
"Kenapa istriku suka menciumku dengan tiba tiba gini..? Mau ngerayu..?" Goda Rayan dengan pura pura heran.
Ayana yang tadinya tersenyum saat mencium sang suami, berubah menjadi datar dan berdecak.
"Mau kemana..?" Tanya Rayan saat Ayana beranjak dari tempat mereka duduk.
"Mau masak mas.." Jawab Ayana berlalu pergi
Rayan tersenyum menatap punggung sang istri yang hilang dari balik pintu kamar. Dengan perasaan lega, Rayan beralih duduk di kursi yang tersedia di balkon kamar mereka.
Tak lama handphone Ayana yang ketinggalan di kamar berdering tanda panggilan masuk. Dengan segera Rayan meraih handphone sang istri. Emosinya kembali muncul ketika melihat siapa yang sedang menelephone sang istri.
Tak lama kemudian Rayan kembali ke balkon. Terdengar suara pintu kamar terbuka. Ayana yang masuk membawa secangkir teh hangat, nampak tersenyum menatap sang suami.
"Ni, ada yang menghubungimu.." Ucap Rayan menyodorkan ponsel
"Siapa mas.,?" Tanya Ayana bingung
Rayan tidak menjawab. Dia hanya menyodorkan ponsel tanpa menatap pada sang istri. Beruntung Ayana peka dengan kondisi yang ada, diapun memilih cuek dengan ponselnya.
"Angkat aja mas.. Kalau nanyain, terserah mas mau jawab apa.." Ucap Ayana tersenyum sembari keluar dari kamar meninggalkan Rayan di balkon kamar.
Rayan menatap punggung Ayana hingga hilang dari pandangannya.
"Aku tahu kamu bersikap seperti itu karena menghargaiku.. Terima kasih sayang.." Batin Rayan
Sementara itu, tempat lain, lebih tepatnya di kediaman bu Mida, bu Mida sedang membahas masalah yang sedang di hadapi keluarganya bersama dengan suaminya, pak Rizal.
Bu Mida sampai meninggikan suaranya karena merasa tidak sepaham dengan sang suami.
"Sudahlah ma.. Jangan di turut kemauan Arman.. Biar kita fokus untuk pengobatannya saja tanpa harus melibatkan Ayana.." Cegah pak Rizal ketika bu Mida meminta bantuannya untuk memenuhi keinginan Arman.
"Tapi pa, biar bagaimanapun kehadiran masalalunya juga akan sangat mempengaruh. Apa papa gak kasihan lihat Arman seperti gak ada semangat hidup seperti itu..?" Protes bu Mida
"Tapi Ayana sudah punya kehidupan sendiri ma.. Dia sudah punya keluarga.. Gak mungkin dia mau, dan belum tentu suaminya mengizinkan.." Ucap pak Rizal menasehati
Bu Mida kesal. Cemberut dan frustasi menghadapi realita yang sedang mereka hadapi.
"Pa.. Tolong pa, pikirkan gimana caranya.." Frustasi bu Mida
"Kita minta tolong sama dokter Haris saja.. Biar beliau yang menjelaskan semuanya pada Arman.. Dengan begitu dia akan percaya.." Saran pak Rizal dengan santai.
"Maksud papa kita akan mengatakan yang sebenarnya tentang hubungannya dengan Ayana sudah berakhir begitu..? Dan Yuki yang sudah.." Bu Mida sampai tercegat suaranya tak percaya dengan saran sang suami.
"Ya gimana lagi ma.. Gak mungkin juga kita akan terus terusan menutupi kenyataan yang sebenarnya pada Arman.. Mau sampai kapan gitu.."
__ADS_1
"Semakin kita menutupi, semakin pula mama stres memikirkan cara untuk memenuhi keinginan Arman untuk membawa Ayana kerumahnya.." Ucap pak Rizal tegas.
Merasa suara sang suami yang mulai tegas tanpa mau di bantah lagi, bu Mida akhirnya bergegas menuju kamarnya dengan kesal.
Sementara pak Rizal hanya menghembuskan nafas kasarnya dan menyandarkan kepalanya di sandaran sofa dengan mata terpejam.
***
Di ruang keluarga, di sela sela obrolan ringan setelah makan malam selesai, Ayana dan sang suami juga bu Lela di kejutkan dengan laporan asisten rumah tangga telah kedatangan tamu seorang pria.
Pak satpam yang bertugas di depan pun ikut bersama asisten rumah tangga.
"Sudah di tanyakan siapa namanya..?" Tanya Rayan menatap keduanya.
"Sudah den, tapi katanya panggilkan saja non Ayananya den gitu.." Jawab mbok Ina sang asisten rumah terlihat khawatir.
Rayan maupun Ayana saling tatap satu sama lain.
"Mas.." Ayana terlihat khawatir
Rayan hanya menole sebentar ke arah Ayana lalu keluar bersama pak Aryo, satpam rumahnya bermaksud menuju pintu gerbang dimana tamu tersebut berada.
Namun sedetik kemudian Rayan masuk kembali mengambil kemejanya dan juga kunci mobil. Ayana dan juga bu Lela mengerutkan kening bingung.
"Mas.." Cegat Ayana ketika Rayan melewati mereka.
"Setelah aku menemui tamunya, aku keluar sebentar ada urusan.. " Ucap Rayan tersenyum agar Ayana maupun mertunya tidak khawatir.
"Iya bu.. Aku keluar dulu.. Assalamualaikum.." Ucap Rayan berlalu pergi.
Di depan gerbang kediaman Rayan, trrlihat seseorang sedang berdiri membelakangi pintu gerbang meski pagar sudah mulai di buka oleh pak satpam.
Rayan yang sudah tiba di pintu gerbang pun berdiri dan memperhatikan sosok yang tengah berada di depannya itu.
"Ekheemmm.. Maaf, ada yang bisa saya bantu..?" Rayan berdehem untuk mengalihkan perhatian sang tamu.
Namun saat sang tamu berbalik, Rayan terkejut melihat tamu itu yang ternyata adalah Arman. Mantan suami dari Ayana.
"Apa dia sudah ingat semuanya..?" Batin Rayan
Arman melangkah masuk ke halaman hingga beberapa langkah. Kini jarak antara Arman dan Rayan tinggal beberapa meter saja.
Arman menatap Rayan hingga mengamati rumah dan sekitarnya dengan senyum miring.
"Rupanya disini istriku bersembunyi.." Ucap Arman dengan nada mengejek.
__ADS_1
Mendengar ucapan Arman, Rayan baru tersadar bahwa Arman sedang kehilangan ingatan akibat kecelakaan. Rayanpun menurunkan emosi yang sempat menguasai hatinya.
"Kenapa anda harus berselingkuh dengan istri saya pak dokter yang terhormat.. Apa anda tidak bisa mendapatkan wanita lain sehingga harus dengan istri orang..?" Ucap Arman menatap Rayan.
"Dari mana anda tahu rumah saya..?" Rayan tidak berniat meladeni ucapan Arman sebab dia tahu Arman hanya ingat akan masa lalunya.
"Darimana saya dapat itu tidak penting pak dokter.. Saya kesini mau menjemput istri saya.. Tolong panggilkan dia keluar.. Jangan sampai kelakuan kalian saya perkarakan.." Ancam Arman.
Rayan bingung harus menjawab apa. Sebab baginya percuma dia menjelaskan karena mengingat akan kondisi ingatan Arman.
Hingga akhirnya dia memilih untuk menghubungi bu Mida yang sebelumnya nomor ponselnya dia ambil dari ponsel milik Ayana siang tadi.
"Biar saya bertemu dengan orang tua anda dulu sebelum saya panggil Ayana keluar untuk anda.." Ucap Rayan setelah menutup panggilan telephonnya dengan bu Mida.
Arman mengerutkan keningnya.
"Jadi mama juga tahu soal mereka..?" Batin Arman dengan amarahnya.
"Ternyata anda memberiku begitu banyak kejutan Ayana.." Arman terus bergelut dengan batinnya
"Maaf, saya tidak dapat mempersilahkan anda masuk sebelum orang tua anda datang.." Rayan terpaksa, sebab dia tidak mau mengambil resiko.
"Oh tidak masalah pak dokter.. Saya akan tunggu kejutan apa yang akan anda pertunjukan dengan saya.."
"Tapi ingat, batas kesabaran saya saat ini sedang menuju keluar dari garisnya.." Ucap Arman mengeraskan rahangnya.
Rayan menatap Arman dengan diam. Saat ini yang bisa dia lakukan hanyalah diam dan tak terpancing. Sebab kondisi Arman saat ini bukanlah kondisi dia yang dahulu sebelum kecelakaan menimpahnya.
"Saya tanya sekali lagi pak dokter.. Apa anda tidak dapat menemukan gadis lain sehingga harus merebut istri saya..?" Sudah berapa lama kalian berhubungan di belakang saya..?" Tanya Arman penuh amarah.
Arman merasa harga dirinya saat ini sedang di nodai.
"Saya akan menjawab setelah orang tua anda tiba disini.." Jawab Rayan sedikit terpancing.
Sementara di dalam rumah, Ayana dan bu Lela begitu penasaran siapa tamu yang datang mencari Ayana. Belum lagi sang suami yang tiba tiba pamit keluar yang entah untuk apa.
Rasa penasaran yang begitu memuncak, Ayana pun akhirnya menyerahkan Pangeran yang sedang berada di dalam gendongannya pada sang ibu dan izin untuk melihat situasi di depan rumahnya.
Andai dia tahu siapa yang datang, pasti Ayana akan memilih tetap berada di dalam rumah. Begitupun dengan Rayan. Jika dia tahu Ayana akan keluar, tentu dia akan mencegahnya agar Arman tidak mengamuk dan membuat keributan hingga bisa melukainya disana.
Namun sayang, Rayan maupun Ayana tidak mengetahui itu. Di luar Rayan berusaha bersikap sabar menghadapi Arman agar Arman tetap tenang dan tidak membuat keributan.
"Mas..?"
**BERSAMBUNG..
__ADS_1
TERIMA KASIH YA TEMAN TEMAN YANG SUDAH MAMPIR KESINI.. 🙏🙏😇
TERIMA KASIH JUGA BUAT DUKUNGANNYA.. SEMOGA ALURNYA DI SUKAI OLEH TEMAN TEMAN SEKALIAN.. 🙏🙏💞💞💞**