
Perasaan Ibu mana yang tidak hancur mengetahui anak tercintanya kini pergi untuk selama lamanya.
Mika maupun Rayan tahu soal itu. Meski Ayana terlihat tegar dan ikhlas, namun hatinya pasti tidak berbentuk lagi saat ini.
Di depan ruang PICU, dimana Yuki saat ini berada, Ayana menghentikan langkah kakinya dan menatap nanar pintu masuk.
Tidak ada yang tahu seberapa kerasnya Ayana berusaha menguatkan hatinya untuk menemui Yuki, anaknya di masih berada dalam sana.
Rayan dan Mika mengelus lengan Ayana, menyalurkan semangat dan kekuatan, agar Ayana mampu melanjutkan untuk masuk ke dalam.
"Nak.. Yuki anak mama sayang.. Jika ini yang terbaik untuk Yuki, jika dengan ini Yuki tidak merasakan sakit lagi, jika nanti Yuki bisa bahagia di syurganya Allah, mama akan ikhlas sayang..
Allah sayang sama Yuki.. Allah ingin Yuki bahagia lebih dari apa yang Yuki rasakan sewaktu bersama mama, tapi Yuki harus tahu nak, rasa sayang mama juga sama besarnya dengan rasa sayangnya Allah pada Yuki..
Maafkan mama jika selama Yuki bersama mama, mama belum bisa membuat Yuki bahagia seperti anak anak yang lain. Yang bisa liburan, bermain dan bersama sepanjang hari..
Maaf jika mama banyak kekurangan sebagai ibu untuk Yuki.. I love you.. Semoga Allah menempatkan Yuki di alam syurga-Nya, bersama bidadari bidadari disana.. Semoga kita bisa bertemu lagi ya nak disana.."
Ayana menarik nafas pelan dan menghembuskannya. Perlahan kakinya mulai melangkah maju.
Didorongnya dengan pelan pintu masuk. Dengan segenap kekuatan yang tersisa, Ayana terus melangkah maju hingga dia sampai di depan jasad Yuki yang sudah tertutup kain.
Tangis Rayan kembali pecah. Tidak ingin sang istri lebih hancur, Rayan mencoba menahan tangis menahannya dengan menggigit daun bibirnya.
Mika yang menyaksikan suasana di dalam ruangan itu pun tidak dapat menahan air matanya.
__ADS_1
Terlebih melihat Ayana yang berdiri terpaku di depan jasad sang anak.
Ayana meraih kain penutup jasad Yuki dengan tangan gemetar. Hanya ada air mata yang dapat mewakili perasaannya saat ini.
Perlahan kain penutup itu tersingkap hingga menampakkan wajah Yuki yang terlihat pucat pasi.
Air mata Ayana tidak dapat berhenti melihat betapa damainya wajah sang anak. Ayana yakin, Yuki benar benar tenang dan damai kini.
Sehingga kini tinggalah giliran untuknya, bagaimana bisa benar benar ikhlas melepas kepergian sang anak.
Agar nanti kebahagiaan Yuki bisa sempurna dan jalan menuju kesana, ke Syurga Allah bisa dengan mulusnya.
"Sayang.." Rayan yang melihat Ayana menangis tanpa suara, merasa khawatir. Rayan takut perasaan Ayana bisa terguncang.
Ayana mengelus pelan punggung tangan sang suami yang berada di lengannya.
"Aku ikhlas mas.. Mungkin ini yang terbaik untuk Yuki.. Lihatlah badannya yang kurus, kepalanya yang kini botak, hampir tiap saat dia menangis karena sakit di sekujur tubuhnya, Allah memanggilnya karena Allah sayang sama dia mas.."
"Allah yang lebih tahu yang terbaik untuk Yuki.. Yuki hanya milikku sementara, amanah Allah yang telah aku jaga dengan segenap jiwa dan raga ini, aku akan mengikhlaskan dia kembali ke pangkuan sang penciptanya.." Mendengar betapa Ayana tegar akan kepergian Yuki, sungguh sangat mengejutkan bagi Rayan.
Tidak seperti sebelumnya, saat Yuki masuk ruang PICU, Ayana terguncang.
__ADS_1
Lebih lagi saat mengetahui Yuki koma, Ayana bahkan tidak sadarkan diri. Tapi saat mengetahui Yuki tiada untuk selama lamanya, Ayana menyerah pada kenyataan.
Rayan menelisik wajah Ayana, menyusuri setiap sudut mata Ayana. Rayan belum yakin istrinya itu baik baik saja.
Rayan khawatir, istrinya dalam pengaruh perasaan putus asa hingga bisa menyebabkan batinya terguncang.
Ayana tersenyum menatap wajah Rayan. Ayana bahkan merapikan rambut Rayan yang terlihat berantakan dengan kedua tangannya.
Rayan yang mendapati perlakuan tak biasa dari istrinya itu, semakin yakin istrinya tidak dalam keadaan baik baik saja.
Mika yang juga sejak tadi memperhatikan Ayana, mengerutkan keningnya.
Rayan melirik ke arah Mika yang menoleh ke arahnya, saling mengangguk sebagai isyarat untuk membawa Ayana keluar dari ruangan itu.
Ayana yang di tuntun oleh Rayan keluar, kembali menghampiri Yuki dan mencium membelai wajah sang anak penuh sayang dan kembali melangkah keluar dan membiarkan Mika mengurus mayat Yuki.
.
.
.
.
**BERSAMBUNG..
__ADS_1
TERIMA KASIH BUAT TEMAN TEMAN YANG SUDAH HADIR DISINI, UNTUK MENGETAHUI LANJUTAN CERITA DARI KISAH AYANA.. 🙏🙏💞
TERIMA KASIH JUGA ATAS BENTUK DUKUNGANNYA.. 🙏🙏💞💞💞**