PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA

PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA
SELINGKUH 2


__ADS_3

"Maaf sayang.. Aku benaran cuma becanda.. Gak mungkin aku menduakanmu, dapatin kamu aja susahnya minta ampun.." Ucap Rayan dengan mimik muka yang begitu serius.


Ayana melirik sang suami dengan perasaan yang sulit di artikan.


"Apakah kata maaf selalu akan jadi senjata untuk menghapus kesalahan..?" Ucap Ayana memandang wajah Rayan lekat.


Rayan mengerutkan keningnya tidak mengerti.


"Dulu ketika mas Arman setiap kali mengatakan dengan jelas dan sadar tentang sesuatu yang menyakiti perasaanku, pasti akan ada pula ucapan kata maaf agar melupakan kesalahannya.. Besoknya akan seperti itu lagi.."


"Mas tau apa yang mas sampaikan barusan adalah kalimat yang sering aku dengar dari mas Arman.. Awalnya becanda dan mengucapkan maaf, dan aku percaya itu.. Tapi ternyata dia benar melakukan perselingkuhan, setelahnya maaf yang terucap.."


"Jika mas sekarang mengatakan ingin selingkuh, silakan mas.. Aku gak akan menangisinya lagi seperti yang ku lakukan dulu.. Meski aku tau, perjuangan hidup seorang janda itu tidak akan mudah.. Tapi itu lebih baik, daripada hidup dengan lelaki yang memiliki dua wanita bahkan lebih.." Ayana lantas beranjak dari duduknya dan keluar dari kamarnya dan sang suami.


Rayan mengusap kasar wajahnya. Dia menyesali ucapannya yang memang hanya niat becanda. Awalnya Rayan berniat meminta izin istrinya untuk menggaulinya. Namun di tengah pemanasan, Rayan justru salah mengucapkan candahan yang justru berakhir dengan perselisihan.


***


Kini hidup Arman semakin hampa sejak Ayana menikah dengan Rayan, di tambah istri keduanya pergi meninggalkannya. Dan kini setelah dia menjalin hubungan dengan wanita lain, yaitu dengan sekretarisnya, hidupnya bukannya menemukan ketenangan malah membuatnya semakin kacau.

__ADS_1


Hampir setiap malam ketika dirinya hanya sendirian, bayangan wajah dan canda tawa Ayana dan anaknya Yuki terlintas jelas begitu saja di benaknya. Penyesalannya kini semakin bertambah ketika kedua wanita yang dia nikahi tak satupun bisa bertahan.


Tak jarang karyawan di kantornya mendapati wajahnya yang murung. Bahkan tak pernah lagi terlihat cerah seperti sebelumnya.


"Astaga.. Ini sudah kesekian kalinya gak bisa tidur sampai pagi gini.." Gumam Arman melirik jam weker di atas nakas


***


Rayan keluar dari kamar menyusul sang istri. Namun setelah berada di ruang lantai utama, Rayan bingung mencari istrinya dimana setelah semua ruangan sudah dia periksa. Rayan menatap lantai dua dan langsung berlari menaiki anak tangga menuju kamar pangeran. Lagi lagi Rayan frustasi melihat disana hanya ada pengasuh dan Pangeran putranya.


"Kamu dimana sih sayang.. Gak mungkin kamu keluar di pagi buta begini.." Rayan menyugar rambutnya dan sedikit menjambaknya karena frustasi.


"Ah CCTV.." Rayan berlari menuju ruangan kerjanya untuk mengecek keberadaan Ayana lewat pantauan CCTV.


Dengan tergesa gesa Rayan membuka laptopnya dan mengecek semua sudut yang tersorot oleh kamera CCTV. Matanya melebar saat melihat Ayana berjalan ke arah belakang di salah satu layar.


"Astagfirullah sayang.." Rayan bergegas krluar dan berlari cepat menuruni anak tanggga menuju arah belakang sesuai yang nampak di layar CCTV.


***

__ADS_1


Seperti pagi ini. Saat salah satu partner kerjanya mengunjunginya untuk melakukan rancangan bisnis baru bersama, Arman tidak menyadari kedatangannya padahal sejak tadi rekan bisnisnya itu duduk di kursi depan meja kerjanya.


"Astaga.. Maaf maaf.." Arman mengusap wajahnya dengan gelagapan.


"Lagi banyak pikiran ya..?" Tanya rekannya itu dengan senyum menatapnya


"Gimana, siang ini jadi cek lokasinya..?" Tanya Arman mengalihkan pembahasan.


"Mmm jadi.. Berangkat sekarang aja.. 3 jam lagi saya ada meeting di kantor saya.." Jawab rekannya menunggu Arman bergegas bersama.


"Iyasudah ayo.." Arman beranjak dari duduknya dan langsung berjalan keluar.


Rekan bisnisnya hanya berdiri di tempatnya menatap punggung Arman dengan penuh keheranan. Sebab Arman keluar begitu saja tanpa membawa kunci mobil dan handphone di atas meja kerjanya beserta berkas yang mereka butuhkan di lokasi proyek baru mereka nanti.


Arman benar benar tidak bisa fokus sehingga dirinya sudah seperti orang linglung. Membuat rekannya benar benar keheranan melihatnya.


**BERSAMBUNG..


HAI TEMAN TEMAN..

__ADS_1


TERIMA KASIH YA MASIH SETIA DISINI, MENGUNJUNGI NOVEL SAYA INI.. 🙏🙏😘😘


TERIMA KASIH JUGA SUDAH MEMBERIKAN DUKUNGANNYA.. 🙏🙏💞💞💞**


__ADS_2