
Sebetulnya Rayan bahagia ketika tahu Ayana cemburu. Bahkan ada ambekkan karena rasa cemburunya. Bukannya Rayan tega, tapi dengan mengetahui demikian maka ada rasa dicintai dan takut kehilangan dari pasangannya itulah yang membuatnya bahagia. Karena cemburu itu adalah perasaan takut kehilangan orang yang di cintai
Setelah obrolan by phone mereka selesai, Rayan langsung bergegas memakai kembali jaz putih kebanggan para dokter dan menuju ruangannya. 15 menit kemudian, Rayan dan para petugas kesehatan lainnya melakukan visite pada pasien pasiennya.
Setelah selesai dengan semua tugasnya, Rayan bergegas keluar gedung rumah sakit untuk menjemput pesanan yang sudah dia pesan sebelumnya untuk makan sorenya dan sang istri kemudian kembali masuk lagi ke dalam gedung rumah sakit menuju kamar rawat Yuki.
Sesampainya di ujung koridor, Rayan bertemu suster jaga yang membawa kantong kecil seperti sebuah kotak makanan
"Suster Esti, itu makanan untuk siapa..?" Tanya Rayan menyelidik menatap kantong kresek di tangan suster kemudian menatap wajah suster itu dengan penuh selidik.
"Oh ini sarapan nyonya Emil dok.. Pasien tadi minta tolong untuk menjemput pesanannya di bawah.." Jawab suster itu sambil berjalan kembali menuju kamar rawat Emil
"Kenapa gak kepikiran ya tadi pesanin untuk dia juga.. Emil pasti sudah bosan sama makanan yang di sediakan rumah sakit untuknya.." Monolog Rayan dalam hati
"Ah sebentar..!! Tadi Ayana sempat menyinggung soal mantan.. Apakah dia sudah tahu soal Emil sebenarnya..? Tapi darimana dia tahu..?" Lanjutnya lagi bermonolog
Rayan lantas bergegas menuju kamar rawat Yuki mencari Ayana. Setibanya di kamar itu, Rayan di kejutkan dengan kehadiran dokter Amanda bersama dokter Mika tengah melakukan visite pada Yuki. Perhatian Ayana dan kedua dokter itu teralihkan pada Rayan yang baru saja masuk dengan tergesa gesa
"Mas..? Ada apa..?" Tanya Ayana mengerutkan keningnya menatap heran pada suaminya
"Eh gak sayang gak ada apa apa.. Dok.." Jawab Rayan menyengir menatap Ayana dan kemudian langsung menyapa dokter Amanda.
"Mmm baiklah bu Ayana, dokter Rayan.. Saya tunggu di ruangan saya ya..?" Ucap dokter Amanda tersenyum pada keduanya setelah dia selesai mengecek kondisi Yuki
"Baiklah dok.. Makasih sebelumnya.. Saya baru tahu dokter Amanda balik bertugas disini lagi.. Saya senang dokter kembali bergabung lagi dengan tim dokter disini. Dengan begitu anak saya juga aman berada di tangan dokter handal seperti anda dan dokter Mika.." Tutur Rayan tersenyum tulus, di sambut senyum pula oleh dokter Amanda
Ayana dan dokter Mika ikut tersenyum menyaksikan interaksi keduanya
"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu.. Saya tunggu di ruangan saya, ada banyak hal yang harus saya sampaikan menyangkut soal tindakan untuk Yuki nantinya.." Ucap dokter Amanda tersenyum
"Iya baiklah dok.. Terima kasih sebelumnya.." Jawab Rayan dan Ayana hampir bersamaan
"Mik, temani Yuki sebentar.." Pinta Rayan pada Mika dan langsung menarik pelan tangan sang istri tanpa mendengar jawaban dari dokter Mika terlebih dahulu
Sepeninggal mereka dari ruangan itu, dokter Mika menghampiri Yuki yng sedang berbaring di ranjangnya dengan memeluk bonek kesukaannya yang di berikan oleh Ayahnya waktu itu
__ADS_1
"Anak pintar, anak cantik, lagi apa sayang..?" Tanya Mika menghibur Yuki
"Aunty, mama sama papa kemana..? kok kelual gak ajak Yuki..?" Tanya Yuki polos
Dokter Mika tersenyum mengelus kepala Yuki penuh sayang. Namun kemudian dia terkejut saat melihat beberapa helai rambut Yuki menempel di tangannya akibar rontok. Dokter Mika pun kembali mengelus pucuk kepala Yuki pelan untuk memastikan dugaannya, dan benar saja, Yuki mulai mengalami kerontokan.
"Yuki sayang.. Mama sama papa lagi ketemu dokter cantik yang tadi itu dulu sayang.. Yuki mau apa sayang biar aunty ambilkan..?" Ucap Mika tersenyum dalam kesedihan menatap wajah gadis cantik itu
"Mmm Yuki mau pelmen boleh..?" Tanya Yuki penuh harap
"Mmm.. Gimana ya..? Boleh gak ya..?" Jawab Mika pura pura mikir dengan jarinya mengetuk ngetuk keningnya
Sementara Yuki mulai harap harap cemas. Mika menatap wajah Yuki dan tersenyum
"Boleh tapi.. Jangan kasih tau papa ya..? Nanti kalau papa tau, aunty bisa di jewer sama papa.." Ucap Mika pura pura cemberut, membuat Yuki tertawa
Sementara itu, di ruangan dokter Amanda, dokter cantik itu tengah menjelaskan kondisi Yuki dan tindakan yang harus dia lakukan untuk menangani penyakit Yuki tersebut. Semua yang Yuki alami saat ini ialah efek dari kondisinya yang kelelahan dan paparan sinar matahari langsung. Bersyukur dia bermain di saat matahari tidak terlalu terik dan masih berada di bawah pepohonan. Sehingga kondisi sel dalam tubuhnya tidak terlalu parah. Namun karena Yuki masih terlalu kecil, maka itulah kondisinya langsung lemah
"Sama sama bu Ayana.. Kami sebagai dokter akan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk pasien.. Insya Allah tindakkan yang akan kami lakukan nanti, bisa di terima oleh tubuh Yuki dengan baik.. Sehingga Yuki bisa segera kembali fit.." Tutur dokter Amanda tersenyum tulus
"Terima kasih dokter Amanda.. Kalau begitu, kami kembali dulu.." Pamit Rayan menatap dokter Amanda kemudian menoleh ke arah Ayana
Dokter Amanda melepas mereka keluar ruangannya dengan senyum
***
"Ayana.." Pekik Arman melihat Ayana berada di apotek sedang membeli sesuatu untuk kewanitaannya. Ayana yang terkejut, segera menoleh ke sumber suara yang memanggil namanya
"Mas Arman..?" Kening Ayana terangkat ke atas menatap wajah Arman yang hanya berjarak beberapa langkah darinya itu
Melihat Arman disana, Ayana celingak celinguk mencari sosok mantan madunya. Dan benar saja, Arman mendampingi istrinya ke dokter obgyn.
__ADS_1
"Ayana.. Kamu bawa kemana Yuki..? Aku udah bolak balik mendatangi rumah kamu, tapi kalian gak ada disana.. Mana Yuki..? Jangan sekali kali kamu membawa Yuki kabur dariku.. Aku sudah menyiapkan biaya pengobatan untuk Yuki.." Ucap Arman menahan emosinya karena sadar mereka saat ini tengah berada di tempat umum
Ayana menarik nafas dan menghembuskannya pelan. Dia malas berdebat dengan mantan suaminya itu
"Maaf mas.. Aku lagi buru buru.." Ujar Ayana beranjak pergi, namun lengannya di cekal oleh Arman. Semua itu tidak luput dari pandangan mata Raya, istri kedua Arman
"Ayana.. Kamu jangan coba coba menghindari ku.. Apalagi menjauhkan aku dengan anakku.." Arman meluapkan emosinya dengan mengeratkan cengkramannya di lengan Ayana. Membuat Ayana meringis kesakitan
"Lepas mas..!" Ucap Ayana menatap wajah Arman dengan sorot mata tajam
"Saya bilang lepas.." Ulangnya lagi dengan menggertakkan rahangnya menahan emosi
Satu persatu pengunjung apotek mulai menatap ke arah mereka. Arman yang menyadari mereka jadi bahan tontonan disana, menarik paksa Ayana keluar dari ruangan itu menuju ke arah yang sedikit sepi. Sementara Raya, hanya bisa tertunduk lesu menatap suaminya yang keras kepala itu dengan diam
Setelah berada di tempat yang sedikit sepi, Arman menghentakkan lengan Ayana yang di cengkramnya sejak tadi dengan sedikit kasar. Kekesalannya memuncak
"Mas gak usah repot repot membuang waktu dan uang mas untuk kami.. Yuki sudah aman berada di tangan orang yang tepat sekarang.. Orang yang begitu tulus menyanyanginya seperti darah daringnya sendiri, tidak seperti Ayah kandungnya.." Sarkas Ayana menatap wajah Arman dengan sinis
"Hhaa omong kosong.. Jangan coba coba mengelabui aku Ayana.. Kamu pikir aku bodoh..?" Sinis Arman menatap Ayana
"Kalau mas gak bodoh, kenapa mas gak tau kalau anak dan mantan istri mas ini sudah bahagia dengan Ayah sambung dan suami yang begitu luar biasa baiknya..?" Ucap Ayana tersenyum manis
Arman tersentak mendengar pengakuan Ayana
"Apa maksud kamu..?" Tanya Arman yang belum bisa mengerti sepenuhnya
Ayana menunduk tersenyum sinis. Kemudian kembali menatap wajah Arman tanpa ekspresi
"Aku pindah dari rumah Ibu ke rumah pemberian suamiku.. Aku dan mas Rayan sudah resmi menikah seminggu yang lalu.." Ucap Ayana jujur
Tangan Arman mengepal mendengar pengakuan Ayana. Matanya memerah menahan amarah. Melihat reaksi yang di tunjukan Arman, Ayana langsung bergegas pergi dari hadapan mantan suaminya itu. Dia tidak peduli lagi semarah apa mantan suaminya itu kepadanya.
**BERSAMBUNG..
TERIMA KASIH YA BUAT KALIAN YANG MASIH TERUS MENGUNJUNGI NOVEL SAYA INI.. 🙏🙏💞
__ADS_1
SEMOGA DUKUNGAN DARI TEMAN TEMAN SEKALIAN AKAN MENJADI SEMANGAT BARU UNTUK AUTHOR BERKARYA LEBIH BAIK LAGI..😇🙏🙏💞💞💞**