PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA

PERJUANGAN HIDUP SEORANG JANDA
SIKAP RAYAN


__ADS_3

"Mas yang membuat masalah tapi mas juga yang merasa terdzolimi.. Hhaa lucu sekali mas ini.. " Sarkas Ayana menatap wajah Arman tanpa takut


Buru-buru Ayana menghapus air mata yang jatuh ke pipinya. Semua itu tak luput dari padangan mata Rayan. Ada sedikit nyeri di hatinya melihat mata indah Ayana menangis tanpa suara


Rayan menundukan kepalanya menatap ke lantai. Di pejamkannya kedua matanya. Kenapa harus menyaksikan pertengkaran sepasang suami istri dan itu adalah Ayana. Begitu monolognya


Rasa simpatiknya pada Ayana semakin bertambah. Ayana ternyata wanita yang cukup kuat menghadapi setiap ujiannya. Termasuk ujian mendapat suami yang berkelakuan kurang seperti Arman. Fikirnya


“ Jangan mengalihkan kamu Ayana.. Yang aku pertanyakan saat ini adalah hubungan kamu sama laki-laki ini.. Karna dia, kamu menolak kembali sama aku..” ucap Arman penuh amarah


Ibunya Ayana hanya diam membisu. Dia gak tahu harus bagaimana lagi menjelaskan pada mantan menantunya itu


“ Ya mas pikir dong mas.. Aku memilih kita pisah tuh karena apa..? Itu karena aku gak mau di poligami.." pekik Ayana meluapkan emosinya


"Mas mau aku kembali lagi setelah berpisah, bersedia jadi selirnya kamu gitu.. Mas pikir aku sudi..? keluar dari kandang harimau, masuk kandang singa..” Arman merapatkan giginya menahan amarahnya akan ucapan Ayana



Sorot matanya begitu tajam memandang Ayana. Tak di sangka olehnya seorang Ayana yang lemah lembut dalam bertutur kata bisa seberani ini di depannya


“Selama ini aku masih menghargai kamu sebagai Ayah dari anakku.. Aku masih berusaha bersikap sopan.. Tapi mas sendiri yang terus datang dengan ancaman tidak akan ada buat Yuki jika aku tetap gak bersedia menikah dengan mu lagi..” ucap Ayana pelan


Mata Rayan membelalak menatap wajah Ayana tak percaya dengan pendengarannnya barusan

__ADS_1


“Jadi mereka bukan hanya pisah rumah, tapi resmi bercerai..? jadi Ayana seorang janda..” Monolog Rayan dalam hati tak percaya


Sorot matanya tak lepas dari wajah cantik Ayana.. Serasa ada angin segar yang datang menghampirinya saat ini


“Maaf untuk kali ini, aku gak bisa lagi menahan semuanya mas.. Maaf jika aku bersikap tidak sopan.. Tapi sekali lagi aku tegaskan, aku gak bisa kembali lagi sama mas..” Ayana lega sudah mengeluarkan semua beban yang bertumpuk di pundaknya


Arman menatap sinis Ayana


“Kamu akan menyesal Ayana.. kita liat saja nanti..” Ucap Arman meluapkan emosinya


Ayana tersenyum menanggapi ancaman Arman kepadanya


“Untuk nafka mu pada Yuki, aku gak akan berharap lagi.. Aku akan berusaha sendiri untuk memenuhi semua kebutuhan Yuki.. Aku berharap, suatu saat mas gak akan menyesal sudah menelantarkan anak mas sendiri..” Tegas Ayana kemudian



“Jaga sikap anda tuan.. Saya rasa anda sudah sangat keterlaluan.." Sinis Rayan


"Anda lupa ada ada anak anda yang sedang sakit, dia seorang anak kecil yang butuh orang tuanya.. Seharusnya anda paham itu..” Ucap Rayan menyentil Arman



Rayan yang geram karena Arman semakin menjadi akhirnya terpaksa ikut campur. Dia merasa perlu melindungi wanita di depannya ini karena semua bermula dari kedatangannya di rumah Ayana

__ADS_1


“Tutup mulut anda.. Ini urusan keluarga saya.. anda tidak ada hak untuk ikut campur..” Serang Arman


“Tapi sayangnya, sekarang sudah menjadi urusan saya karena anda sudah melibatkan saya berulang kali.. Jika anda merasa mereka adalah keluarga anda, dimana anda saat mereka butuh..? bahkan anak anda sakit parah anda tidak ada untuknya.” Sarkas Rayan


Ayana menarik nafas mendengar penuturan Rayan. Ayana tak menyangka Rayan bisa ikut campur dalam masalah keluarganya seperti ini


“Saya sebagai laki-laki, merasa malu dengan sikap anda..” lanjutnya lagi



Ayana hanya bisa menunduk menahan malu. Rayan sudah terlanjur tahu kehidupannya dan aib keluarganya.



Hal yang selalu dia tutupi dari siapapun. Bahkan sahabatnya saja hanya sebatas tahu perceraiannya tanpa tahu sebab dan akibatnya seperti yang telah Rayan ketahui saat ini


Sedangkan sang Ibu hanya bisa terus berdiam diri di sudut sofa menyaksikan perdebatan antara mereka


**BERSAMBUNG..


MOHON DUKUNGANNYA TERUS YA GUYS..😇🙏💞


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA..🙏🙏💞**

__ADS_1


__ADS_2