
"Om doktel, ini luma siapa..?" Tanya Yuki ketika mobil yang di kendarai mereka perlahan mulai memasuki halaman rumah baru mereka
Sedangkan Ayana hanya diam memperhatikan halaman dan bangunan rumah berlantai dua yang cukup megah itu. Sementara itu, sang Ibu merasa kurang pantas harus tinggal di rumah menantunya itu. Terlebih dulu waktu pernikahan Ayana yang pertama, sang ibu hanya berkunjung tanpa menginap apalagi tinggal bersama mereka
"Alhamdulillah kita sudah sampai.." Ucap Rayan setelah mobil berhenti tepat di garasi mobil
"Yuki, Yuki tau gak ini kita dimana..?" Tanya Rayan menoleh ke kursi penumpang dimana Yuki dan bu Lela duduk
Yuki menggeleng menatap Rayan
"Ini rumah baru kita sayang.. Hadia untuk mama dan Yuki.. Yuki suka gak sayang..?" Rayan tersenyum menatap Yuki yang terlihat happy
Yuki langsung turun dari mobil dan berlari menuju teras rumah, di susul bu Lela di belakangnya yang terlihat khawatir Yuki terjatuh
Ayana menoleh ke arah suaminya. Saat Rayan membuka pintu mobil dan hendak turun, Ayana menahannya dengan mencekal lengan Rayan. Rayan yang terkejut menolehkan pandangannya menatap Ayana
"Mas, mas kenapa gak pernah cerita soal membeli rumah..?" Tanya Ayana pelan
"Kita turun aja dulu ya..? Nanti aja ceritanya.." Jawab Rayan mengelus punggung tangan Ayana yang mencekal lengannya
Ayana diam tak bergeming membuat Rayan gemas melayangkan ciuman tepat di bibirnya. Ayana tersentak kaget dan bergegas turun dari mobil menghindari Rayan
"Kenapa sayang..? " Tanya Rayan cekikikan
Ayana mendelik cemberut membuat Rayan tertawa melihat tingkah istrinya yang terlihat lucu di matanya
***
"Gimana bu..? Ibu suka kamarnya..? Aku sengaja pilih kamar di lantai utama biar Ibu gak capek naik turun tangga.. Kalau Yuki, kamarnya biar di lantai atas saja samping kamar kami bu biar lebih gampang ngawasinnya.. Jadi Ibu bisa istrahat kalau malam.." Tutur Rayan saat melihat mertuanya keluar dari kamarnya
"Nak Rayan.. Kamarnya terlalu luas nak.. Sedangkan Ibu hanya sendirian.. Apa gak ada kamar lain aja buat Ibu yang ruangannya kecil.." Ucap bu Lela menawar
"Bu, apa Ibu mau nikah lagi aja ya biar kamarnya bisa di huni berdua..?" Tutur Rayan menjahili mertuanya
Bu Lela tergelak mendengar ucapan menantunya. Keduanya cekikian menahan tawa, membuat perhatian Ayana yang kebetulan melintas di tempat mereka berada, menghampiri keduanya
"Mas, Ibu..? Ada apa ketawa ketawa..?" Ayana mengerutkan alisnya menatap keduanya secara bergantin
Rayan menaruh jari telunjuknya di depan bibir mengisyaratkan pada mertuanya untuk diam. Namun bukannya diam, bu Lela justru semakin tergelak membuat Ayana semakin bingung melihat tingkah keduanya
"Sayang.. Udah periksa kamarnya..? Kamar Yuki gimana..? Suka gak dia..?" Rayan sengaja mengalihkan dan menuntun Ayana menuju lantai atas lebih tepatnya ke kamar mereka
__ADS_1
Setelah barang masing masing dari mereka semunya sudah di tata rapi di tempat masing masing, perut pun terasa keroncongan.
"Sayang.. Hari ini asistennya belum masuk.. Masuknya baru mulai besok.. Apa kita pesan makanan aja ya buat makan siang..? Rayan yang kelaperan datang menghampiri Ayana di kamarnya
"Asisten..?" Ayana yang sedang merapikan bantal menoleh ke arah suaminya
"Iya, asisten.. Kita pakai asisten rumah tangga untuk bantu meringankan pekerjaan dapur.." Jelas Rayan
"Tapi mas, aku sama Ibu kan sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah, gak usah pake asisten mas.." Tolak Ayana
"Gak sayang.. Kamu fokus sama Yuki, dan Ibu biarkan dia menikmati masa tuanya dengan banyak istrahat.. Ibu kan asam urat sayang.." Ujar Rayan menyela ucapan istrinya
Ayana terlihat kurang setuju, tapi apa yang di katakan suaminya itu ada benarnya juga. Semua demi kebaikannya dan Ibunya juga
"Mas, apa ada bahan dapur..? Biar aku masakin makan siang, jadi gak usah pesen makanan.." Tanya Ayana
Rayan mengangguk. Karena kemarin dokter Retno ikut serta mengecek rumah baru anaknya apakh sudah siap apa belum, sekalian belanja kebutuhan dapur juga
Di rumah orang tua Ayana, nampak seorang ibu ibu sedang teriak teriak memanggil Ayana. Dia adalah bu Ayu, Ibunya Tristan. Disaat bersamaan, Susi yang datang niat berkunjung, melihat ada kegaduhan di depan rumah Ayana
"Ada apa ya..? Kok ada ribut ribut gini..? "Tanya Susi dengan raut wajah menyelidik
"Ini neng.. Bu Ayu ngamuk ngamuk nyari Ayana.. Kita semua berada disini sudah ngasih tau kalau Ayana sudah tidak tinggal disini lagi, tapi bu Ayu malah menggendor gendor pintu rumahnya.." Jelas bapak tua
"Ayana pindah..? Pindah kemana kek..?"Tanya Susi terkejut
"Kerumah barunya sama suaminya.." Jawab salah satu warga menimpali
"Tuh anak, udah nikahnya gak ngabarin, pindah rumah apalagi.." Gumam Susi pelan menyugar rambutnya kebelakang
"Kek, itu siapa yang ngamuk ngamuk gak jelas..? Tanya Susi melampiaskan kekesalannya
Bu Ayu yang merasa disindir, menoleh menatapa wajah Susi penuh amarah
"Apa urusanmu.. Jangan kurang ajar kamu ya..?" Ucap bu Ayu meluapkan emosinya
"Eh Ibu tuh yang kurang ajar.. Apa masalah Ibu sama Ayana sampe bikin rusuh disini..?" Tanya Susi masih tak mau kalah
"Apa urusanmu..? Jangan ikut campur urusan orang.." Jawab bu Ayu dan beranjak pergi dari tempat itu
__ADS_1
Susi menghembuskan nafas kasar dan ikut beranjak dari tempat itu
Sementara itu, Ayana yang sedang meracik bumbu masakan, di kejutkan dengan suara dering ponsel di sakunya
"Susi..? Astagaa aku lupa ngabarin anak itu.. Ngomel ni pasti.." Gumam Ayana pelan
"Hallo.. Assalamualaikum Susi.. Apa kabar..?" Sapa Ayana basa basi
"Ehh Ana.. Dimana kamu..? cepat sharelock sekarang.." Ucap Susi terdengar sedang kesal di seberang sana
Ayana sedikit menjauhkan ponselnya dari telinga akibat lengkingan suara Susi yang menyakiti gendang telinganya
"Dosa loh gak jawab salam.." Ucap Ayana lembut tanpa terpengaruh
"Waalaikumsalam.. Cepatan, aku lagi di pinggir jalan ini.. Panas tau.. Cepatan.." Desak Susi
"Iya nanti aku kirim.. " Jawab Ayana mematikan panggilannya dan langsung mengirim alamatnya yang di pintah sahabatnya itu
Ayana kemudian melanjutkan acara masaknya
"Udah pas.. Semoga mas Rayan suka.." Gumam Ayana tersenyum
"Aku pasti akan suka.. Dari baunya aja udah enak sayang.. Pasti rasanya luar biasa.." Sambut Rayan yang baru saja masuk menghampiri istrinya
Ayana terkejut
"Mas.. Ngagetin aja.." Cemberut Ayana
"Aku siapkan dulu ya di meja.. Mas tunggu sebentar.." Ucap Ayana lembut
"Iya sayang.." Jawab Rayan singkat sambil mengambil sendok di tangan Ayana dan menyicipi masakan istrinya itu
"Gimana mas..? Ada yang kurang..?" Tanya Ayana menyelidik
"Passss.. Gak nyangka, istriku pintar masak.." Tutur Rayan memuji, membuat Ayana tersenyum lega
Saat Rayan hendak mencium pipi istrinya, suara ketukan pintu dan lengkingan suara seseorang begitu nyaring terdengar di luar sana
"Itu siapa sayang teriak teriak gak sopan.. Bertamu kok begitu..?" Celetuk Rayan kesal
__ADS_1
**BERSAMBUNG..
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN DAN DUKUNGAN DARI TEMAN TEMAN SEKALIAN..🙏🙏💞💞💞**