi Ayana.
Ayana tersenyum ke arah Ibu mertuanya.
"Iya mama.. Maaf kalau kami belum sempat maen ke rumah mama sama papa.." Ucap Ayana tulus.
"Iya sayang gak apa apa.. Kami maklumin.." Ujar dokter Retno tak kalah tulus.
Interaksi keluarga yang kini berada di depan mata Emil sunggu sangat membuatnya menyesal telah meninggalkan Rayan. Entah apa yang membuat Emil meninggalkan Rayan pada waktu itu, hanya dia dan Tuhan nya yang tahu. Sebab sebelum Emil menghilang, dan hanya meninggalkan pesan singkat untuk Rayan, hubungan mereka tidak pernah ada masalah apapun.
Itulah sebabnya, keluarga Rayan tidak pernah membenci Emil. Mereka tetap welcome ketika Emil meminta bantuan kala itu.
"Mmm aku ke toilet sebentar ya ma, pah, bu.." Ucap Ayana sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Jangan lama lama ya..? Sebentar lagi makanan datang.." Ucap dokter Retno mengingatkan.
__ADS_1
"Iya ma.. " Jawab Ayana bergegas pergi.
Emil diam sejak Ayana muncul. Tak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulutnya. Namun saat Ayana pamit ke toilet, Emil pun meminta ijin juga untuk ke toilet. Rupanya Emil sengaja ingin menyusul Ayana yang telah berjalan ke toilet terlebih dahulu.
"Selamat ya..? Kamu kini sudah menjadi seorang Ibu dari anak Rayan.. Semoga bahagia terus.." Ayana terkejut dengan kehadiran Emil tepat di sampingnya saat Ayana merapikan rambutnya di depan cermin yang tersedia di toilet.
"Emil yang pura pura berkaca pada cermin yang berada di depan mereka, melirik ke arah Ayana tersenyum sinis.
"Iya terima kasih.." Jawab Ayana cuek.
"Sekarang saya akan sering berhubungan dengan keluarga pak Sultan yang tak bisa lagi kamu cegah seperti dulu.." Ucap Emil dengan menekan setiap kata.
Emil merasa bahwa Ayana sengaja membuat Rayan menjauhinya. Bahkan berniat agar Rayan membencinya. Itulah yang ada di benak Emil tentang Ayana.
"Ada banyak sekali godaan di dunia ini yang berpotensi membutakan hati dan pikiran manusia.. Salah satunya adalah perasaan.. Perasaan yang teramat dalam pada seseoeang, bisa membutahkan segalanya.. Bahkan bisa membuat manusia hilang akal dan harga diri karenanya.." Tutur Ayana tersenyum kecil menatap Emil dari pantulan cermin di depan mereka.
Emil terdiam mendengar ucapan Ayana. Ayana bergegas membereskan isi tas yang sempat dia keluarkan tadi untuk merapikan penampilannya dan pergi meninggalkan Emil di dalam ruang toilet.
__ADS_1
***
Di butik, telah beredar gosip tentang Ayana yang tenyata memiliki mantan suami sebelum Rayan. Bahkan entah dari siapa, beredar kabar bahwa Ayana selingkuh dengan dokter Rayan yang kini telah menjadi suaminya.
Susi yang tidak tahu menau kejadian siang itu karena dirinya sedang di tugaskan untuk mengantarkan gaun kepada salah satu pelanggan tetap butik Ratu, merasa geram.
"Kalian tau dari mana gosip itu..? Siapa yang trlah menyebarkan fitnah keji itu..? Ayo katakan..?" Desak Susi pada sekelompok karyawan yang sedang bergosip di salah satu sudut ruangan.
Para karyawan itu pun diam membisu melihat kemarahan Susi. Mereka tahu Susi adalah orang yang paling dekat dengan Ayana.
"Jika kalian tidak tahu seperti apa kebenarannya, jangan menyebar fitnah.. Kalian bisa saya tuntut dengan undang undang tentang pencemaran nama baik.. Paham..?!" Bentak Susi meluapkan kemarahannya.
"Iya mbak paham.." Jawab mereka serentak dengan wajah ketakutan.
Sememtara itu, di kediaman Arman, Arman sedang dilanda frustasi. Acara penting yang di gelar bersama beberapa kolega di salah satu hotel, tinggal beberapa jam lagi. Namun Sari mendadak membatalkan ikut karena masih merasa kesal pada Arman.
Bukannya merayu, Arman justru semakin emosi menghadapi ambekan dari Sari, kekasih barunya yang juga seorang sekretaris pribadinya di kantor. Sehingga Sari menonaktifkan ponselnya.
**BERSAMBUNG..
__ADS_1
HAI TEMAN TEMAN.. MOHON DUKUNGANNYA YA BUAT AUTHOR AGAR TERUS BISA BERSEMANGAT MELANJUTKAN KISAH DARI NOVEL INI DENGAN BAIK PULA.. DAN ALURNYA BISA DI SUKAI OLEH TEMAN TEMAN PRMBACA..
TERIMA KASIH SEBELUMNYA.. 🙏🙏💞💞💞**